Skip to main content

Matcha Pudding


Ada susu evaporated belum kepakai di rumah, selama ini hanya dimanfaatkan untuk green tea latte. Tapi kemudian kuputuskan untuk dijadikan pudding, mengingat cemilannya Bintang yang menipis. Tapi khusus Bintang aku membuatkan Nutella Pudding. Cerita selengkapnya ada di bawah. Aku dapat resep ini dari http://liza-messycorner.blogspot.com/2014/01/matcha-green-tea-pudding.html. 

MATCHA PUDDING
Bahan:
1 bungkus agar-agar putih
125 gram gula pasar
1 kaleng susu evaporated
250 ml susu UHT plain
350 ml air (total cairan 1 liter)
1 kuning telur
2 sdt maizena
4,5 sdt matcha powder

Cara Membuat:
  1. Campur agar-agar, gula dan cairan. Masak dengan api kecil sampai hampir mendidih sambil terus diaduk.
  2. Tambahkan sekitar empat sendok makan cairan ke dalam kuning telur yang sudah dikocok, aduk rata. Masukkan ke dalam cairan dan masak hingga akan mendidih. Lakukan hal yang sama untuk maizena.
  3. Ulangi langkah di atas untuk matcha powder. Oiya, jangan langsung memasukkan matcha ke dalam cairan yang sedang dimasak karena akan susah nyampurnya. Di step ini aku membagi cairan menjadi dua bagian, satu aku beri matcha, sisanya aku beri nutella. Yang nutella ini untuk Bintang. While yang matcha buat aku dan suami. Bayi kan nggak konsumsi kafeinnya harus dibatasi. Sayang yang nutella nggak sempat kefoto karena sudah habis duluan dimakan Bintang :)
  4. Matikan kompor, tunggu sampai uapnya hilang.
  5. Tuang dalam cetakan, biarkan sampai dingin. Simpan di dalam kulkas. Sajikan dingin.
Rasanya enak, teksturnya lembut. Alhamdulillah Bintang dan suami suka. Aku jugaaa :)


Happy cooking, happy eating.

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2010

Seperti tahun - tahun sebelumnya, ketika penghujung tahun dan menjelang pergantian ke tahun yang baru, saya biasanya memberikan waktu untuk merenung. Merefleksi segala yang telah terjadi di tahun itu. Memahami dan mempelajari, mengapa bisa terjadi seperti itu, dan tentu saja belajar dari kejadian tersebut, mengambil hikmah darinya. Setelah itu, saya menyusun daftar resolusi, ambisi dan harapan untuk satu tahun ke depan. And h ere's my must to do list for the upcoming year 2010: Hold tighter to my faith. Meningkatkan iman dan takwa. Jadi lebih religius. Menjauhi larangan dan melaksanakan segala perintah-Nya. Sholat lebih khusyu', ngajinya harus lebih rajin, infaqnya nggak boleh berhenti. Nggak hanya ngerjain yang wajib, tapi yang sunah juga. Jadi lebih dewasa dan bijaksana. Kata pepatah "menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa itu pilihan". Dan saya memilih yang kedua, I'm still trying to.. Positive thinking. Biar nggak cepet stres. Konon, positive thinkin...

Pria Enggak Mau Wanita Pedekate Lebih Dulu

KOMPAS.com - Apa yang sebenarnya diharapkan pria dari sosok wanita, sehingga ia tak mungkin berpaling kepada wanita lain? Aih... kesannya sungguh sulit. Namun menurut Lisa Daily, kolumnis relationship dan penulis buku Stop Getting Dumped , hal ini bukannya tak mungkin. Dalam bukunya, Daily menjamin kita bisa menemukan pria impian, dan menikahinya dalam waktu tiga tahun atau kurang. Ia sendiri mengikuti nasihatnya sendiri, dan menikah dengan pria impiannya, yang melamarnya di puncak Menara Eiffel setelah berpacaran 6 bulan. Daily telah mewawancara ratusan pria single untuk mengetahui apa sih yang membuat wanita berpotensi menjadi istri mereka. Coba lihat beberapa penemuannya: 1. Anda memiliki banyak aktivitas . Dengan demikian, Anda bisa menyibukkan diri tanpa harus bergantung pada keberadaan si dia. Anda bebas bepergian dengan teman-teman atau keluarga. "Anda tak perlu mengharapkan kekasih untuk selalu ada di sisi Anda," ujar Daily. Dengan kata lain, Anda tak perlu menunggu ...

Antara Aku, ASI dan Surabaya

Kata orang, tinggal di kota besar perlu banyak biaya. Barang yang murah hampir tiada. Kerasnya hidup kian terasa. Dan itu memang benar adanya. Meski begitu, ada sisi menyenangkan dari tinggal di Surabaya. Banyak pilihan yang tersedia. Yang paling kerasa adalah dokter dan rumah sakit banyak adanya. Aku jadi bisa milih mana yang paling pas dengan kebutuhan dan kantong tentu saja. Di Surabaya. Salah satu mimpiku terwujud. Bisa IMD, rooming in dan ketemu konselor laktasi. Hingga bisa lancar menyusui. Bisa nyetok ASIP bahkan mendonorkannya kepada mereka yang membutuhkan. Sekarang  Bintang sudah lulus ASI ekslusif. Senang bisa melewati seperempat perjalanan menyusui. Memang sih biaya dokter dan RS lebih mahal di Surabaya. Tapi jauh lebih menyenangkan dan memudahkan ketimbang hidup di kota kecil yang dokternya masih jarang atau malah nggak ada. Aku bersyukur tinggal di Surabaya. Ah ya, Surabaya memang punya banyak cerita b...