Wednesday, June 19, 2019

Menu MPASI: Tumis Kangkung


Assalamualaikum.
Lama gak posting di sini karena berbagai hal, mari mulai posting lagi, diawali dengan menu MPASInya Rhea. Alhamdulillah Rhea pemakan segala, meski malas makan tapi tetap mau makan meski porsinya lebih sedikit dari seharusnya. Aku masih setia menggunakan MPASI panduan WHO karena mudah, terjangkau dan mengedepankan kearifan lokal.

Hari ini masak request suami @afikraharja : Tumis Kangkung, Tempe Goreng dan Rempeyek Udang, plus pepaya. Mohon dimaklumi bentuk rempeyeknya yang gak oke 😅

Rhea juga makan menu ini tentu saja. Untuk Rhea, aku ambil sedikit ketika kangkung dan tahu sudah matang kemudian dicincang. Untuk menu keluarga cabai merah dan rawit ditumis terpisah, tambahkan gula, garam, merica dan kecap. Cabai rawitnya diutuhin supaya Bintang bisa makan.

Hari ini ada insiden. Harusnya aku ambil sebagian udang untuk Rhea sebelum dibuat rempeyek, tapi lupa. Baru ingat ketika rempeyek sudah matang. 😌😅 Lauk Rhea kemudian diganti telur orak arik.

Untuk makan siang dan malam Rhea menunya kali ini beda dengan menu keluarga, mengingat kangkung kalau dicampur ke makanan lama jadi berair. Aku bikin mashed potato suka-suka, isi kentang tumbuk kasar, kacang polong, kembang kol, daging giling kukus bumbu bawang putih cincang sama butter, plus parutan keju. Sedangkan makan malam kami, insyaallah mau menghabiskan bluder karena lusa mau pergi lagi.

#MPASIRumahan #MPASIAIMI #MPASIPerjalanan #MPASIkearifanlokal #pedomangiziseimbang #homecooking #masaksendiri #dapurrumahpelangi #catatanmpasirhea #rheamakan

Monday, February 18, 2019

Bapak Berpulang


Innalillahi wa innailaihi rajiun. Allahummagfir lahu warfamhu waafihi wa'fu 'anhu.

Telah berpulang ke rahmatullah suami, bapak, kakek kami tercinta Bapak Toto Wahyudi pada Ahad, 27 Jumadil Awwal 1440 H (Sabtu, 2 Februari 2018) jam 20.30 di Madiun.

Saya atas nama keluarga menyampaikan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu kami sebelum, selama dan sesudah pemakaman. Doa, bantuan dan dukungan Bapak/Ibu sangat berarti bagi kami. Jazakallahu khairan.

Kami mohon Bapak/Ibu dapat memaafkan kesalahan almarhum semasa masih hidup. Kemudian, apabila almarhum mempunyai hutang, mohon dapat disampaikan kepada kami agar bisa kami selesaikan.

Kami yang berduka cita,
Hartatik
Ratna Wahyu, Afik, Bintang, Rhea
Febrian, Ratna Budhi, Shakeena

Thursday, January 31, 2019

[Review] Crazy Rich Asians

Hasil gambar untuk crazy rich asian, film



Crazy Rich Asians is the first film I watched this year. I'm glad to know that this film is a great one. The film taught me many life lessons. A woman should be brave, tough and independent to pursue her life. Rachel and Astrid are my fave characters.

This film is about Nick Young and Rachel Chu love's story. Nick brought Rachel to Singapore to his best friend's wedding along to meet his crazy rich family, that he never told Rachel before. It's quite challenging for Rachel to bring herself into Nick's family as they have different life style and culture. Rachel surprised to found that Eleanor, Nick's mom told her that she was not enough for Nick. She tried to mend. But then she was shocked when Eleanor told her the fact about her family after Eleanor hire private investigator. Nick was very angry, he's done making an excuse about his family. He's on his determination to marry Rachel. 

"I'm not leaving because I'm scared, or because I think I'm not enough. Because maybe for the first time in my life, I know I am."

