Skip to main content

Singapore Trip (Day 4)

Hari ini adalah hari terakhirku di Singapore. Tujuan utama hari ini mengunjungi Singapore Management University. Untuk menuju SMU kami naik MRT, bisa sih sebenarnya jalan kaki, tapi lumayan juga, nggak lucu kalau kami keringetan sampai sana. Di SMU kami punya dua agenda, yang pertama ada info session di Lee Kong Chian School of Business, yang letaknya di atas Brash Basah station. Karena belum sarapan, kami mampir sarapan dulu di kantinnya LKCSB.


Setelah dari LKCSB, kami diajak campus tour, mengunjungi student center, swimming pool, staff lounge. Staff loungenya enak banget, ruang pertemuan casual di setting ala cafe, dilengkapi ruang karaoke dan meja bilyard. Waktu itu aku meeting di ruang karaoke, heheh. I was so excited to know their campus facilities. Ruang diskusi untuk mahasiswanya super sekali. Dilengkapi televisi, PC, quite room (ruangan untuk tidur) dan pantry. Sangat nyaman dan buka 24 jam.







Sepulang dari SMU, kami mampir makan di Qi-Ji. Sengaja memilih Nasi Lemak karena lapar dan harus geret koper dari hotel ke Bugis Station sorenya. Setelah makan, kami balik ke hotel buat ambil koper. Lalu bertolak ke Changi pakai MRT.

Sesampainya di Changi, setelah mendaftarkan bagasi aku sholat. Prayer room di sini tidak dikhususkan bagi umat Muslim. Di signagenya disebutkan kalau semua pemeluk agama bisa berdoa di tempat ini. Tapi jangan khawatir, tetap ada batas suci kok. Di ruang depan, ada rak sepatu dan bangku panjang. Di ruangan dalamnya ada tempat wudhu, kursi, rak tempat menyimpan peralatan ibadah dari berbagai agama.


tempat wudhu


Seusai sholat, kami jalan ke gate, di perjalanan lha kok menemukan kursi pijat gratis. Tentunya tidak kusia-siakan donk, pijit sekitar lima belas menit cukup menyegarkan. 



So, it's time for me to continue my journey. Bye Singapore, thanks for the wonderful experience. You will be missed. 

Comments

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Aku dan Freezer = Pembuktian :)

Suka yang aneh - aneh. Doyan belanja. Boros. Keras kepala. Pemimpi. Itulah komentar orang - orang sekitar pas tahu aku berencana beli freezer baru karena freezer yang lama udah nggak muat buat ASIP. Sempat stress juga karena omongan tersebut. Tapi mereka kan nggak pernah berada di posisiku. Mereka nggak pernah pompa ASI kayak aku. Sempet kendur juga ketika disodori pertanyaan "emang bakal penuh?", "kalau udah nggak dipakai mau diapakan?". Hmm... Akhirnya aku tetap pada keputusanku, beli freezer baru. I don't care with all they said any longer. Modal utamaku cuma bismillah. Dan ketika freezer itu datang, apa yang terjadi? Aku menangis haru saat tahu freezer itu akhirnya penuh, bahkan nggak muat untuk ASIP yang ada setelah botol - botol yang berceceran (baca: dititipkan di mana - mana) dikumpulkan dan dipindahkan ke situ. Alhamdulillah wa syukurillah, aku berhasil membuktikan bahwa freezer ini emang worth to buy . Aku membuktikan kalau aku bisa ...

Menggapai Bintang

Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Keluar dari semua dominasi Meraih semua mimpi yang kau miliki Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Dan aku tak akan menahanmu lagi Meski dengan berat hati Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Menyibak langit kelam yang selama ini memayungi Demi menemukan bintang yang paling terang untuk kau jadikan teman hidupmu nanti Hari di mana kemungkinan untuk pergi datang lagi...