Wednesday, June 14, 2017

Berkutat dengan Keuangan


Halo... Sudah lama ya nggak posting di blog. Sebenarnya ada beberapa postingan yang sudah masuk daftar, namun kerjaan kantor lagi banyak-banyaknya jadi baru sekarang bisa come back. Hehe. Oiya, bagaimana puasanya teman-teman? Semoga diberikan kelancaran dan ibadahnya diterima oleh Allah. Aamiin

Sebenarnya sudah sejak lama aku ingin menuliskan kesibukan baruku sejak aku moved out dari IOP. Mulai pertengahan tahun lalu, aku diberi amanah tambahan sebagai PUMK (Pemegang Uang Modal Kerja) atau Bendahara di unitku. Selama setengah tahun aku berguru ke Mas Bagus, Bendahara Umum Universitas, di mana anggaran unitku dititipkan. Dealing about finance makes me learn a lot. Bagaimana menyusun anggaran, mengatur cash flow, mencairkan cek, membayar aneka tagihan, mengurus perjalanan dinas, menyusun laporan pertanggungjawaban, memasukkan data keuangan di sistem, mencairkan gaji, belajar pajak, and many more. It's totally different with the thing I used to handle, partnership. Ketelitiannya harus double or even triple dah. Berguru dan tandem dengan Mas Bagus rasanya memang tepat, uang yang dihandle lebih banyak dan permasalahannya lebih kompleks. Thanks a lot Mas, I owe you so much.

Berbeda dengan kerjasama yang load kerjaannya up and down, load di keuangan lebih stabil dan teratur. Akhir bulan mencairkan gaji, awal dan tengah bulan jadwalnya SPJ. Kalau di kerjasama banyak rapat, seremoni dan ketemu banyak orang, di keuangan kerjanya di balik layar. Dua hal yang berbeda, tapi aku mulai terbiasa dan bisa menikmatinya, meski tentu saja porsi kerjasama yang aku tangani jadi berkurang banyak.

Kalau ditanya passionku di mana, dengan mantap aku menjawab kerjasama. Tapi, keuangan sepertinya my second passion, hehehe. Aku pernah baca di satu buku, tapi aku lupa buku apa, di buku itu disebutkan bahwa sebenarnya kalau seseorang mau menggali potensi diri lebih lanjut, kemungkinan besar dia punya lebih dari satu passion, namun dengan grade yang berbeda. Anyway, aku senang diberi kesempatan ini, bisa menambah pengalaman dan teman. Semoga aku bisa menjalankan amanah ini dengan baik, aamiin.

Friday, May 26, 2017

Gerakan Hidup Sehat: Detox Buah dan Olahraga


"Exercise to be fit, not skinny. Eat well to nourish your body" (Anonim)

Salah satu resolusiku tahun ini adalah menerapkan pola hidup sehat. Dimulai dari menjaga makanan, detox dan olahraga. 

Detox buah
Aku sebenarnya sudah rutin melakukannya hampir setahun lalu. Sebulan sekali setelah siklus menstruasi, tapi karena siklus menstruasiku cenderung mundur, maka kemudian aku menjadwalkan tiap awal bulan. Biasanya aku melakukan detox buah selama tiga hari, pernah juga lima hari. Tergantung kondisi tubuh pada saat itu. 

Ketika melakukan detox buah, kita hanya boleh mengkonsumsi buah-buahan, sebisa mungkin buah-buahan non-pati dan memperbanyak asupan air putih, yaitu minimal 2 liter. Efek samping detox bisa berupa mual, pusing, sering BAK, BAB cair atau bahkan diare. Jangan berikan obat ketika efek samping tsb muncul, melainkan perbanyak asupan buah dan minum lalu istirahat.

Aku ingat, pertama kali nyoba detox, berujung aku dilarikan ke UGD oleh suami. Tubuhku lemas karena diare dan kepala pusing. Kesalahan waktu itu nggak pemanasan dulu. Langsung cut makanan lain selain buah. Selang dua atau tiga bulan kemudian, aku melakukan detox lagi. Tapi kali ini pakai pemanasan dulu. Hasilnya aku sukses melewati masa yang ditentukan, meskipun lemas dan diare tubuhku masih bisa mentolerirnya. Setelah selesai masa detox, berat badan biasanya akan turun 2-3 kilo. Beberapa waktu kemudian akan naik lagi, tapi tidak akan melebihi berat awal sebelum detox. Tubuh terasa enteng dan beberapa keluhanku seperti mudah capek atau kembung perlahan menghilang.