I love the way Rachel dealing with Eleanor, in a elegant way. She's brilliant in arguing about their relationship. Rachel told Eleanor that Nick proposed her the day before, but Rachel turned him down. Not because she didn't want to, but she doesn't want Nick lose his family. She noted that if Nick choose the family over her, Nick might spend the rest of his life resenting Eleanor. When Eleanor said "only a fool folds a winning hand", Rachel replied that she loves Nick so much and willing to sacrifice her happiness for his and to remember that when Nick finds someone else, another lucky girl, in the future who Eleanor approves of and is happily married that it was her, just a daughter of a low-class immigrant and a nobody, who made it all possible. Rachel left it all clear before leaving back to America, to let Eleanor know exactly what's happening.

"But let's be clear. The problem with our marriage isn't my family's money. It's that you're a coward. You gave up on us. But I've just realized, it's not my job to make you feel like a man. I can't make you something you're not."

And about Astrid, I love how she deal with her husband, Michael, who has an affair during their marriage.  She didn't want to make a scene when she found someone text Michael "the bed feels empty without you" during the party. Another day, Astrid confronted about that to Michael, her husband, on their way to the wedding. Michael tried to it  around on her for making him feel inferior with her constantly buying expensive items. Michael got out of the car to leave her attending the wedding alone. Astrid conquer it. She kept going to the wedding accompany her grandma without Michael. 

Watching this film where Singapore is its main location reminds me about every corner of Singapore I visited, the memories linger on. Well, I love this city. Modern, very clean, well organized and comfort. Gardens by the bay scene makes me want to fly there, my favorit spot in Singapore. I love strolling around the garden in the evening and end my day watching Gardens Rhapsody, when the super trees come alive at night with a dazzling display of light bursting across the sky and exhilarating sound. For me, it's just perfect.

P.S I suggest you to read another review of this film in different point of view which is just out of the box here

Saturday, December 22, 2018

Pelajaran Dari Secarik Boarding Pass


Aku paling cerewet soal boarding pass, selalu berpesan "Tolong disimpan baik-baik, jangan hilang. Kalau takut hilang, sebaiknya web check in". Tapi toh ternyata masih adaaa aja yang ngilangin boarding pass dan gak mau web check in dg sejuta alasan. Kalau ditanya jawabnya macam - macam, ada yg rendah hati mengakui, ada yg ngeles, ada yg macak polos baru tahu (padahal sebelum berangkat sudah dikasih tahu), ada yg malah balik nanya "emang pak rektor juga ngumpulin boarding pass?". Tentu donk, rektor juga ngumpulin boarding pass. FYI, beliau tertib lho soal boarding pass. Kalau lagi dinas bareng, begitu turun dari pesawat langsung diserahkan ke aku. .
.
Pun, para atasanku lainnya Pak @junaidikhotib dan Pak @therunningshoes_ . beliau tertib soal boarding pass. Aku selalu mengusahakan web check in untuk beliau, apalagi seringkali kemarin baru pulang dari mana, hari ini sudah harus pergi lagi untuk tugas lainnya. Supaya beliau bisa langsung boarding kalau ternyata bandara rame, jalanan macet dsb. Nyatanya beliau selalu menyempatkan diri ke counter buat ngeprint ulang supaya lebih absah, print out yg hanya bisa didapat di bandara dan city check in. Soal boarding pass, beliau zero mistake. *standing obvation*👍👏
.
.
Begitu kembali dr luar kota, boarding pass langsung diberikan, bahkan tak jarang diletakkan di mejaku dg keadaan sudah ditempel di kertas dan difotokopi. kelihatan sepele mungkin, but means a lot for me.
.
.
Ada banyak pelajaran yg bisa diambil dari secarik boarding pass, tentang menjaga amanah, sejumlah uang yg dikeluarkan untuk sebuah perjalanan dinas harus bisa dibuktikan kebenarannya secara utuh dan menyeluruh. Tentang menaati aturan, tentang kerjasama untuk tidak membuat orang lain (bendahara, PPK dan verifikator) bekerja dua kali. Tentang kualitas diri. .
.
Kehilangan boarding pass adalah kesalahan yg sebenarnya bisa dihindari, ayo belajar lebih tertib lagi. .
.
Surabaya, 20 Desember 2018
Sebuah pengingat untuk diri sendiri.

