Skip to main content

Posts

Showing posts with the label travelling

Be Proud of Yourself

Be proud of how you've been handling this year The silent battles you fought, the moments you had to humble yourself Wiped your own tears And pat yourself on the back Celebrate your strength And always thank to Allah for always being there when nobody was "But no! Allah is your Guardian, and He is the best Helper." (Q.S Ali Imran : 150)

Cerita Umroh : Makkah Never Sleeps

"Indeed, the first House [of worship] established for mankind was that at Makkah - blessed and a guidance for the worlds." (QS Ali Imran : 96) As the moonlight illuminates the city sky, the pilgrims engage in intense prayer asking forgiveness from their Lord, shedding tears of sadness and joy simultaneously, until their eyes are numb and their faces glow. They face the Ka'bah to quench their thirst and fulfil their desires. The Ka'bah is a sight beyond belief, leaving its witnesses stunned as they stare at it in total awe and disbelief. Looking at the majestic structure, people forget about the world and everything about it. For a brief moment, it's just them and the Ka'bah; it's just them and their Lord. Seeing such a tremendous sight, the heart skips a beat and the mind registers the moment forever. It is something really unique. And the size of the Ka'bah is so big that any photo we see cannot capture this unique structure. All throug...

Cerita Umroh : Pergi Bersama Ibuk

سُبْØ­َانَ اللهِ ÙˆَالْØ­َÙ…ْدُ للهِ، Ùˆَلاَ Ø¥ِÙ„َÙ‡َ Ø¥ِلاَّ الله، Ùˆَاللهُ Ø£َÙƒْبَرُ. لاَ Ø­َÙˆْÙ„َ Ùˆَلاَ Ù‚ُÙˆَّØ©َ Ø¥ِلاَّ بِاللَّÙ‡ِ . . I've been traveled with many people, many times assist the bosses and collegues. But this time is special, I traveled with my mom for a quite long duration. It's an honour for me to accompany my mom for her first overseas trip. The Haramain is a destination we've been waiting since forever. . . I may call it a real journey, physicly and emotionally. I found it's challenging with its ups and downs during these past 13 days. But the blessed feeling of being on the Haramain could never be expressed, it's beyond words. All I know is Allah so close to me and loves me all the way. Allah shows His Greatness that He could make anything happen even before our eyes start blinking. . . Alhamdulillah Allah grants me opportunity to prove what my dad requested when he came to my dream and told me to not let mom go alone. I just reali...

Cerita Umroh: Memerah ASI dan Membawanya Pulang dari Tanah Suci

Bepergian ke luar kota tanpa bayi dan membawa pulang ASIP sudah sering kulakukan. Namun beda cerita ketika harus bepergian selama tiga belas hari. Awalnya sempat tidak yakin bisa membawa pulang semua ASIP-ku, perjuangan memerah tanpa menyusui tidak mudah. Di satu sisi aku ingat bahwa ada hak yang harus ditunaikan, meski anaknya sudah makan dan persediaan ASIP yang ditinggalkan secara perhitungan cukup. Kalau aku tidak memerah bisa kacau nih perjalanan menyusuiku, Rhea masih 14 bulan, baru separoh perjalanan lebih sedikit. Waktu itu suami menghiburku "Dijalani aja sebisanya. Kalau nggak bisa membawa semuanya pulang, paling nggak ada yang bisa dibawa pulang", "Kurma bisa beli di Ampel, tapi ASIP nggak ada yang jual di sana", candanya. Kami sepakat, bahwa menyusui dan umroh sama-sama ibadah, maka tidak boleh saling mengganggu, sebisa mungkin berjalan beriringan. Sebelum berangkat, aku membuat to do list baik untuk keperluanku maupun untuk catatan di rumah selam...

