Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kesehatan

Isolasi Mandiri, Belajar Menghadapi Kematian

Isolasi mandiri di lantai dua, tinggal di sebuah ruangan seluas 12 m², di mana rute harian hanyalah kamar, balkon dan kamar mandi. Aku bisa mendengar suara suami, anak-anak dan mbah dari atas. Mereka ada, utuh tapi tak bisa disentuh. Di situlah kadang air mataku luruh. Waktu rasanya berjalan sangat lambat. Apalagi di awal isoman sedang tidak sholat. Berdoa saat  itu terasa ada yg kurang. Aku juga merasakan kadang aku semangat, kadang ambyar. Apalagi di suatu hari kabar duka datang bertubi-tubi. Lalu ingat bahwa suatu saat nanti, namakulah yg disebut dalam pengumuman kematian itu. Kalau aku pikir-pikir isolasi mandiri ini ibarat belajar mempersiapkan kematian. Betapa tidak, di kamar sendiri, meninggalkan orang-orang yang kita sayang, apa yang kita punya dan gemerlap dunia tak lagi berguna. Menyadarkanku bahwa sesungguhnya yang paling dekat dengan kita adalah kematian. Sementara yang jauh adalah angan-angan. Aku suka lupa kalau setiap hembusan nafas adalah satu langkah mendekati kema...

Bye Bye IUD

gambar diambil dari sini Weekend kemarin menjadi drama sedih dalam hidupku. Bangun tidur tiba-tiba pendarahan. Awalnya ngeflek tapi tak lama kemudian darah keluar banyak tak terkendalikan. Dalam sejarah, jadwal menstruasiku nggak pernah maju banyak apalagi sampai dua mingguan. Aku merasakan nyeri di perut yang nggak ketulungan, sakitnya sampai nembus ke tulang belakang. Biasanya nggak pernah begini. Nyeri semacam ini hanya terjadi ketika H-1 atau H-2 sebelum mens. Saking sakitnya plus lemes karena darah yang keluar banyak, aku cuma berbaring aja. Setelah bedrest seharian, dan minum obat penghilang nyeri yang ternyata enggak mempan. Akhirnya diputuskanlah si IUD itu diambil. Pas diperiksa letaknya udah bukan cuma geser kayak aku kontrol terakhir di bulan Juni, tapi udah turuuun banget. Posisinya sudah di mulut rahim. Posisi inilah yang menyebabkan rasa nyeri karena menekan syaraf tulang belakang.  Proses pengambilannya sebenarnya cepet dan nggak bikin sakit....

ASI = Tetes Mata?

Pernahkah Anda mendengar saran dari orang tua atau tetangga atau siapapun untuk meneteskan ASI ke mata bayi untuk menyembuhkan mata belekan pada bayi? Aku pernah, sering banget malah :) Tapi aku sendiri tidak pernah melakukannya. Kenapa? ASI itu memang bagus untuk kesehatan bayi karena mengandung berbagai nutrisi dan antibodi, tapi dalam logika awamku, plus dari hasil baca sana - sini, ASI itu "cuma" minuman, bukan termasuk golongan obat. Meski bisa menyembuhkan lecet di payudara, tapi aku pribadi tidak setuju kalau ASI dijadikan obat tetes mata atau telinga.  Sampai suatu hari aku menemukan kicauannya dr. Ferdiriva Hamzah, Sp. M yang bilang "Kalaulah beneran ASI bisa nyembuhin mata bayi belekan, pasti sekarang udah ada obat tetes mata yang namanya Cendo Nenen". Aku ngakak bacanya. Aku menjadi semakin yakin bahwa ASI tidak bisa dijadikan obat sesuka hati.  Lalu, kemarin aku kontrol ke dokter mata, ceritanya aku mau ganti kacamata. Seperti biasa,...

Masuk UGD!!

Foto UGD RSUA diambil dari webnya Yes. Minggu kemarin aku dilarikan ke UGD. Dalam seminggu "maen" ke sana dua kali. Rekor! Yang pertama karena pingsan, yang kedua karena hampir pingsan. Karena kejadiannya berdekatan, pas kejadian kedua aku harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut antara lain: rekam jantung, foto thorax, ngelab. Yang meriksa nggak cukup kalau dokter umum, makanya dirujuklah aku ke poli spesialis yaitu penyakit dalam dan jantung dan pembuluh darah. Sound scary? Maybe yes for some people, but not for me. Karena dari awal aku yakin aku collapse karena kecapekan dan aku nggak punya riwayat penyakit tertentu sebelumnya. Plus aku terakhir menjalani whole medical check up belum setahun yang lalu, pas aku hamil dan mau melahirkan.   So , aku enjoy all the medical treatment kecuali rekam jantung yang agak gengges gegara kertas printernya nyangkut mulu dan bikin prosesnya lama.  FYI, aku dirawat dan check up di RSUA .  Alasannya adalah deket sama kanto...

