Monday, September 26, 2016

Semalam di Hotel Santika Bogor

Alhamdulillah berkesempatan untuk kembali ke Bogor. Terakhir ke Bogor dua tahun lalu. Kalau di kunjungan pertama aku menginap di budget hotel, kali ini aku menginap di tempat yang lebih mahal. Simply karena kali ini perginya berdua, jadi plafond hotelnya bisa gabungan. Pilihan kami jatuh di Hotel Santika Bogor, di mana IPB adalah pemilik franchisenya.

Hotel ini terletak di Jalan Padjajaran. Lokasinya strategis karena di pusat kota dan berada dalam kompleks Kampus IPB Baranangsiang. Bangunannya menyatu dengan Botani Square, pusat perbelanjaan yang cukup lengkap di Bogor. Tidak jauh dari Terminal Baranangsiang dan Pool Damri. Jadi, urusan dari atau ke bandara tidak lagi menjadi kendala. Kalau mau beli oleh - oleh juga tak jauh, karena Jalan Padjajaran adalah pusatnya. Asinan, roti unyil, Pia Apple Pie, Makaroni Panggang dan Lapis Talas betebaran di sana.


Sebenarnya aku pesan deluxe room with twin bed, tapi hari itu yang available tinggal double bed. No problem then. Hotel berlantai sepuluh ini bersih dan terawat. Kamar yang kami tempati berada di lantai lima, dari kamar pemandangan yang terhampar adalah pemandangan kota dan Gunung Salak di kejauhan. Perabotan dalam kamar masih bagus dan tergolong baru. Begitu masuk ke kamar, sudah ada welcome fruit nangkring manis di meja.





Kamar mandinya tidak besar. Ammenitiesnya lengkap tapi tidak ada hairdryer. Air panasnya tidak terlalu panas untukku, justru ini yang aku suka. Hangatnya pas di badan. Kalau mau berenang dan fitnes, fasilitas tersebut ada di lantai tiga.



Restoran terletak di lantai tiga, berdekatan dengan kolam renang. Ruangannya tidak terlalu besar tapi pelayanannya bagus, ramah dan cepat. 



Untuk makanan menunya variatif. Ada menu American Breakfast yaitu potato wedges, sosis, baked beans. Ada menu masakan Sunda yaitu, ikan, tumis leunca, gorengan dan lalapan. Ada food stall Gudeg Jogja, Soto Bogor, aneka olahan telur, aneka roti dan sereal. Untuk minuman, selain teh dan kopi, ada fresh juice dan infused water.
     


Pagi itu aku mengambil menu American Breakfast, Soto Bogor dan healthy juice. Soto Bogornya enak banget. Bumbunya pas, kuahnya gurih dan light, dagingnya empuk. Irisan tomat dan kubis bikin makin seger. Salah satu Soto Bogor terenak yang pernah aku makan.


Overall, pelayanan dan pengalaman menginap di Santika ini bagus, memuaskan dan menyenangkan. Will come back again later.

Thursday, September 22, 2016

One Day Trip to Singapore

Pergi ke luar negeri tapi cuma sehari? Bisa donk, karena ini dalam rangka mampir. Ternyata seru juga lho. Ceritanya, aku lagi di Batam, karena di Batam tidak banyak destinasi menarik, maka diputuskan nyebrang ke negara tetangga, Singapura.

Dari hotel berangkat jam 04.30. perjalanan dari hotel menuju Batam City Center memakan waktu sekitar lima belas menit saja. Aku menggunakan kapal paling pagi, yaitu jam 06.00. Sampai di pelabuhan, masih sepi dan belum bisa check in. So, first thing to do-nya adalah Sholat Subuh. Keluar dari musholla, ternyata udah ramai saja.

Sebagai informasi, pada saat weekend, arus pendatang ke Singapura meningkat hingga dua kali lipat dari biasa, sehingga antrian imigrasi bisa memakan waktu hampir seja. Jadi penting untuk mengalokasikan waktu lebih ya, supaya tidak ketinggalan kapal.


Kapal ferry yang aku tumpangi berukuran sedang, murni kapal penumpang. Kapalnya bersih, kursinya empuk, berAC dan dilengkapi kamar mandi. Ombak di perairan Selat Singapura tidak besar, tenang. Jadi nggak bikin pusing, mual, muntah. Aku memutuskan untuk menyantap sarapan yang aku bungkus dari hotel di kapal.


Perjalanan laut dari Batam ke Singapura memakan waktu sejam. Pelabuhan Harbourfront bersih sekali. Aku disambut pemandangan kapal-kapal pesiar besar yang bagus. Kapal yang sebelumnya hanya aku lihat di televisi, kini ada di depan mata. 

Antrian imigrasi di Harbourfront ternyata panjang sekali, hampir satu setengah jam sendiri. Mana waktu itu menahan pipis, jadi kerasa banget lamanya. Sebelum meninggalkan Harbourfront, aku sekalian check in buat perjalanan pulangku nanti.