Sunday, December 16, 2018

Memerah ASI Ketika Dinas Luar Kota Sehari



Dinas luar kota pertamaku setelah kembali dari cuti melahirkan. Bawaanku bertambah karena harus membawa peralatan memerah ASI: cooler bag, ice gel, pompa ASI dan apron. Aku membawa dua ice gel untuk durasi 15 jam ternyata cukup. Ini masih trial sebenarnya karena belum pernah membawa ASIP selama ini sebelumnya. Di kantor, setelah memerah, biasanya ASIP langsung aku masukkan kulkas, cooler bag dan ice gel hanya untuk membawa ASIP di perjalanan saja.



First thing to do after landing is pumping. Sengaja langsung jalan menuju ke terminal kereta bandara supaya bisa pumping setelah beli tiket sambil nunggu kereta. Eh ternyata nursery roomnya dikunci, dan tak ada petugas di sekitar situ, huhuhu. Jadilah aku pumping di lounge berbekal apron. Beberapa orang melihat ke arahku, tapi aku cuek saja. Toh tidak saling mengganggu. ✌✌
.
.


Aku baru pumping lagi ketika jam istirahat. Kali ini nebeng di Pojok Laktasinya Ditjen Kekayaan Intelektual. Well, sebenarnya ini bukan ruang laktasi beneran, karena diletakkan di ruang obat, di poliklinik. Tapi privasi lebih terjaga dan fasilitasnya lumayan. Ada kursi, bantal, karpet, wastafel, colokan dan kulkas. Pengunjung boleh memakainya dan menitipkan ASIP & ice gelnya di situ. Kemarin ketemu sama salah satu staf yg juga pumping, ngobrol-ngobrol jadi nggak kerasa. Oiya, Pojok Laktasi DJKI ada di lantai 1, dari pintu masuk belok ke kiri.
.
.
Alhamdulillah sekarang petugas bandara sudah jauh lebih aware soal ibu yang bepergian bawa ASIP, lolos begitu saja setelah pemeriksaan. Enam tahun lalu, ketika menyusui Bintang, aku harus menerima pemeriksaan ekstra, ditanya macam-macam terlebih dahulu.


.
.
Picture 1 & 6 were taken by @sarashitt.
.
.
#nomalizebreastfeeding #nursinginpublic #breastfeeding #ratnabreastfeedingjourney

Wednesday, December 12, 2018

Cerita Memerah ASI Ketika Diklat

Awal bulan Oktober aku kembali masuk kantor setelah cuti melahirkan sela tiga bulan. Seminggu kemudian aku harus meninggalkan Rhea selama tiga hari karena harus mengikuti diklat dari kantor. Karena sudah mengetahui bahwa akan ada diklat, jauh hari aku sudah menyiapkan ASIP untuk kebutuhan Rhea.




Selama diklat ke mana-mana bawa peralatan tempur (breast pump, cooler bag, ice gel dan apron). Berhubung nggak ada nursing room, jadilah pumping di pojokan ruangan saat istirahat tiba. Dilihatin orang sudah biasa, santai dan cuek aja. Untung punya teman perjuangan Mbak Ratna Ayu (dari Direktorat Keuangan), sekamar pula. Tengah malam, dini hari saling membangunkan dan menyemangati. Alhamdulillah we nailed it ya Mbak 💪❤

ASIP aku titipkan di resto hotel, dengan memasukkan ke wadah tertutup sebelumnya supaya tidak mudah terkontaminasi bahan makanan lain. Alhamdulillah kemarin ice gel disimpan di freezer ice cream dan ASIP disimpan di kulkas bersama minuman.

Jangan lupa komunikasikan ke pihak panitia dan/atau hotel bahwa kita ibu menyusui yang butuh memerah, supaya diberi kelonggaran waktu dan kamar yang dekat resto supaya jalannya gak terlalu jauh kalau mau nitipin ASIP.

Breastfeeding struggle is real!! No body said it was easy, but it is worth to fight for. 💪💪

Thank you so much to all who have supported me. It means a lot ❤

Monday, October 08, 2018

Menyiapkan ASIP Sebelum Kembali Bekerja



ASI adalah asupan segar dan merupakan cairan hidup kaya akan nutrisi. ASI mengandung antioksidan, antibakteri, probiotik prebiotik dan kekebalan tubuh. Meskipun beberapa kandungan berpotensi berubah karena mengalami proses penyimpanan, pemberian ASI Perah (ASIP) tetaplah lebih baik daripada formula, terutama pada ibu bekerja atau ibu yang berpisah dengan bayinya untuk sementara waktu. Untuk itulah kemudian si ibu perlu memerah untuk menjaga asupan si kecil.