Selain detox buah, aku juga menjaga pola makan dengan mengurangi karbo, memperbanyak sayur dan buah, serta disiplin minum air putih minimal 2 liter per hari.


Olahraga
Langkah penting lainnya dalam menjaga hidup sehat adalah olahraga. Nah, olahraga yang aku pilih adalah Yoga dan jalan kaki. Yoga biasanya aku lakukan dua kali sehari, plus satu kali kelas Yoga di kantor tiap rabu. Sedangkan untuk jalan kaki, aku biasanya melakukannya di akhir pekan. Alasannya tidak diburu-buru waktu memasak dan belanja. Baik untuk yoga (di rumah) dan jalan kaki biasanya memakan waktu tiga puluh menit. Apabila diimbangi dengan olahraga teratur, kondisi tubuh aku akui lebih bugar. Emosipun lebih stabil. Berat badan, perlahan tapi pasti turun perlahan, dan itu lebih stabil. Nggak kayak diet-diet lain, yang pasca diet turun banyak lalu beberapa waktu kemudian naik lagi. 

Semoga tetap istiqomah ya menjaga pola hidup sehat ini, demi kehidupan yang lebih baik di kemudian hari.

Did you ever realize how much your body loves you? It's always trying to keep you alive. It's making sure you breathe while you sleep, stopping cuts from bleeding, fixing broken bones, finding ways to beat the illnesses that might get you. Your body literally loves you so much. It's time you start loving it back.

Bintang is Turning Five


Raising a child with special needs has been challenging, a hard work for us as the parents. Yet, having you in our life is the thing we'll be forever grateful, no regret.

Today you're turning five. Thank you for generating so much energy in our home. Because of you, every day of life is packed with adventure, new discoveries and fun. Wishing you abundant blessing, health and happiness.

We love you to the infinity and beyond.

Surabaya, May 5, 2017

Tuesday, May 23, 2017

Critical Eleven


Alkisah, Jumat kemarin Bapak masuk rumah sakit pasca terjatuh di pekarangan saat menyiram tanaman, kesibukannya setelah pensiun. Aku pun kemudian pulang, menunggui di RS. I was bored as I had nothing to do to kill the time, aku memutuskan untuk jalan kaki ke mall terdekat, beli buku. Aku menamatkan buku ini kurang dari 24 jam, luxurious me time I rarely had nowdays.

This book is really recommended. Alurnya bagus, ceritanya bagus, emosinya ngena banget. Banyak pelajaran yang bisa didapatkan. Tentang independensi, tentang komitmen dalam pernikahan, tentang kehilangan, tentang berjuang menyembuhkan sakit hati.


