Aku nggak ngerti harus gimana lagi aku menghadapimu. Sejujurnya aku nggak pernah pengen menghindarimu sedemikian rupa, apalagi membencimu. Tapi kamu terlalu menjengkelkan untuk diladeni. SMS dengan pertanyaanmu yang selalu sama, "Hai Na, pa kabar?", benar - benar membuatku bosan. Seperti tak ada kalimat lain saja. Aku sudah berkali - kali bilang klo aku bosan dengan pertanyaanmu itu, tapi toh kamu tetap keukeuh dengan SMS super sialanmu itu. Yawda, akhirnya sekarang aku putusin buat nggak nggubris semua SMS atau teleponmu, nggak peduli kamu mo hubungi aku berapa juta kali. I really don't care. Jujur ya... aku ilfil banget ma kamu pas aku kirim SMS lebaran kemaren kamu malah dengan pedenya nggak kirim ucapan balik, malah kirim SMS yang bunyinya kaya gini "Hai Na, udah di madiun belum??". Damn!!! orang ini kok nggak nyambung banget gini ya... Oh no... ke laut aja ya...
Seperti tahun - tahun sebelumnya, ketika penghujung tahun dan menjelang pergantian ke tahun yang baru, saya biasanya memberikan waktu untuk merenung. Merefleksi segala yang telah terjadi di tahun itu. Memahami dan mempelajari, mengapa bisa terjadi seperti itu, dan tentu saja belajar dari kejadian tersebut, mengambil hikmah darinya. Setelah itu, saya menyusun daftar resolusi, ambisi dan harapan untuk satu tahun ke depan. And h ere's my must to do list for the upcoming year 2010: Hold tighter to my faith. Meningkatkan iman dan takwa. Jadi lebih religius. Menjauhi larangan dan melaksanakan segala perintah-Nya. Sholat lebih khusyu', ngajinya harus lebih rajin, infaqnya nggak boleh berhenti. Nggak hanya ngerjain yang wajib, tapi yang sunah juga. Jadi lebih dewasa dan bijaksana. Kata pepatah "menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa itu pilihan". Dan saya memilih yang kedua, I'm still trying to.. Positive thinking. Biar nggak cepet stres. Konon, positive thinkin...
Comments