Sebagai ibu bekerja, aku perlu menyiapkan ASIP sebelum kembali ke kantor supaya asupan Rhea tetap terjaga. Berbeda dengan zaman Bintang, ketika zaman Rhea aku lebih santai dalam menyiapkan stok ASIP untuk persiapan kembali bekerja. Kalau zaman Bintang aku punya sekitar 150 botol, kini tak sampai separuhnya. Awalnya aku mau menyiapkan untuk 4-5 hari kerja saja, buat jaga-jaga kalau hasil perah menurun karena sakit, ada lembur atau ada dinas keluar kota. Namun ternyata aku harus menyiapkan lebih karena ada agenda training di luar kota yang harus aku ambil ketika aku kembali bekerja. Jadi stock yang disiapkan memang sudah disesuaikan dengan urgensinya, tidak lagi semaunya seperti dahulu kala.

Kapan harus mulai memerah ASI?
Sebelum mengetahui kisaran stock ASIP yang dibutuhkan, petakan dulu ritme kerja di kantor, termasuk kemungkinan lembur dan dinas luar kota. Ketika hectic hampir bisa dipastikan jadwal memerah agak terganggu, sedangkan ketika dinas luar kota kita belum tentu bisa mengirimkan ASIP ke rumah, jadi stock yang ada di rumah harus bisa mencukupi kebutuhan selama ditinggal. Kalau tidak, jadi stres ASI malah mampet.

Menyetok banyak ASIP tidak perlu dilakukan. Siapkan secukupnya saja, sesuai yang kita butuhkan. Kenapa demikian? Rekomendasi terbaru dari American Breastfeeding Medicine (ABM) menyebutkan bahwa kandungan ASIP dinilai aman jika disimpan kurang lebih 3 bulan. Studi membuktikan bahwa kadar lemak, protein, dan kalori ASIP mulai menurun pada ASIP yang disimpan 90 hari atau lebih, yang berpotensi mengubah rasa dan bau ASIP. Dalam atikel yang sama disebutkan bahwa kadar Vitamin E biasanya cuukup stabil pada ASIP beku, namun vitamin C, yang merupakan elemen antibodi biasanya berkurang setelah 1-5 bulan penyimpanan. Protokol lebih lengkap bisa dibaca di sini. Untuk kebutuhan sehari-hari tetap utamakan pemberian ASIP segar ya sebelum memberikan ASIP beku, supaya bayi mendapatkan nutrisi secara optimal. 

Memerah bisa dimulai satu bulan sebelum kembali bekerja. Buat jadwal memerah, rutinkan. Kalau di awal memerah hasilnya sedikit tak perlu galau yaa karena payudara pun perlu pembiasaan. Untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal, memerah harus dilakukan secara rutin. Aku mulai memerah satu bulan sebelum kembali bekerja, memerah 2-3 kali sehari. Meski ada target, namun tetap mengutamakan menyusui langsung karena aku ada PR terkait Rhea yang punya lip tie. Ceritanya akan aku posting terpisah.

Apakah dengan stock secukupnya akan mencukupi kebutuhan bayi? Iya, asalkan kedisiplinan memerah dijaga dan tidak ada penggunaan dot. Ingat bahwa 1) produksi ASI selalu menyesuaikan dengan kebutuhan, 2) Penggunaan dot tidak pernah disarankan di dunia laktasi karena punya banyak efek samping, di antaranya menyebabkan bingung puting, bayi menolak menyusu, hisapan kacau dan kemudian produksi ASI menurun. Jadi, no need to worry. Memerahlah seperti biasa, nikmati prosesnya. It's not easy but it's really worth it

Menyimpan dan mengatur ASIP
ASIP bisa disimpan di botol kaca, botol plastik atau kantong plastik. Untuk media penyimpanan dari bahan plastik pastikan food grade dan BPA free ya. Aku pribadi lebih suka menyimpan ASIP dalam botol kaca ketimbang dalam kantung plastik, alasannya:

  1. Botol kaca lebih hemat karena bisa dipakai berkali-kali. Cuci, steril, pakai, begitu seterusnya. Sayang bumi juga lho karena tidak meninggalkan sampah plastik berlebihan.
  2. Botol kaca lebih kuat. Plastik punya resiko bocor karena rawan menempel di bunga es yang terdapat pada dinding atau rak feezer. ASIP dalam botol lebih lama mencair ketimbang yang di plastik, lebih aman ketika listrik padam. Tempo hari ada pemadaman listrik di daerah rumah selama sekitar 6 jam, alhamdulillah aman jaya.

