Skip to main content

Gerakan Hidup Sehat: Detox Buah dan Olahraga


"Exercise to be fit, not skinny. Eat well to nourish your body" (Anonim)

Salah satu resolusiku tahun ini adalah menerapkan pola hidup sehat. Dimulai dari menjaga makanan, detox dan olahraga. 

Detox buah
Aku sebenarnya sudah rutin melakukannya hampir setahun lalu. Sebulan sekali setelah siklus menstruasi, tapi karena siklus menstruasiku cenderung mundur, maka kemudian aku menjadwalkan tiap awal bulan. Biasanya aku melakukan detox buah selama tiga hari, pernah juga lima hari. Tergantung kondisi tubuh pada saat itu. 

Ketika melakukan detox buah, kita hanya boleh mengkonsumsi buah-buahan, sebisa mungkin buah-buahan non-pati dan memperbanyak asupan air putih, yaitu minimal 2 liter. Efek samping detox bisa berupa mual, pusing, sering BAK, BAB cair atau bahkan diare. Jangan berikan obat ketika efek samping tsb muncul, melainkan perbanyak asupan buah dan minum lalu istirahat.

Aku ingat, pertama kali nyoba detox, berujung aku dilarikan ke UGD oleh suami. Tubuhku lemas karena diare dan kepala pusing. Kesalahan waktu itu nggak pemanasan dulu. Langsung cut makanan lain selain buah. Selang dua atau tiga bulan kemudian, aku melakukan detox lagi. Tapi kali ini pakai pemanasan dulu. Hasilnya aku sukses melewati masa yang ditentukan, meskipun lemas dan diare tubuhku masih bisa mentolerirnya. Setelah selesai masa detox, berat badan biasanya akan turun 2-3 kilo. Beberapa waktu kemudian akan naik lagi, tapi tidak akan melebihi berat awal sebelum detox. Tubuh terasa enteng dan beberapa keluhanku seperti mudah capek atau kembung perlahan menghilang.

Selain detox buah, aku juga menjaga pola makan dengan mengurangi karbo, memperbanyak sayur dan buah, serta disiplin minum air putih minimal 2 liter per hari.


Olahraga
Langkah penting lainnya dalam menjaga hidup sehat adalah olahraga. Nah, olahraga yang aku pilih adalah Yoga dan jalan kaki. Yoga biasanya aku lakukan dua kali sehari, plus satu kali kelas Yoga di kantor tiap rabu. Sedangkan untuk jalan kaki, aku biasanya melakukannya di akhir pekan. Alasannya tidak diburu-buru waktu memasak dan belanja. Baik untuk yoga (di rumah) dan jalan kaki biasanya memakan waktu tiga puluh menit. Apabila diimbangi dengan olahraga teratur, kondisi tubuh aku akui lebih bugar. Emosipun lebih stabil. Berat badan, perlahan tapi pasti turun perlahan, dan itu lebih stabil. Nggak kayak diet-diet lain, yang pasca diet turun banyak lalu beberapa waktu kemudian naik lagi. 

Semoga tetap istiqomah ya menjaga pola hidup sehat ini, demi kehidupan yang lebih baik di kemudian hari.

Did you ever realize how much your body loves you? It's always trying to keep you alive. It's making sure you breathe while you sleep, stopping cuts from bleeding, fixing broken bones, finding ways to beat the illnesses that might get you. Your body literally loves you so much. It's time you start loving it back.

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2010

Seperti tahun - tahun sebelumnya, ketika penghujung tahun dan menjelang pergantian ke tahun yang baru, saya biasanya memberikan waktu untuk merenung. Merefleksi segala yang telah terjadi di tahun itu. Memahami dan mempelajari, mengapa bisa terjadi seperti itu, dan tentu saja belajar dari kejadian tersebut, mengambil hikmah darinya. Setelah itu, saya menyusun daftar resolusi, ambisi dan harapan untuk satu tahun ke depan. And h ere's my must to do list for the upcoming year 2010: Hold tighter to my faith. Meningkatkan iman dan takwa. Jadi lebih religius. Menjauhi larangan dan melaksanakan segala perintah-Nya. Sholat lebih khusyu', ngajinya harus lebih rajin, infaqnya nggak boleh berhenti. Nggak hanya ngerjain yang wajib, tapi yang sunah juga. Jadi lebih dewasa dan bijaksana. Kata pepatah "menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa itu pilihan". Dan saya memilih yang kedua, I'm still trying to.. Positive thinking. Biar nggak cepet stres. Konon, positive thinkin...

Pria Enggak Mau Wanita Pedekate Lebih Dulu

KOMPAS.com - Apa yang sebenarnya diharapkan pria dari sosok wanita, sehingga ia tak mungkin berpaling kepada wanita lain? Aih... kesannya sungguh sulit. Namun menurut Lisa Daily, kolumnis relationship dan penulis buku Stop Getting Dumped , hal ini bukannya tak mungkin. Dalam bukunya, Daily menjamin kita bisa menemukan pria impian, dan menikahinya dalam waktu tiga tahun atau kurang. Ia sendiri mengikuti nasihatnya sendiri, dan menikah dengan pria impiannya, yang melamarnya di puncak Menara Eiffel setelah berpacaran 6 bulan. Daily telah mewawancara ratusan pria single untuk mengetahui apa sih yang membuat wanita berpotensi menjadi istri mereka. Coba lihat beberapa penemuannya: 1. Anda memiliki banyak aktivitas . Dengan demikian, Anda bisa menyibukkan diri tanpa harus bergantung pada keberadaan si dia. Anda bebas bepergian dengan teman-teman atau keluarga. "Anda tak perlu mengharapkan kekasih untuk selalu ada di sisi Anda," ujar Daily. Dengan kata lain, Anda tak perlu menunggu ...

Antara Aku, ASI dan Surabaya

Kata orang, tinggal di kota besar perlu banyak biaya. Barang yang murah hampir tiada. Kerasnya hidup kian terasa. Dan itu memang benar adanya. Meski begitu, ada sisi menyenangkan dari tinggal di Surabaya. Banyak pilihan yang tersedia. Yang paling kerasa adalah dokter dan rumah sakit banyak adanya. Aku jadi bisa milih mana yang paling pas dengan kebutuhan dan kantong tentu saja. Di Surabaya. Salah satu mimpiku terwujud. Bisa IMD, rooming in dan ketemu konselor laktasi. Hingga bisa lancar menyusui. Bisa nyetok ASIP bahkan mendonorkannya kepada mereka yang membutuhkan. Sekarang  Bintang sudah lulus ASI ekslusif. Senang bisa melewati seperempat perjalanan menyusui. Memang sih biaya dokter dan RS lebih mahal di Surabaya. Tapi jauh lebih menyenangkan dan memudahkan ketimbang hidup di kota kecil yang dokternya masih jarang atau malah nggak ada. Aku bersyukur tinggal di Surabaya. Ah ya, Surabaya memang punya banyak cerita b...