Ketika Bayi Sakit

Paling nggak tega kalau melihat bayi kita sakit. Ya iyalah, mana ada orangtua yang mau anaknya sakit. Jawabnya pasti nggak ada. Nggak tega di sini lebih ke kasian dan kadang bingung menghadapinya karena bayi belum bisa ngomong sakitnya di mana dan rasanya bagaimana. Ketika sakit itu datang, kita pun harus menghadapinya. Kejadian bayi sakit ini sedang aku alami. Dua hari yang lalu Bintang mulai agak rewel. Kepalanya kalau dipegang terasa hangat, tapi bagian tubuh yang lain tetap normal. Aku cek pakai termometer hasilnya 37,4 C. Belum masuk kategori butuh penurun demam. Jujur aku belum pernah menghadapi gejala seperti ini. Sambil tetap observasi, aku memperbanyak asupan ASI. Malam pertama Bintang terbangun tengah malam, lalu untuk pertama kalinya rewel dalam waktu yang lama, hampir dua jam. Nangis tengah malam itu terdengar membahana meskipun nggak kenceng. Seisi rumah heboh menenangkan, mulai dari menggendong, nyanyi, ngaji ngajak bermain. Berhasil berhenti lalu nangis lagi, begitu...

Sembelit Pada Balita

Pagiii.. Cuti kmrn sy absen ngetwit, mhn sabar ckp byk mention yg blm direply :)) tp sblmnya ijin share sekilas info ttg 'sembelit' yaa... AyBun kdg khawatir klo anak tampak ngeden heboh smp muka merah sblm pup, apa ini yg dimaksud sembelit? Bbrp hari gak BAB, apa tmsk sembelit? Sembelit - bhs medisnya konstipasi, bhs Jawanya bedegelen :)) - artinya kesulitan pup, ditandai BAB <3x seminggu + tinja keras/sulit keluar Definisi td berlaku utk anak <4th, tp pd bayi (terutama ASIx) frek BAB boleh lbh jarang, asal tinja yg dihasilkan ttp lunak & mudah keluar Bayi yg menggeliat, mukanya memerah, tampak mengejan heboh saat pup, tp tinjanya mudah keluar » NORMAL, bukan sembelit! Rata2 bayi ASIx pup 6-8x/hr (sgt bervariasi antara 12x/hr smp 12hr sekali), sdg bayi sufor lbh jrg pup, tinja lbh padat dg aroma lbh aduhai Berapa kalipun bayi BAB yg perlu dilihat adl tekstur tinja, AyBun perlu curiga sembelit jk frek pup makin jrg dg bentuk tinja yg keras/bes...

Inilah Lima Bahan Pangan Pengganti Susu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Susu adalah asupan cair yang memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Namun tidak semua orang menyukai rasanya atau bahkan memiliki alergi terhadap susu, adapula yang memiliki intoleransi laktosa.  Berikut ini adalah lima bahan pangan sehat yang dapat menggantikan susu. 1. Kacang almond Kacang Almond adalah bahan pangan pertama yang dapat dijadikan sebagai pengganti susu. Selain lezat, kacang almond kaya akan magnesium, kalium, kalsium, antioksidan, serta vitamin E. Selain itu, kacang almond juga membantu usus dalam mencerna makanan dan melindungi dinding kulit untuk melawan radikal bebas. 2. Kedelai Sebagai salah satu sumber protein, kedelai dapat dijadikan makanan pengganti susu yang paling ideal. Kedelai mengandung asam amino yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia untuk melawan sel kanker. Kedelai memiliki nilai gizi yang sangat tinggi, namun kalori yang terkandung sangatlah kecil. 3. Ikan Laut Sumber protein lain yang dap...

Vaksin MMR dan Autisme

Kemarin ngikuti kultwitnya @dirgarambe tentang vaksin MMR. Beliau meluruskan gosip yang saat ini santer beradar bahwa vaksin MMR bisa menyebabkan autisme. It must read! 1) Kali ini saya ingin membahas mengapa vaksin, khususnya  #MMR , selalu dikaitkan dgn autisme. Benarkan MMR menyebabkan autisme? 2) Ini topik yg penting sekali utk dibahas, krn saya meyakini, mayoritas masyarakat mempercayai  #MMR  benar menyebabkan autisme. 3) Tak hanya masyarakat, para tenaga kesehatan pun sama. Mulai dari bidan hingga DSA, banyak yg percaya  #MMR  menyebabkan autisme. 4) Sampai hari ini, byk dokter yg tdk mau memberikan vaksinasi  #MMR  sebelum anak lancar bicara. Padahal tidak ada urusannya. Akan kita bahas 5) Kita mulai dengan: Mengapa imunisasi (apapun), selalu dikaitkan dgn autisme & kejadian yg tidak diharapkan pada anak? 6) Kita tahu, imunisasi dimulai sejak anak baru lahir. Hingga usia 1 tahun, anak akan mendapatkan banyak imunisasi. 7) Pad...