Memerah ASI Ketika Dinas Luar Kota Sehari

Dinas luar kota pertamaku setelah kembali dari cuti melahirkan. Bawaanku bertambah karena harus membawa peralatan memerah ASI: cooler bag, ice gel, pompa ASI dan apron. Aku membawa dua ice gel untuk durasi 15 jam ternyata cukup. Ini masih trial sebenarnya karena belum pernah membawa ASIP selama ini sebelumnya. Di kantor, setelah memerah, biasanya ASIP langsung aku masukkan kulkas, cooler bag dan ice gel hanya untuk membawa ASIP di perjalanan saja. First thing to do after landing is pumping. Sengaja langsung jalan menuju ke terminal kereta bandara supaya bisa pumping setelah beli tiket sambil nunggu kereta. Eh ternyata nursery roomnya dikunci, dan tak ada petugas di sekitar situ, huhuhu. Jadilah aku pumping di lounge berbekal apron. Beberapa orang melihat ke arahku, tapi aku cuek saja. Toh tidak saling mengganggu. ✌✌ . . Aku baru pumping lagi ketika jam istirahat. Kali ini nebeng di Pojok Laktasinya Ditjen Kekayaan Intelektual. Well, sebenarnya ini bukan ruang ...

Cerita Memerah ASI Ketika Diklat

Awal bulan Oktober aku kembali masuk kantor setelah cuti melahirkan sela tiga bulan. Seminggu kemudian aku harus meninggalkan Rhea selama tiga hari karena harus mengikuti diklat dari kantor. Karena sudah mengetahui bahwa akan ada diklat, jauh hari aku sudah menyiapkan ASIP untuk kebutuhan Rhea. Selama diklat ke mana-mana bawa peralatan tempur (breast pump, cooler bag, ice gel dan apron). Berhubung nggak ada nursing room, jadilah pumping di pojokan ruangan saat istirahat tiba. Dilihatin orang sudah biasa, santai dan cuek aja. Untung punya teman perjuangan Mbak Ratna Ayu (dari Direktorat Keuangan), sekamar pula. Tengah malam, dini hari saling membangunkan dan menyemangati. Alhamdulillah we nailed it ya Mbak 💪❤ ASIP aku titipkan di resto hotel, dengan memasukkan ke wadah tertutup sebelumnya supaya tidak mudah terkontaminasi bahan makanan lain. Alhamdulillah kemarin ice gel disimpan di freezer ice cream dan ASIP disimpan di kulkas bersama minuman. Jangan lupa komunikasika...

Ramadhan dan Mudik Saat Hamil

Assalamualaikum. Halo teman-teman bagaimana ibadah Ramadhannya? Semoga lancar dan diterima oleh Allah SWT yaa. Tak lupa, aku ucapkan Selamat Idul Fitri 1439 H, Taqaballahu Minna wa Minkum. Semoga kita semua dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan. Aamiin. Ramadhan Saat Hamil Tahun ini Ramadhanku berbeda dari sebelumnya karena tengah hamil. Awalnya berharap bisa full puasa karena nggak akan menstruasi, tapi ternyata cuma bisa ikut puasa empat hari pertama saja. Ketika haus badan jadi lemas, kepala pusing dan mimisan. Memang, hamil kedua ini lebih ringkih rasanya, lebih banyak keluhan dibandingkan hamil pertama. Tapi alhamdulillah diberikan kekuatan untuk melewatinya hingga detik ini. Ibadah lainnya pun kemudian menyesuaikan kondisi. Aku lebih sering tarawih di rumah karena sering mimisan dan frekuensi BAK sudah meningkat. Jadi, sholatnya nggak bisa terusan sampai selesai, harus berhenti dulu buat menunaikan hajat lalu lanjut lagi. Untuk mengajipun, kadang sambil rebahan...

Menikmati Bali (Bagian 2)

Hari ketiga di Bali, aku bergabung dengan rombongan. Aktivitas hari ini lebih ringan dan bersahabat untuk ibu hamil macam aku. Aku kuat jalan jauh, tapi aku udah nggak bisa jalan cepet. Aku harus beberapa kali berhenti untuk istirahat dan minum. But I was so well, I enjoy this trip. Water Blow Nusa Dua Terletak di kawasan elitenya Bali, aku sebenarnya berpikir nggak worth it buat ke sini. Jalan lumayan di tengah terik matahari yang bikin keringetan, hanya untuk melihat semburan air laut ke batu karang yang buatku biasa saja. Aku pernah mbelani jalan dan naik ke bukit untuk lihat Seruling Laut di Pantai Klayar Pacitan, dan itu memang worth it . Karena merupakan kawasan elite, banyak hotel bintang lima di sini, dan tentu saja semuanya punya pantai pribadi. Akses yang bagus, bersih dan dijamin lebih privat. Nah, ini menarik kalau punya uang, karena harganya tentu saja nggak murah hahah. Pantai Pandawa Bali panasnya luar biasa, lebih panas dari Surabaya. Pantai i...

