Skip to main content

Bintang: 19 Bulan


Anak lelakiku sekarang beranjak besar. Alhamdulillah sudah melewati masa GTM, sudah mulai makan secara teratur dengan porsi yang dianjurkan untuk usianya. Meskipun beratnya belum menunjukkan penambahan yang signifikan tapi tetap bersyukur. Bintang akan aku jadwalkan untuk menjalani screening HB untuk memastikan angka HBnya normal. Rencananya akan ke DSA lain untuk mencari second opinion karena DSA langganan mulai menyinggung soal sufor. :(

Terlepas dari tantangan menaikkan BB, ada banyak pencapaian Bintang untuk bulan ini. Salah satunya adalah toilet training. Dalam waktu kurang dari dua minggu menjalani training, Bintang sudah 90% lulus toile training untuk BAK. Sedangkan untuk BAB masih 60% karena waktu BAB masih belum teratur. Harus nunggu kode dari dia dulu baru bisa dibawa ke kamar mandi, beda dengan BAK yang sudah teratur jamnya. It's so amazing how a baby could learn a new thing so fast.

Pencapaian lain yang tak kalah membanggakan adalah Bintang tidak tersentuh susu formula sama sekali dan berhasil untuk tidak berkenalan dengan dot sampai detik ini. Alhamdulillah banget. Thanks a lot buat Mbah yang telaten memberi ASIP melalui soft cupfeeder dan cupfeeder. Sekarang Bintang sudah lancar pakai gelas tanpa bantuan. Menyusunya masih kuat, kalau pas di rumah bisa ditemplok terus-terusan. Paling menyenangkan adalah melihat binar matanya begitu aku sampai rumah. Dia akan menghambur ke arahku, memelukku lalu bilang "nenen yookkk". Menyusu adalah candu buat Bintang, pusat segala kenyamanan baginya. Namun sebaliknya menyusui juga membuatku mencanduinya. Aku menikmati proses berdekapan, bersentuhan dan bertatapan dengan Bintang setiap kali menyusuinya. It's really such a blessing moment.

Alhamdulillah Bintang dilimpahi kesehatan. Energinya seperti tak ada habisnya. Tingkah polahnya selalu bisa menghibur hati.

Sehat terus ya Mas, jadilah anak yang sholeh dan bermanfaat bagi sesama. Aamiin.

Comments

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Cerita Dari Jogja (Part 2)

Bandara Adi Sucipto: tampak depan Kali ini aku akan bercerita tentang bandara yang ada di Jogja, yaitu Adi Sucipto International Airport. Meskipun bertaraf internasional, bandara ini termasuk kecil secara luasan bangunan dan landasan. Beda jauh dengan bandara Juanda di Surabaya atau Soekarno Hatta di Jakarta. Ruangan kedatangan domestiknya nggak terlalu gede, bisa dikatakan kecil malah, "cuma" dilengkapi tiga baggage claim.  boarding room antrian masuk pesawat Untuk boarding room, berbeda dengan bandara lainnya yang bebentuk persegi panjang, di bandara ini bentuknya setengah lingkaran. Karena jumlahnya cuma satu, maka penumpang dari berbagai maskapai akan bercampur baur di sini. Boarding room ini dilengkapi 4 gate untuk naik pesawat. Cuma kemarin pas aku check in , di boarding pas s ku tertera gate 0. Berhubung ini baru pertama kali terjadi, daripada tersesat di bandara, aku bertanya ke salah satu petugas yang ada. Dari beliau, aku mendapatkan informa...

Menggapai Bintang

Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Keluar dari semua dominasi Meraih semua mimpi yang kau miliki Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Dan aku tak akan menahanmu lagi Meski dengan berat hati Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Menyibak langit kelam yang selama ini memayungi Demi menemukan bintang yang paling terang untuk kau jadikan teman hidupmu nanti Hari di mana kemungkinan untuk pergi datang lagi...