  1. Kadang hidup lebih menyenangkan saat kita tidak punya ekspektasi apa-apa. Whatever happens is neither good nor bad, it just happens.
  2. Hidup ini jangan dibiasakan menikmati yang instan-instan, jangan mau gampangnya saja. Hal -hal terbaik dalam hidup justru seringnya harus melalui usaha yang lama dan menguji kesabaran dulu.
  3. Ada banyak hal dalam hidup ini yang mungkin tidak akan dimengerti orang-orang yang belum mengalaminya sendiri.
  4. Kata orang, waktu akan menyembuhkan semua luka, namun duka tidak semudah itu bisa terobati oleh waktu. Dalam hal berurusan dengan duka, waktu justru sering menjadi penjahat kejam yang menyiksa tanpa ampun, ketika kita terus menemukan dan menyadari hal baru yang kita rindukan dari seseorang yang telah pergi itu, setiap hari, setiap jam, setiap menit. It never gets easier.
  5. The best thing for being sad is to learn something. That is the only thing that never fails. You may grow old and trembling in your anatomies, you may lie awake at night listening to the disorder in your veins, you may miss your only love, you may see the world about you devastated by evil lunatics, or know your honour trampled in the sewer of based mind. There is only one thing for it then, to learn. Learn why the world wags and what wags it.
  6. In life, there are no heroes and villains, only various states of compromise.
  7. What's between a man and woman in a marriage is only between the man and the woman.
  8. Marriage is a little bit like gambling, isn't it? Bahkan lebih berisiko daripada berjudi. In marriage, when we win, we win big. But when we lost, we lost more than everything. We lost ourselves, and there's nothing sadder than that.
  9. We didn't know what we really wished for.
  10. To women, how you deliver the message is sometimes more important than message itself.
  11. Hujan dan kenangan bukan perpaduan yang sehat untuk seseorang yang sedang berjuang melupakan.
  12. Kita sering lupa kisah cinta sejati itu tidak harus dari buku dan film yang mengaduk-aduk emosi saking pintarnya si penulis atau sutradaranya. Kisah cinta paling indah sebenarnya adalah yang ditulis Tuhan sendiri dan nyata di sekeliling kita.
  13. Namun jika sudah takdir, nggak akan ada yang bisa menghentikan seluruh semesta ini berkonspirasi untuk membuat yang harusnya terjadi itu terjadi.
  14. Buying the ring is one thing, but proposing is a whole other thing.
  15. If we got all that covered, everything else will take care of itself, right?
  16. Banyak teori yang membahas seberapa besar sebenarnya kapasitas otak kita, tapi tidak ada yang pernah membahas kapasitas hati. Seberapa banyak dan seberapa dalam emosi yang sebenarnya kuat ditanggung hati kita, dan seberapa lama, sampai kita meledak atau menyerah.
  17. Tidak ada yang lebih menyakitkan dan menyedihkan dibanding dikhianati diri sendiri.
  18. Orang yang membuat kita paling terluka biasanya adalah orang yang memegang kunci kesembuhan kita.
  19. Kalau kita berbuat baik dan benar dan bisa membahagiakan orang, kita akan mendatangkan cinta buat sekitar dan diri sendiri.
  20. A dream is a wish that your heart makes.
  21. Some wish remains a wish for as long as we life. Bukan karena kita kurang berusaha, namun karena memang sudah begitulah takdirnya.
  22. Banyak hal di dunia ini yang semakin mudah jika semakin sering kita lakukan.
  23. Hati punya aturan dan caranya sendiri.
  24. Kita punya sekelumit bagian dari hidup yang bisa melumpuhkan kita seketika, tanpa aba-aba.
  25. Life is the sum of our choices.

Monday, April 10, 2017

Semalam Di Pacitan

Ini bukan pertama kali aku ke Pacitan, aku sudah beberapa kali pergi ke sana. Maklum, kota di pesisir Pantai Selatan Jawa ini, jaraknya dekat dengan Madiun, kampung halamanku. Namun ini baru pertama kali aku menginap di sana karena perjalanan dinas bersama teman kantor. Bertolak dari Ponorogo sekitar jam empat lebih sore hari, di perjalanan kami disuguhi pemandangan mata hari terbenam ke balik gunung, ditemani arakan awan. Cantik sekali. Sampai Pacitan sudah malam, sekitar jam delapan. Perjalanan memakan waktu lebih lama dari biasa karena ada jembatan yang sedang diperbaiki akibat terkena longsor. Karena badan sudah capek semua, kami pun langsung istirahat. Apalagi sore sebelum berangkat kami sudah mampir makan Sate di Ponorogo.


Hotel Prasasti Pacitan
Kami menginap di Hotel Prasasti Pacitan yang terletak di Jalan Imam Bonjol No 8 Pacitan, samping barat Alun-Alun Pacitan. Bagunan hotelnya bagus, tapi begitu masuk ke lobi dan mendapati area yang dipenuhi meja dan kursi makan, aku langsung tahu kalau sarapannya akan tampil sederhana. Dan ternyata tebakanku benar adanya. Aku mendapatkan kamar di lantai tiga, tidak ada lift di hotel jadi harus naik turun tangga. Kalau cuma jalan saja sih sebenarnya tidak mengapa, tapi kalau lagi bawa banyak barang ya lain cerita.

Kamar yang kami pesan adalah kamar tipe deluxe. Perabotannya sudah mulai ketinggalan zaman. Kamar mandinya tidak terlalu bagus dan bersih, dilengkapi dengan bath up namun penutup saluran buangnya tidak ada, ya sama saja nggak bisa dipakai berendam deh. Malam itu aku hanya cuci muka dan gosok gigi, lalu pergi tidur. 