Meskipun begitu, botol kaca ada kekurangannya yaitu memakan tempat dan lebih berat. Aku kalau dinas luar kota memilih pakai plastik ASIP karena lebih ringan dan ringkas.

Berkaitan dengan stock ASIP yang seperlunya, kita bisa menggunakan freezer yang ada di rumah. Nggak harus sewa freezer khusus atau beli baru. Untuk bahan makanan mentah seperti daging, seafood sebaiknya dimasukkan ke dalam container kedap udara supaya tidak mencemari ASIP. Aku pakai freezer khusus karena memang ada di rumah, dan freezer kulkas yang ada penuh dengan stock lauk supaya lebih gampang menyiapkan makanan ketika aku kembali bekerja.

Memberikan ASIP
Latih bayi minum ASIP secara teratur sebelum kembali bekerja, paling tidak sehari sekali seminggu sebelum ditinggal kembali bekerja. Ingat, bayi butuh latihan sebelum mahir minum ASIP lewat media. Cobakan berbagai media supaya bayi dan pengasuh menemukan media yang nyaman untuk mereka.

Sajikan ASIP dalam jumlah kecil terlebih dahulu, supaya kalau ada sisa minum tidak terbuang percuma. ASIP sisa minum harus habis dalam kurun waktu satu jam, selebihnya harus dibuang. Untuk tahu kebutuhan ASIP dalam satu hari, lakukan uji coba meninggalkan bayi sebelum kembali bekerja.

Salam ASI.

Saturday, July 28, 2018

Mengurus Akte Kelahiran di Kecamatan

Saat masih di rumah sakit pasca melahirkan Rhea, suami dapat broadcast dari grup pengurus RW kalau akan ada pelayananan pembuatan akta kelahiran dan kematian keliling oleh Dispenduk Capil Sidoarjo di kantor kecamatan kami. Wah, pas banget, rezeki nih. Jadi nggak perlu jauh-jauh ke Sidoarjo. Setelah pulang dari RS kami mulai melengkapi syarat - syarat yang diperlukan. So, inilah cerita kami berurusan dengan birokrasi Kabupaten Sidoarjo.


AKTA KELAHIRAN WNI
Mengisi formulir permohonan dan melampirkan: 
a. Anak telah masuk KK (mempunyai NIK)
b. Foto copy KTP Orang Tua dan 2 orang saksi
c. Foto copy Kartu Keluarga (KK) 
d. Asli Surat Kelahiran Dokter/Bidan/ Penolong Kelahiran 
e. Asli Surat Keterangan Kelahiran dari Desa/Kelurahan
f. Foto copy Surat Nikah/Akta Perkawinan Orang Tua yang dilegalisir Instansi Berwenang 
g. Foto copy Ijazah bagi yang telah lulus SD/SMP/SMA

First thing to do adalah mengurus surat pengantar dari RT dan RW untuk mendapatkan Surat Keterangan Lahir (SKL) dari Desa. Ketika mengurus SKL, kami akan diberi formulir pengajuan akta dan formulir penambahan anggota keluarga dalam KK. Semuanya harus dilengkapi dengan tanda tangan kepala desa atau lurah. Pengurusan di kantor desa tidak dikenai biaya. Perlu waktu sejam untuk selesai termasuk waktu yang diperlukan untuk mengantri. 

Kami kemudian pergi ke kantor kecamatan untuk mengurus NIK Rhea. Ini perlu waktu lebih lama, sekitar 2,5 jam karena antrian di kecamatan waktu itu ramai. Mungkin karena mau ada pelayanan akta di kecamatan ya, jadi pada bareng ngurusnya. FYI, pelayanan akta diadakan hari Rabu, aku dan suami mengurus kelengkapannya hari Senin.