Yang Perlu Diluruskan :)

Gabung digrup ibu-ibu menyusui itu banyak manfaatnya. Antara lain bisa nemu support group dan bisa sharing informasi dan pengalaman. Cumaaaa... yang bikin gemes adalah ada beberapa persepsi keliru soal  parenting dan per-ASI-an yang perlu diluruskan, dimana persepsi itu dianut oleh banyak ibu-ibu dan punya potensi untuk merugikan atau bahkan membahayakan ibu dan/atau bayinya. Beberapa persepsi keliru yang paling sering aku jumpai adalah: 1. Nyetok ASIP-nya nanti aja, cutinya masih lama Meskipun cuti masih lama, jangan begitu saja Anda terbuai untuk bersantai dalam hal nyetok ASIP. Salah besar kalau besok masuk kerja Anda baru mulai pumping. Segera setelah melahirkan dan pulih, mulalilah untuk pumping. Semakin cepat Anda memulainya, semakin bagus karena Anda punya banyak waktu untuk menabung sehingga stok bisa banyak atau minimal cukup. Jadi kejadian kejar tayang bisa diminimalisir. Di awal - awal pumping, hasilnya biasanya sedikit karena payudara masih adaptasi dengan ala...

Susu Formula Harusnya Pakai Resep Dokter

‎"SUSU FORMULA SEHARUSNYA PAKAI RESEP DOKTER" Sebenarnya setelah berusia 2 tahun, anak tidak membutuhkan susu lagi. JUM'AT, 11 FEBRUARI 2011, 14:00 WIB Ita Lismawati F. Malau SURABAYA POST- Sesuai dengan ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) susu berlabel formula itu sebenarnya susu yang dibeli sesuai petunjuk/resep dokter serta tidak bisa dijual bebas. "Di Indonesia ada susu formula untuk bayi baru lahir sampai orang yang mau meninggal dunia serta dijual bebas tanpa resep dokter. Kalau ada orang WHO ya pasti terkejut," kata Rizal Altway, dokter spesialis anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo (RSUD), Jumat 11 Februari 2011. Dia lantas mengutip aturan lain yang tercantum dalam Peraturan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1981 tentang Pemasaran Pengganti ASI. "Di antaranya disebutkan, fasilitas kesehatan tidak boleh digunakan untuk promosi susu formula atau produk sejenis memajang produk pengganti ASI, serta tidak boleh m...

Breast Cancer Risk Factor

A “risk factor” is anything that increases your risk of developing breast cancer. Many of the most important risk factors for breast cancer are beyond your control, such as age, family history, and medical history. However, there are some risk factors you can control, such as weight, physical activity, and alcohol consumption. Be sure to talk with your doctor about all of your possible risk factors for breast cancer. There may be steps you can take to lower your risk of breast cancer, and your doctor can help you come up with a plan. Your doctor also needs to be aware of any other risk factors beyond your control, so that he or she has an accurate understanding of your level of breast cancer risk. This can influence recommendations about breast cancer screening — what tests to have and when to start having them. Risk factors you can control Weight.  Being overweight is associated with increased risk of breast cancer, especially for women after menopause. Fat tissue is ...

Go Vaccine

Akhir - akhir ini lagi rame banget sama namanya pro kontra vaksin. Aku sendiri termasuk yang pro vaksin. Dulu aku divaksin sama orangtuaku dan sekarang pun aku memberikan vaksin kepada Bintang. Langkah ini aku ambil sebagai tindakan preventif as I never know what will happen in the future, karena menurutku  mencegah selalu lebih baik dari mengobati.  Bintang aku vaksin dengan harapan kekebalannya terhadap penyakit terbentuk. Selain itu supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari. Aku sering membaca banyak kasus seseorang menderita suatu penyakit karena dia dulunya nggak divaksin. Nah, pas udah sakit barulah timbul penyesalan. Dan aku nggak mau kejadian kayak gitu menimpa aku.  Kalau di luar sana banyak yang berani bilang "Bismillah anakku nggak aku vaksin", aku juga berani bilang "bismillah anakku aku vaksin".  Terserah deh kalau ada yang bilang vaksin nggak baik, haram dsb. Aku tetap pada pendirianku. Aku cuma berusaha melakukan yang terbaik untuk menjaga am...