First Stop: Merlion Park
Merlion memang selalu jadi spot favorit. Katanya sih belum sah ke Singapore kalau belum foto sama Merlion. Heheh


Memang dari kawasan Merlion ada banyak iconic spots seperti Singapore Flyer, Marina Bay Sands Hotel, Esplanade, The Art Science Museum dan Jubilee Bridge. Kalau ada budget lebih Anda bisa ikut river cruise untuk menikmati pemandangan tersebut dari Singapore River. Saran untuk Anda, datanglah ke Merlion di pagi hari karena belum terlalu ramai dan belum panas.

Esplanade, a world performing arts center should be this artistic!
Marina Bay Sands Hotel, the unofficial icon of Singapore

Second Stop: Bugis
Bugis Street Market memang menjadi jujukan wisatawan karena merupakan salah satu pusat cinderamata murah. Kaos, gantungan kunci, magnet kulkas, tas tumpah ruah di sini. Di seberangnya ada Bugis Junction, sementara di sebelahnya ada Bugis +. Perbelanjaan modern berdampingan harmonis dengan perbelanjaan tradisional. Aku tidak banyak belanja di sini, karena tahun lalu baru dari Singapore.

Bugis Street Market

Third Stop: Royal Kublai Khan Restaurant
Selesai belanja, lapar melanda. Pilihan makan siangku jatuh di restoran halal ini. Restoran ini menyajikan Chinese Food. Menu yang disajikan antara lain: Capjay, Kekian Goreng, Fuyunghai, Fried Prawn with Cereal, ayam asam manis dan buah. Rasanya enak dan pas lidah, alhamdulillah. Maaf nggak bisa mereview detailnya, waktu itu fokus makan karena udah kelaparan hihi.


Fourth Stop: Orchard Road
Di Orchard Road cuma seightseeing, karena harga barang-barang yang dijual di sini nggak masuk budgetku. Eits, tapi tenang saja, di Orchard ini meski dipenuhi mall, tapi antara satu mall dengan mall lainnya berbeda arsitektur dan interiornya, jadi nggak membosankan.

Masjid Al Falah tampak dalam

Begitu sampai Orchard aku langsung menuju Masjid Al Falah, salah satu masjid terbesar di Singapore. Masjid dua lantai ini bersih dan nyaman. Area sholat untuk laki-laki ada di lantai satu, sedangkan area sholat untuk perempuan ada di lantai dua. Di ruang sholat disediakan kursi-kursi bagi mereka yang tidak kuat sholat sambil berdiri. Selalu senang deh melihat yang berkebutuhan diperhatikan dan diberikan fasilitas yang sama dengan yang lainnya.

Durian Ice Cream

Seusai sholat, aku nyebrang. Tujuan utamaku adalah beli One Dollar (and twenty cents) ice cream, the famous cool treat in Singapore. Pilihanku jatuh pada sepotong es krim rasa durian dalam tangkupan roti tawar. Kalau nggak suka roti tawar, bisa milih wafer kok. Untuk pilihan es krimnya ada cokelat, vanila, blueberry, strawberry, durian, mangga, dan masih banyak lagi. Sayang nggak nemu yang rasa matcha. Kalau ada, pasti pilih rasa itu. Maklum, aku kan matcha lover, hehe.


Fifth Stop: Hjh. Maemunah Restaurant
Habis jalan, makan lagi. Hihihi. Ini sebenarnya makan malam, tapi dicepetin, karena menyesuaikan itinerary. Restoran yang terletak di Jalan Pisang, daerah kampung Arab ini sudah bersertifikat halal. Jadi nggak perlu khawatir ya. Di Singapore ini nyari makanan halal tidak susah kok. Pemerintah Singapore menetapkan peraturan bahwa setiap food court harus ada stall makanan halal. Selain itu, restoran franchise macam KFC, McD, Burger King di sini bersertifikat halal. Jadi tinggal pilih restoran sesuai selera. Kalau aku sih sebisa mungkin nyobain local food, kalau sudah mentok baru makan fast food. Masa' jauh-jauh ke negara orang makannya sama aja? heheh


Sixth Stop: Gardens By The Bay

The Gardens will full of laterns during the Mid-Autumn Festival
Senja di bawah langit Singapura, cantiknya!
Gardens Rhapsody, a signature light and sound show.

Gardens By The Bay is my favorite destination at Singapore. I'm amazed how Singapore could create and manage the gardens this incredible. I never missed watching Garden Rhapsody, a signature light and sound show of the Gardens By The Bay, when the Supertrees come alive at night with a dazzling display of lights bursting across the sky. Enjoy their daily show at 7.45pm and 8.45pm. 

Waktu itu ada banyak lampion di sana karena akan ada Mid-Autumn Festival. Biasanya event ini digelar di bulan September, berdekatan dengan pelaksanaan F-1 Race di Marina Bay Sands Circuit. Tujuannya untuk menambah daya tarik wisatawan ke Singapore tentunya.

Setelah menikmati Garden Rhapsody, aku langsung menuju Harbourfront untuk kembali ke Batam. Alhamdulillah, seru bisa menikmati one day trip to Singapore. Happiness overload.

