Skip to main content

Cerita WWL (Part 1)

Sejak umur 20 bulan, Bintang mulai aku sounding tentang WWL. Tapi nih anak nenennya malah semakin menjadi. Tiap pulang kantor langsung ditempel, dibuntuti kemanapun aku pergi. Ke dapur, ke kamar mandi, sholat, ganti baju dsb. Sambil teriak "Ibuk ayok nenen, nenen enak buk" hahaha.

Cerita Pertama
Bunda: Mas, nanti kalau sudah umur dua tahun, ada lilin, ada kue. Mas nggak nenen bunda lagi ya.
Bintang: Aku emoh ue (kue) buk.

Bunda: "______". Kalau gitu kuenya diganti nasi kuning aja ya. Mas suka nasi kuning kan?
Bintang: iya.

Bunda: Jadi, kalau nanti sudah umur dua tahun, ada lilin ada nasi kuning, mas nggak nenen bunda lagi ya.
Bintang: emoh, aku nenen ae.
Bunda: *ngakak* 

Cerita pertama membuatku mikir mau sounding dengan kata-kata apa.



Cerita Kedua

Bunda: yuk baca majalah yuk. *ambil majalah*
Bintang: ini bayek *nunjuk gambar bayi*

Bunda: Mas kan juga bayek?
Bintang: gak, aku edhe (gedhe)

Bunda: kalau sudah gedhe, berarti berhenti nenen bunda ya, minumnya jus sama air putih dari gelas.
Bintang: gak, aku bayek kok.
Bunda: "___________"

Lalu aku jadi males sounding karena selalu dimentahkan Bintang. Soalnya nggak narget umur dua tahun harus nyapih Bintang sih. Soalnya belum ikhlas nyapih Bintang karena masih pengen ditempelin, masih pengen nyusuin. Hahahah. Ketahuan niatnya belum bulat. Aku prefer membiarkan Bintang menyapih dirinya sendiri.

Comments

andin said…
sama miinnn... :D

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2010

Seperti tahun - tahun sebelumnya, ketika penghujung tahun dan menjelang pergantian ke tahun yang baru, saya biasanya memberikan waktu untuk merenung. Merefleksi segala yang telah terjadi di tahun itu. Memahami dan mempelajari, mengapa bisa terjadi seperti itu, dan tentu saja belajar dari kejadian tersebut, mengambil hikmah darinya. Setelah itu, saya menyusun daftar resolusi, ambisi dan harapan untuk satu tahun ke depan. And h ere's my must to do list for the upcoming year 2010: Hold tighter to my faith. Meningkatkan iman dan takwa. Jadi lebih religius. Menjauhi larangan dan melaksanakan segala perintah-Nya. Sholat lebih khusyu', ngajinya harus lebih rajin, infaqnya nggak boleh berhenti. Nggak hanya ngerjain yang wajib, tapi yang sunah juga. Jadi lebih dewasa dan bijaksana. Kata pepatah "menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa itu pilihan". Dan saya memilih yang kedua, I'm still trying to.. Positive thinking. Biar nggak cepet stres. Konon, positive thinkin...

Pria Enggak Mau Wanita Pedekate Lebih Dulu

KOMPAS.com - Apa yang sebenarnya diharapkan pria dari sosok wanita, sehingga ia tak mungkin berpaling kepada wanita lain? Aih... kesannya sungguh sulit. Namun menurut Lisa Daily, kolumnis relationship dan penulis buku Stop Getting Dumped , hal ini bukannya tak mungkin. Dalam bukunya, Daily menjamin kita bisa menemukan pria impian, dan menikahinya dalam waktu tiga tahun atau kurang. Ia sendiri mengikuti nasihatnya sendiri, dan menikah dengan pria impiannya, yang melamarnya di puncak Menara Eiffel setelah berpacaran 6 bulan. Daily telah mewawancara ratusan pria single untuk mengetahui apa sih yang membuat wanita berpotensi menjadi istri mereka. Coba lihat beberapa penemuannya: 1. Anda memiliki banyak aktivitas . Dengan demikian, Anda bisa menyibukkan diri tanpa harus bergantung pada keberadaan si dia. Anda bebas bepergian dengan teman-teman atau keluarga. "Anda tak perlu mengharapkan kekasih untuk selalu ada di sisi Anda," ujar Daily. Dengan kata lain, Anda tak perlu menunggu ...

Antara Aku, ASI dan Surabaya

Kata orang, tinggal di kota besar perlu banyak biaya. Barang yang murah hampir tiada. Kerasnya hidup kian terasa. Dan itu memang benar adanya. Meski begitu, ada sisi menyenangkan dari tinggal di Surabaya. Banyak pilihan yang tersedia. Yang paling kerasa adalah dokter dan rumah sakit banyak adanya. Aku jadi bisa milih mana yang paling pas dengan kebutuhan dan kantong tentu saja. Di Surabaya. Salah satu mimpiku terwujud. Bisa IMD, rooming in dan ketemu konselor laktasi. Hingga bisa lancar menyusui. Bisa nyetok ASIP bahkan mendonorkannya kepada mereka yang membutuhkan. Sekarang  Bintang sudah lulus ASI ekslusif. Senang bisa melewati seperempat perjalanan menyusui. Memang sih biaya dokter dan RS lebih mahal di Surabaya. Tapi jauh lebih menyenangkan dan memudahkan ketimbang hidup di kota kecil yang dokternya masih jarang atau malah nggak ada. Aku bersyukur tinggal di Surabaya. Ah ya, Surabaya memang punya banyak cerita b...