Paginya, sebelum mandi dan sarapan aku pergi ke Pantai Teleng bersama Mbak Lilin, Mas Yusri, dan Mas Zainul. Meeting kami baru mulai jam sembilan pagi, daripada bengong mending ke pantai, apalagi pantainya dekat dengan hotel, sekitar 3 KM dari hotel. Baru saja sampai pantai eh gerimis, tapi tidak menyurutkan niatku dan Mbak Lilin untuk menikmati vitamin sea. Main ke pantai hukumnya wajib menikmati deburan ombak. Jadi kami berjalan ke arah datangnya ombak, menikmati kaki kami disapu ombak untuk beberapa saat. Tapi kami tidak berani jalan terlalu ke tengah, karena ombak pada saat itu sedang tinggi.

Pantai Teleng mempunyai luas sekitar 40 hektar dengan garis pantai yang cukup panjang, yaitu 2,5 KM. Pantai Teleng diapit oleh pegunungan, sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan pegunungan dan pantai yang menyatu di satu waktu. Sarana dan prasarana di pantai ini sudah memadai, paling memadai di antara pantai-pantai lain di Pacitan. Ada persewaan alat pancing, persewaan tenda dan camping ground. Kayaknya asyik juga ya kemah menikmati suasana alam tapi tidak terlalu jauh dari fasilitas umum, apalagi untukku yang punya balita. Boleh tuh kapan-kapan dicoba.

Di pantai ini terdapat pelabuhan dan Tempat Pelelangan Ikan sehingga tak sulit bagi pengunjung untuk menemukan ikan dan aneka olahannya. Tempo hari waktu berkunjung bersama keluarga, aku belanja ikan tuna asap, udang goreng, cumi goreng. Harganya relatif miring. Untuk olahan ikan yang paling terkenal adalah Tahu Tuna.

Setelah dari pantai, aku mandi dan sarapan. Sarapan yang tersedia hanya satu jenis, yaitu Gudeg Jogja. Sajian lainnya hanyalah teh, kopi, pisang dan Lemet Singkong. Sungguh sangat sederhana. Kupikir-pikir harga lima ratus ribu semalam terasa overprice kemudian. Hiks hiks hiks.



Siangnya, setelah meeting di Pemkab dan Jumatan, kami makan siang. Aku lupa nama restonya, yang pasti sih searah menuju Pantai Klayar. Mumpung di Pacitan, rasanya nggak afdol ya kalau belum mampir ke tempat wisata unggulannya. Tujuan kami kali ini adalah Pantai Klayar yang berjarak 40 KM ke arah barat kota Pacitan, tepatnya di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan. Perjalanan menuju ke sana memerlukan waktu sekitar satu setengah jam. 


 




Suasana Pantai Klayar siang itu sepi, maklum kami datang di hari dan jam kerja. Ombak sedang tinggi dan angin berhembus cukup kencang. Pantai ini mempunyai garis pantai yang sama dengan Pantai Teleng Ria. Sejauh mata memandang, pengunjung akan dimanjakan dengan hamparan pasir putih, batu karang dan tebing batu yang mengelilingi pantai. Pengunjung bisa juga menikmati pemandangan dari atas bukit.



Hal yang unik dan menarik dari Pantai Klayar adalah Seruling Laut. Fenomena di mana ada sebuah celah di batu karang yang ketika ombak datang dengan cukup keras, sebagian airnya masuk ke bawah batu dan menyembur ke atas seolah sebuah air mancur raksasa yang ketinggiannya bisa mencapai 10 m. Air mancur ni juga disertai dengan bunyi mirip seruling. Hal lain yang menarik adaah di deretan tebing di sisi timur pantai terdapat karang yang bentuknya mirip patung Sphinx di Mesir. Di sekitar pantai terdapat warung-warung yang menjual aneka makanan dan minuman. Fasilitas umum seperti toilet dan mushola sudah tersedia. Beberapa ratus meter dari pantai ada banyak homestay.