Pada saat hari H, suami berangkat duluan ke kecamatan untuk ngantri, berangkat sekitar jam 7. Aku nyusul karena masih harus nyusuin Rhea dan nyiapin Bintang sekolah. Kata suami, pas dia datang sudah ada antrian yang dibuat oleh warga yang datang, sayangnya ketika petugas kecamatan datang antrian buyar karena kata-kata "berkasnya silahkan dikumpulkan di sini", akhirnya rebutan, dorong-dorongan. huhuhu. Ya sudah, terima nasib berkasnya ada di tumpukan tengah, yang penting sudah dikumpulkan.

Acara yang diedaran dari kecamatan disebutkan mulai jam 8 pada kenyataannya baru dimulai jam 9. Kesan pertama tidak tepat waktu, alasannya adalah petugas dari Dispendukcapil perlu waktu untuk pindahan dari kantornya ke kantor kecamatan dan menyiapkan diri. Well, kenapa nggak disampaikan mulai jam 9 saja kalau begitu?

Salah seorang petugas menyampaikan bahwa hanya akan ada 50 akta kematian dan akta kelahiran yang bisa jadi hari itu dengan sistem first comes, first served. Selebihnya akta akan jadi minggu depan dan bisa diambil di kecamatan. Bagi yang berkasnya lengkap akan diberikan tanda terima untuk mengambil akta, sedangkan bagi yang tidak lengkap akan dikembalikan. Apabila bisa melengkapi sebelum jam 12 akan diproses, namun jika melewati jam 12 harus diproses ke Dispendukcapil.

Satu jam berlalu dari verifikasi berkas sudah banyak berkas pengajuan yang dikembalikan karena tidak lengkap. Baru ada sekitar 10 berkas pengajuan yang lolos dan diberikan tanda terima pengambilan nanti jam 14.00. Aku sempet deg-degan karena belum dipanggil, khawatir dengan stok ASIP untuk Rhea yang hanya satu botol. Tapi alhamdulillah sekitar jam 10.30 aku dipanggil dan dinyatakan lolos. Aku kemudian pulang dulu untuk nyusuin Rhea dan istirahat. 

Jam 13.30 aku berangkat lagi ke kecamatan. Tapi ternyata penyerahan akta jadi molor. Awalnya dijanjikan jam 14.00 sesuai yang tertera di kartu tanda terima, namun ternyata baru diterimakan jam 15.00. Alhamdulillah, satu PR administrasi kependudukan Rhea selesai. Kalau sudah punya akta, selanjutnya ngurus asuransi kesehatan dan BPJS, tapi ini diurus oleh kantor suami sebagai fasilitas untuk karyawan dan keluarganya.

Pelayanan keliling seperti ini sangat membantu karena lebih dekat. Namun yang perlu diperhatikan adalah sistem antrian dan jam pelayanan, harus lebih baik lagi supaya tidak chaos. Untuk pemohon, harus lebih teliti dalam menyiapkan berkas yang disyaratkan supaya cepat beres dan akta bisa segera di tangan. Sedih lho ngelihat segitu banyak berkas ditolak karena tidak lengkap. Kalau yang tua okelah soal keterbatasan fisik dan akses informasi, tapi kalau yang masih muda bisa banget kan proaktif nanya ke kelurahan/kantor desa atau googling.

Wednesday, July 25, 2018

ASIP Pertama Rhea



Hari ini pertama kali memerah ASI karena aku harus ke kecamatan untuk urus akte kelahiran Rhea. Hasil perahnya kok cuma segitu? Iyaa, hasil perahku memang belum optimal karena memang belum rutin memerah. Awalnya baru berencana memerah untuk menabung ASIP sebulan sebelum kembali bekerja, tapi ternyata ada keperluan mendadak.

Rhea minum ASIP pakai apa? Pakai sendok. Meski belum mahir karena baru pertama kali minum ASIP pakai media, alhamdulillah habis tanpa banyak drama. Kuncinya jangan berikan ASIP ketika bayi sudah lapar. Stok segitu cukup untuk 3 jam meninggalkan Rhea, tapi begitu aku sampai rumah Rhea masih minta menyusu. Tak lama kemudian dia tidur.