[Review] The Architecture of Love

Menikmati Bali kali ini, lebih banyak menghabiskan waktu sendiri. Melewatkan sesi outing hari ini karena kondisi. Membaca novel yang sebulan lalu kubeli. Lalu menemui seorang teman baik yang kukenal dari AIMI. Bercerita banyak sambil menikmati es krim di hadapan kami. Beberapa orang bilang ini mengenaskan? Masak iya yang seperti ini dibilang liburan? Iya, buatku ini sudah liburan. Ketika diri ini aku manjakan. Pergi untuk urusan kantor tapi tidak perlu bangun pagi, bisa sarapan tenang tanpa terburu buru karena tidak ada jadwal yang menunggui. Lalu menikmati hari melakukan aktivitas yang disukai. Dan akhirnya buku ini aku tuntaskan dalam sehari. Membaca selalu memberikan energi, menyentuh hati, memberikan jeda antara dulu, kini dan nanti. Kebiasaan favorit sejak kecil, dan hingga nanti. The Architecture of love bercerita tentang pertemuan Raia dan River di New York. Siapa sangka New York dengan segala gemerlap dan kesibukannya, yang disebut sebagai the city that never...

Semalam Di Makassar, Ketika Perut Sangat Dimanjakan

Makassar adalah surga kuliner, rasanya hampir semua setuju. Berderet daftar kuliner siap memanjakan selera Anda. Coto, Sop Konro, Palu Basa, Es Pisang Ijo, Pisang Epe, Mie Titi, Nasi Kuning. Sebulan yang lalu, ketika bertugas ke Makassar aku menyempatkan diri mencicipi beberapa kuliner andalannya antara lain Coto Nusantara, Konro Karebosi, Bakso Ati Raja, Sirup Markisa Tiara, Mantau dan Otak-Otak Bu Meitje. Bawaanku pun bertambah ketika pulang. Hehehe. Coto Nusantara Ini dia salah satu coto paling terkenal di Makassar. Lokasinya di Jalan Nusantara No 22 Makassar. Kalau dari Bandara ke Kota akan melewatinya. Depot Coto ini buka mulai jam 06.30 - 18.00 WITA. Suasana waktu itu cukup ramai, namun pelayanannya cepat. Aku memilih Coto Daging, satu porsinya dibandrol dua puluh ribu rupiah. Kalau Anda suka jerohan, Anda bisa memilih Coto Jerohan atau Coto Campur. Semangkuk Coto hangat mendarat dengan mulus di perutku yang memang sudah lapar waktu itu. Kuahnya kental, kaya akan bumb...

The Raharja Goes To Malaysia (Part 3)

Salah satu keuntungan menginap di daerah KLCC adalah dekat dengan bangunan paling terkenal di Malaysia yaitu Petronas Twin Towers. PTT berada satu kompleks dengan KLCC Park, KL Convention Center, Aquaria KLCC dan Suria KLCC. Di kanan kirinya ada banyak hotel, alternatif tempat menginap, tinggal ikut kemampuan kantong. Tempat yang tidak pernah sepi dari wisatawan, apalagi waktu itu ada perhelatan SEA Games. Jujur, tidak banyak tempat yang stuning sebenarnya di KL. Maka, selain Genting, yang masuk daftar kami adalah Aquaria, KLCC Park dan Twin Towers. Aquaria KLCC Terletak di basement KL Convention Center, Aquaria tidaklah sulit untuk ditemukan. Buka jam 10.00-18.00 dengan tiket seharga 69 RM untuk dewasa dan 59 RM untuk anak-anak. Aquaria punya lebih dari 5000 jenis ikan. Mulai dari yang kecil sampai yang besar. Ada yang di kolam, ada yang di akuarium. Yang paling menarik tentu saja akuarium berbentuk terowongan karena membuat kita dikelilingi ikan. Bintang seneng banget liha...