Sekian dulu ya cerita dari Pacitan. Tetap sehat dan tetap semangat, supaya kita tetap bisa jalan jalan bekerjasama dan berbisnis. 😉

Friday, March 24, 2017

Hari Terakhir di Papua, Berkeliling dan Berfoto

Ini adalah tulisan terakhir tentang perjalan ke Papua. Jarak antar tulisan sebelumnya cukup lama ternyata. Hehehe.

Hari terakhir di Papua, kami punya waktu setengah hari berkeliling karena pesawat kembali ke Surabaya sore hari. Sebelum ke bandara kami sempatkan melintas dan mampir ke beberapa tempat untuk berfoto.

Kantor Gubernur Papua
Sebenarnya letaknya tidak terlalu jauh dari hotel, jalan kaki juga bisa. Kantor yang beralamat di Jl. Soa Siu Dok 2 Jayapura ini punya view pantai dan hill of Jayapura di depannya. Asyik banget kan kalau kantor punya view bagus, bisa buat refreshing







Salah satu yang aku kurang nyaman dari Papua adalah penduduk setempat suka meludah sembarangan. Mereka punya kebiasaan makan sirih, baik laki-laki maupun perempuan. Ludah merah ini bahkan aku temukan di bandara coba, hiks hiks.

Ludah Merah bekas sirih :(


Pelabuhan Jayapura






Perjalanan menuju bandara
Foto-foto berikut aku rasa cukup bisa menjelaskan bagaimana tanah Papua. Sebagian tanahnya subur sedangkan sebagian yang lain tandus, tanah merah dan berbatu. Namun, Papua sungguh mempesona. Apalagi di beberapa daerah, selain disuguhi pemandangan pegunungan, kami juga disuguhi laut dan danau sepanjang jalan.

 






Yougwa Restaurant
Jarum jam sudah menunjukkan waktu makan siang. Kami mampir makan di Yougwa Restaurant yang searah dengan bandara. Bangunannya terapung di tepi Danau Sentani, asyik banget untuk menikmati pemandangan ditemani angin sepoi-sepoi.




Pesanan kami adalah Papeda, Cumi Rica-Rica, Tuming Kangkung Bunga Pepaya dan Sop Ikan. Ini adalah pengalaman pertamaku makan Papeda. Gak cocok deh sama lidahku, baru mau dikunyah udah langsung ngglenyer ke tenggorokan. Sagu enaknya dibikin bubur aja deh kalau buatku. Hehehe. Sop ikannya enak, tapi bukan favoritku juga. Aku pribadi lebih suka ikan digoreng daripada dibikin sop.




Beli oleh-oleh Abon Gulung 
Pemberhentian terakhir sebelum ke bandara adalah mampir ke Hawai Bakery, toko roti yang menjual abon gulung khas Manokwari. Roti ini tanpa pengawet, jadi hanya tahan 3 hari di suhu ruang atau 7 hari di kulkas. Rasanya memang enak sih, lembut. Abonnya gurihnya pas.



This trip is amazing. Thank you so much for Citilink Indonesia for inviting me to come to this wonderland. It's unforgettable.

We travel, initially, to lose ourselves; and we travel, next to find ourselves. We travel to open our hearts and eyes and learn more about the world than our newspapers will accommodate. We travel to bring what little we can, in our ignorance and knowledge, to those parts of the globe whose riches are differently dispersed. And we travel, in essence, to become young fools againg, to slow time down and get taken in, and fall in love once more. (Pico Lyer)

Thursday, March 23, 2017

Jajan Hemat Pakai Voucher dari Go-Points

Tahun ini go-jek mengeluarkan fitur baru bernama go-points. Setiap kali costumer melakukan transaksi (melalui go-kar, go-jek, go-food, dsb) akan diberikan satu token untuk dimainkan supaya mendapatkan points yang mana jumlah pilihan pointnya bervariasi. Jadi berapa point yang didapatkan tergantung keberuntungan ya. Sebagai nilai tambah, point yang didapatkan bisa ditukarkan dengan voucher dan diskon.

Sejauh ini points yang aku dapatkan baru aku tukarkan dengan voucher go-food. Untuk mendapatkan voucher go food senilai Rp 50.000,- diperlukan sebanyak 750 points. Points yang sudah ditukarkan dengan voucher mempunyai masa berlaku ya teman-teman jadi perlu diperhatikan supaya tidak sampai hangus. Kalau aku, baru menukarkan ketika akan transaksi.