Terima kasih sudah kooperatif ya Rhea. Perjalanan menyusui kita masih panjang. Insyaallah we can make it through, hand in hand .

Saturday, July 21, 2018

Hallo dari Rhea



Assalamualaikum.

Halo semua, perkenalkan namaku Rhea. Alhamdulillah telah lahir secara normal, lancar dan nyaman pada Sabtu 14 Juli 2018 jam 02.40 WIB. Semoga aku menjadi perempuan sholehah yang senatiasa dilindungi Allah, kuat dan membawa berkah untuk sekitar, sesuai nama yg diberikan ayah dan bundaku.

Friday, July 06, 2018

Plastic Free July

Plastic Free July Plastic Free July is a global initiative that aims to raise awareness of the amount of single-use disposable plastic in our lives and challenges people to do something about it. We can start a small step to refuse or at least reduce all single use plastic. We can start from the top 4 of them: plastic bags, water bottles, takeaway coffee cups and straws.



Plastic bag
I used to always bring my own shopping bag whenever I go to the market. For the fruits and vegies I buy, I put in my shopping bag directly. But, I still can't avoid some items that wrapped in plastic as it's packed in it like tofu and corn as you can see at the picture. But, at least I could reduce the use of plastic bag.


Plastic Bottle
I still buy some beverages in plastic bottle, I should stop or reduce it gradually. For the mineral water, I always bring my own bottle from home.

Cup and Straws
Since I'm not a coffee lover, I almost never take away any coffee from coffee shop. For the straws, I've been avoid using it as much as possible for a long time.

So, let's do something to reduce the waste. Love the world, for a better living, for you and for me.

Monday, June 25, 2018

Screening Empat Dimensi




Screening 4D ini sebenarnya sudah lama aku lakukan, di saat usia kehamilanku 26-27 minggu, tapi baru sekarang sempat diposting, hehe. Screening tidak dilakukan oleh obgyn langganan, melainkan oleh konsultan fetomaternal, dr. Aldika Akbar, Sp.OG (K) supaya pemeriksaannya lebih komprehensif karena dilakukan oleh yang berkompeten di bidangnya. Pemeriksaan ini dilakukan hampir satu jam lamanya, meliputi anatomi tubuh (kepala, kaki, tangan, perut, jantung, dsb), posisi janin, posisi plasenta, kecukupan air ketuban, aliran darah dan gerak janin. Alhamdulillah hasilnya baik, hanya saat itu kepala bayi masih di atas. Kalau dari pemeriksaan rutin yang terakhir, kepala janin sudah di bawah.

Oiya, waktu discreening susah sekali mendapatkan gambar wajah janin karena dia lagi aktif bergerak dan tangan menutupi wajahnya. Tapi, itu tidaklah terlalu penting. Yang lebih penting adalah mengetahui kondisi janin. :)

Stay healthy and happy inside my belly dear. Can't wait to see you soon!

Sunday, June 17, 2018

Ramadhan dan Mudik Saat Hamil


Assalamualaikum.
Halo teman-teman bagaimana ibadah Ramadhannya? Semoga lancar dan diterima oleh Allah SWT yaa. Tak lupa, aku ucapkan Selamat Idul Fitri 1439 H, Taqaballahu Minna wa Minkum. Semoga kita semua dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan. Aamiin.

Ramadhan Saat Hamil
Tahun ini Ramadhanku berbeda dari sebelumnya karena tengah hamil. Awalnya berharap bisa full puasa karena nggak akan menstruasi, tapi ternyata cuma bisa ikut puasa empat hari pertama saja. Ketika haus badan jadi lemas, kepala pusing dan mimisan. Memang, hamil kedua ini lebih ringkih rasanya, lebih banyak keluhan dibandingkan hamil pertama. Tapi alhamdulillah diberikan kekuatan untuk melewatinya hingga detik ini.

Ibadah lainnya pun kemudian menyesuaikan kondisi. Aku lebih sering tarawih di rumah karena sering mimisan dan frekuensi BAK sudah meningkat. Jadi, sholatnya nggak bisa terusan sampai selesai, harus berhenti dulu buat menunaikan hajat lalu lanjut lagi. Untuk mengajipun, kadang sambil rebahan kalau kondisi lagi drop.

