Skip to main content

Posts

Showing posts with the label review

My Skin Care

"Skin care is essential, make up is a choice". I do agree with that karena kulit yang sehat lebih penting dan long lasting. Bukan seperti make up yang akan dihapus setelah acara selesai. Aku sendiri bukan orang yang suka make up, yang kupakai hanya bedak dan lipstick. Ada mascara, eyeliner dan blush on tapi jarang dipakai. Pernah ikut beauty class tapi tetap aja malas dandan, haha. Namun sekitar dua tahun terakhir, aku mulai serius merawat diri. Untuk tubuh ada jadwal luluran, untuk rambut ada jadwal pakai hair mask. Keduanya biasa aku lakukan seminggu sekali. Sedangkan untuk wajah aku mengikuti pakem yang disarankan supaya hasilnya lebih maksimal. Aku menekuni 10 Step Korean Skin Care, meski tidak semua produk yang aku gunakan berasal dari Korea Selatan. Sebagai informasi, jenis kulit wajahku normal dengan titik minyak di hidung. Di wajahku ada flek kehitaman, aku mengevaluasinya sebagai akibat tidak memakai sunblock sedari remaja. Jadi fokusku adalah mempertahan...

[Review] Crazy Rich Asians

Crazy Rich Asians is the first film I watched this year. I'm glad to know that this film is a great one. The film taught me many life lessons. A woman should be brave, tough and independent to pursue her life. Rachel and Astrid are my fave characters. This film is about Nick Young and Rachel Chu love's story. Nick brought Rachel to Singapore to his best friend's wedding along to meet his crazy rich family, that he never told Rachel before. It's quite challenging for Rachel to bring herself into Nick's family as they have different life style and culture. Rachel surprised to found that Eleanor, Nick's mom told her that she was not enough for Nick. She tried to mend. But then she was shocked when Eleanor told her the fact about her family after Eleanor hire private investigator. Nick was very angry, he's done making an excuse about his family. He's on his determination to marry Rachel.  "I'm not leaving because I'm scared, or ...

[Review] Guest House Rumah Wahidin, Probolinggo

Bulan kemarin aku ada acara keluarga di Probolinggo dan Lumajang. Kuputuskan menginap di Probolinggo karena acara di Probolinggo sampai malam, selain itu juga karena lebih banyak alternatif penginapan. Sengaja cari yang murah karena cuma dipakai sebentar, tidur doank. Hehehe. Aku menginap di Guest House Syariah Rumah Wahidin, terletak di Jalan Wahidin Probolinggo. Ratenya 250.000/malam, include sarapan untuk dua orang. Bangunan guest house terdiri dari dua lantai, jadi tentu saja tak ada lift, hanya ada tangga. Aku mendapatkan kamar di lantai dua. Kamarnya bersih, dilengkapi AC, TV, Kamar Mandi dalam, gantungan baju, meja kursi dan dua botol air mineral. Di bawah, ada taman, gazebo, kolam dan ayunan. Lumayan banget waktu bawa anak kecil, Bintang bisa main di situ. Lalu ada musholla di samping resepsionis. Menu sarapannya bukan buffet ya, tapi ala carte, ada pilihan menunya antara lain Mie Goreng, Soto Ayam, Roti Bakar dan nasi Goreng. Untuk minumannya ada teh dan k...

Menikmati Bali (Bagian 2)

Hari ketiga di Bali, aku bergabung dengan rombongan. Aktivitas hari ini lebih ringan dan bersahabat untuk ibu hamil macam aku. Aku kuat jalan jauh, tapi aku udah nggak bisa jalan cepet. Aku harus beberapa kali berhenti untuk istirahat dan minum. But I was so well, I enjoy this trip. Water Blow Nusa Dua Terletak di kawasan elitenya Bali, aku sebenarnya berpikir nggak worth it buat ke sini. Jalan lumayan di tengah terik matahari yang bikin keringetan, hanya untuk melihat semburan air laut ke batu karang yang buatku biasa saja. Aku pernah mbelani jalan dan naik ke bukit untuk lihat Seruling Laut di Pantai Klayar Pacitan, dan itu memang worth it . Karena merupakan kawasan elite, banyak hotel bintang lima di sini, dan tentu saja semuanya punya pantai pribadi. Akses yang bagus, bersih dan dijamin lebih privat. Nah, ini menarik kalau punya uang, karena harganya tentu saja nggak murah hahah. Pantai Pandawa Bali panasnya luar biasa, lebih panas dari Surabaya. Pantai i...

[Review] Resign

Ini adalah pertama kalinya aku baca buku karangan Almira Bestari. Buku ini bercerita tentang kehidupan karyawan sebuah kantor konsultan di Jakarta. Dengan segala dinamika di lingkungan kantor tsb, Alranita, Carlo, Karenina dan Andre melakukan kompetisi. Bukan untuk menjadi pegawai terbaik, jabatan tertinggi atau bonus terbesar, namun untuk resign. Dengan bahasa yang sederhana novel ini mudah untuk diikuti. Namun buatku konfliknya terlalu datar, agak membosankan. Sempat nggak mau menyelesaikan tapi akhirnya tuntas juga karena dibaca untuk mengisi waktu ketika menunggu antrian dokter waktu itu. 

[Review] Twivortiare 2

Buku ini sudah terbit beberapa tahun lalu, tapi baru sempat baca. Bercerita tentang kehidupn pernikahan kedua antara alexandra Rhea dengan Beno Wicaksono. Pernikahan pertama mereka gagal, mereka bercerai lalu menikah lagi. Seperti pada novel sebelumnya, Twivortiare, novel ini disajikan dalam bentuk kicauan twitter oleh akun @alexandrarheaw. Beda kan dari novel lainnya. Kicauan ini nyata, si Ika Natassa, penulisnya beneran membuat akun twitter tsb dan rutin berkicau di sana. Hingga kicauan tsb menjadi satu novel. Kalau untuk alur cerita, novel ini lebih flat, tidak ada konflik berarti. Pelajaran tentang menikah, menyesuaikan diri dan menjaga api cinta demi kelanggengan rumah tangga menjadi bahasan utama dalam novel ringan ini. You know you’re in love with the right person when falling in love with him turns you into the best version of yourself. Some dreams just make you don't want to wake up. You can only cry when you really want something and it means the world to you. ...

Menikmati Bali (Bagian 1)

Aku kembali ke Bali, setelah enam tahun berlalu. Waktu itu bersama IOP, kali ini bersama LPBI. Dikarenakan kondisiku sedang hamil, aku melewatkan sesi outing ke Nusa Penida. Yang aku lakukan adalah membaca buku, berbekal The Architecture of Love karya Ika Natassa hadiah ulang tahun dari suami. Membaca tanpa gangguan sudah merupakan liburan buatku, simple kan? Setelah mandi dan sarapan, kegiatanku adalah bersantai di hotel sambil menunggu jam sebelas untuk janjian dengan seorang teman. Harris Hotel and Residence, Sunset Road Aku sampai hotel jam 11 malam waktu Bali, sudah capek dan ngantuk, jadi nggak terlalu fokus sama hotel. Lobi hotel ini berkonsep semi terbuka karena tak berpintu, semacam teras yang bisa langsung mengakses halaman. Letaknya yang masuk ke dalam gang membuat suasana jadi tenang. Aku mendapatkan kamar twin di lantai dua, kembali bersama Saras sebagai room mate . Bangunan di sekitar hotel didominasi warna putih dengan sentuhan oranye khas Harris. Begi...