Aku sudah tiga kali menukarkan pointsku, sudah aku pakai beli Tengkleng, Tteokbokki dan Pempek. Lumayan banget lho, jadi jajannya lebih hemat. Setelah ini beli apa lagi ya? 

Tuesday, March 07, 2017

Sambal Boh Limeng Khas Aceh

Yuhuuu, I'm back. Sudah lama ya nggak posting cooking project. Kali ini posting yang gampang dulu ya, yaitu resep Sambal Boh Limeng Khas Aceh atau yang dikenal juga sebagai Sambal Ganja. Eits, tapi nggak pakai Ganja ya dalam pembuatannya. Disebut Sambal Ganja karena bisa membangkitkan selera makan dan membuat ketagihan. Boh Limeng sendiri dalam Bahasa Aceh berarti Belimbing Sayur atau Belimbing Wuluh.

Resepnya aku dapat dari grup NCC, tapi semuanya pakai takaran sesuai selera, jadi ini aku sesuaikan dengan seleraku.



SAMBAL BOH LIMENG
Bahan:
150 gram udang rebus
15 cabai rawit
3 butir bawang merah
1 batang serai, ambil putihnya, iris tipis
2 lembar daun jeruk, iris halus
3 buah belimbing wuluh
garam secukupnya

Cara membuat:
1. Haluskan cabai, serai, bawang merah, daun jeruk dan garam.
2. Masukkan belimbing dan udang, uleg hingga tercampur dengan bumbu.


Rasanya enak ternyata, seger pedes. Beneran membangkitkan selera makan deh. Dimakan sama tahu tempe dan telur dadar enak banget. Aku waktu itu pakai sayur lodeh. Sedap sekali.

Selamat mencoba ya.

Happy cooking, happy eating!

Monday, February 20, 2017

Semalam di Aston Madiun

Yuhuu, kembali lagi dengan review hotel dulu ya. Minggu lalu aku tugas ke Madiun dan sekitarnya. Aku menginap di Aston MadiunHotel and Convention Center. Sengaja nggak pulang karena Bapak Ibu lagi ada acara, dan juga sudah teler tentunya. Aston terletak di Jalan Mayjend Sungkono No 41, lokasinya strategis, dekat dengan pusat kota. Kemana-mana dekat, yaiyalah Madiun kotanya kecil. Sejam keliling juga kelar.



Aku memesan kamar deluxe, tapi karena lagi kosong aku dapat ugrade ke kamar premier. Yippiee... Kamar premier ini luasnya 40 m2 dengan tempat tidur queen, jadilah aku seranjang berdua dengan Ninoi. Meski dilengkapi dengan sofa dan bangku panjang, spacenya masih cukup luas, bisa tuh main pingpong di situ. Hahaha.




Kamar mandinya dilengkapi dengan bath up, meski nggak sempet berendam saking capek dan ngantuknya. Aku suka deh showernya nggak menyatu sama bath up, jadi bisa guyuran dengan leluasa. 


Amenities di kamar mandinya lengkap dan dikemas cantik. Tersedia juga hairdryer. 




Anda bisa menikmati city view dari kamar, maklum gunung jauh dari kota. 


Untuk sarapan aku acungi jempol deh. Lengkap dan enak, perpaduan menu internasional dan menu lokal. 


I was so excited to find Nasi Jotos there. Langsung ambil tanpa pikir panjang. Nasi Jotos itu semacam nasi campur. Berisikan nasi, mie, kering tempe, telor dadar dan sambal. Bungkusnya pun otentik kertas minyak dilapisi daun pisang. Dimakan sama kerupuk puli. Ulalala, nikmat tiada tara. Bring back my teenage memory banget dah. 



Menu tradisional lainnya ada Nasi Pecel dan Lontong sayur. Ada juga aneka kue dan jajanan tradisional. Lalu ada meja panjang yang berisikan cemilan tradisional seperti rangginan, keripik, kacang dan madumongso. Feel like at grandma's home deh. Urusan makanan Aston nih memuaskan lah, di Jayapura kemarin juga meski menu makanannya nggak selengkap yang di Madiun.


Wifi di sini bagus, pelayanannya cepat dan bagus. I love staying at Aston.