Untuk makanan buka dan sahur lebih sering beli. Terima kasih banyak untuk suami yang sangat pengertian dengan kondisi ini. Dia sering sahur tanpa ditemani, nggak rewel dengan apa yang aku siapkan. Terima kasih untuk Bintang yang kooperatif saat Bunda drop.

Mudik Saat Hamil
Mudik tahun ini kami memilih menggunakan kereta, pertimbangannya waktu tempuh kereta sudah (hampir) pasti. Di kereta bisa berdiri dan jalan-jalan supaya aku bisa stretching. Kami melewatkan euforia tol baru yang launching tahun ini. Meskipun begitu, sampai rumah ternyata rasanya capek sekali. Tubuh pun melakukan tugas otomatisnya. mengisitirahatkan diri. Oiya, sebenarnya PT. Kereta Api mulai mensyaratkan bahwa batas aman bepergian dengan kereta untuk ibu hamil adalah 28 minggu. Lebih dari itu, harus memberikan surat keterangan sehat dari dokter. Namun entah karena crowded atau bagaimana, aku tidak melihat adanya pemeriksaan untuk itu. Sebelumnya, saat kontrol terakhir aku sudah meminta surat keterangan dari dokter. Di perjalananku sebelumnya di bulan Maret, ada meja pemeriksaan namun aku tidak diperiksa. I guess they didn't notice that I'm pregnant, perut gak terlalu besar dan pakai dress.

Kalau biasanya aku kuat jalan keliling ke tetangga dan saudara dalam satu waktu, kini hanya kuat berjalan beberapa hingga beberapa rumah dan harus balik untuk istirahat karena mimisan datang menyapa. Kalau dipaksa akan pusing dan lemas tidak terkira. Aku kemudian lebih memilih tinggal di rumah menemani Mbah menerima tamu, alhamdulillah bisa bertemu banyak orang, jadi tinggal berkunjung ke yang dituakan.

Urusan kulineran selama mudik alhamdulillah sudah banyak yang keturutan, lancar dan tanpa mengalami antrian panjang karena aku memulainya sebelum lebaran. Nasi Pecel bungkus daun jati, dawet suronatan, bluder cokro, nasi jotos, soto daging pasar kawak, ayam panggang Gandu sudah dicentang. Kulineran tidak hanya tentang membeli makanan, tapi juga membeli kenangan.

Friday, June 08, 2018

Maternity Photoshoot







A magical time that I await to have in my lifetime, to carry a soul within me, being pregnant is such an inspirational time for me. It brings the joy of being able to nurture an angel coupled with the pain that does not let me sleep for weeks or months. A magnificent time which brings a new life to the world, pregnancy makes me grow to be a kind and loving mother.

The wonderful feeling of being pregnant, the unworldly changes that occurs inside my body and the pain, the confusions and absolute bewitching time that I have to go through cannot be defined in words.

During pregnancy is that time, which can in no way be comparable to other instances in life for anyone. There are some absolutely heart-wrenching times and some joyful moments during pregnancy which can all be recalled as a marvelous experience when looking backwards to it. .

Thanks a lot to Ruddy Purnama for capturing this wonderful journey.

Sunday, May 27, 2018

Sop Manten


Assalamualaikum. 

Hari ini ngidam banget sama Sop Manten ini. Disebut Sop Manten karena hadirnya di resepsi mantenan yang menggunakan sistem piring terbang. Terakhir menghadiri nikahan dengan sistem ini sudah lama banget. Nah, karena di Surabaya belum nemu yang jual, maka mau nggak mau harus bikin sendiri. 

Bikinnya sih gak begitu susah kok. Aneka sayur direbus sebentar supaya tetap crunchy, lalu kuahnya dimasak terpisah. Kuahnya aku bikin dari kaldu ayam, pakai bumbu putih dari @dapurauliapwt tinggal tambahin gula, garam dan merica.

Sepiring sop ini nutrisinya sudah empat empat bintang ya. Isinya sih bisa disesuaikan dengan selera. Aku tadi pakai wortel, makaroni, kentang goreng, ayam, jamur, kembang kol dan kapri. Well, puas banget deh makannya. Sepiring masih kurang 😊😊

Selamat berbuka puasa ya teman-teman, semoga diberikan kesehatan dan kelancaran dalam beribadah di bulan suci ini.

Happy cooking, happy eating!!