Monday, September 05, 2016

Pepper Lunch: Masak dan Kreasikan Sendiri Makananmu

Momentum ulang tahun adalah waktu bagi kami untuk fancy dinning. Di ultah suami kali ini, pilihan jatuh pada Pepper Lunch yang ada di Tunjungan Plaza, sekalian nyari kado. Hehehe.

Sebenarnya, sejak awal buka gerai di Surabaya, kami sudah tertarik mencoba. Tapi urung mampir karena alasan harga, hihi. Resto yang mempunyai tagline "The Original Japanese Do-It-Yourself Teppan Restaurant" ini sudah bersertifikat halal ya teman-teman, jadi tidak perlu khawatir. Teppan sendiri dalam Bahasa Jepang plat besi. Ketebalan tepan untuk memasak bervariasi, antara 0,3 - 1,5 cm.

Hal menarik dari resto ini adalah pelanggan bisa memasak sendiri makanannya, dengan menambahkan saus sesuai selera masing - masing. Tersedia dua macam saus yaitu saus madu coklat khusus (Amakuchi) dan saus kecap bawang (Karakuchi). Meski memasak dan mengkreasikan sendiri, jangan khawatir rasanya kacau ya, karena sebelumnya sudah diberi bumbu dasar.

Seru rasanya bisa menyaksikan bahan - bahan makanan berubah dari mentah menjadi matang hanya dalam hot iron plate. Rupanya ada rahasia di balik "keajaiban" itu. Dengan menggunakan alat elektromagnetik khusus, piring besi dipanaskan selama 70 detik dalam suhu 260°C. Selanjutnya, di suhu ruang suhunya menjadi 80°C yang mana suhu tersebut bisa bertahan selama 20 menit. Untuk itulah diberikan kertas pembatas di sekeliling iron plate untuk melindungi konsumen ketika makan.

Kebetulan kemarin ada menu paket makan berdua. Pilihan kami adalah Sizzlove 1 yang berisi Beef Pepper Rice, Double Burger Steak with Egg, dua minum (lemon tea dan green tea), satu salad (Seaweed Salad) dan Ice Cream (Strawberry).

Beef Pepper Rice

Suami makan Beef Pepper Rice yang berisikan nasi, daging yang diiris tipis, telur, jagung manis pipil dan irisan daun bawang. Daging yang awalnya merah, matang sempurna dalam iron plate. Pada suapan awal, terasa asin. Namun setelah mencampurkan semua bahan dan menambahkan saus manis serta pepper kelezatannya menyeruak. Nggak salah kalau menu ini termasuk best seller.

Double Burger Steak with Egg sebelum dimasak

Sementara itu, aku menikmati Double Burger Steak with Egg. Isinya daging burger, buncis, tauge, irisan jamur shitake, pipilan jagung manis dan telur. Sementara nasi disajikan dalam mangkuk terpisah. Dengan membolak balikkannya, tak lama kemudian sayuran pun matang. Demikian juga dengan telurnya, karena aku tidak suka telur setengah matang. Berhubung untuk menu ini sudah dilengkapi steak sauce, aku hanya menambahkan pepper untuk memberikan cita rasa pedas. Surprisingly, daging burger yang irisannya tebal, matang dengan baik tapi tetap juicy. Pas sekali dengan seleraku ketika makan steak yaitu well done. Porsi dagingnya pas, apalagi ditambah telur dan sayur, sudah bikin kenyang. Alhasil, nasinya hanya sedikit yang aku makan.

Double Burger Steak with Egg setelah dimasak
Setelah menu utama tandas, ice cream keluar. Tekstur lembut es krim dipadu crumble membuat sensasi makan es krim jadi lebih asyik.

Strawberry Ice Cream

Untuk salad, karena aku sudah kenyang akhirnya dimakan suami. Sayangnya aku lupa menanyakan detail rasanya, jadi aku tidak bisa mereviewnya di sini. Pelayanan di resto ini bagus. Apabila ada pertanyaan dan bantuan, petugas akan membantu dengan baik dan cepat. Oiya, sistem di resto ini pengunjung harus memesan makanan di kasir, lalu pesanan kita akan diantar. Bagi Anda yang suka foto makanan, fotolah makanan ketika baru datang, saat masih belum matang supaya tampilannya masih cantik :)

suasana resto

So, it's definitely worth it, apalagi makanan yang disajikan berasal dari bahan yang segar dan terbaik, plus rasanya juara. Ada harga ada rupa lah ya. Bolehlah lain kali diagendakan mencoba menu lainnya.


Pepper Lunch Tunjungan Plaza III
Lantai 5 Blok PC No 45-49 Surabaya
Harga Rp 50.000 - Rp. 200.000
Overall score: 9/10

Sunday, September 04, 2016

My Husband's Birthday


Sometimes we fight, but quickly we make up
We share our dreams and secrets over a tea cup
You’re my best friend, but also a guide
You are the man in whom I always take pride

Happy birthday Sayang
I can't thank Heaven enough that I got you
I love you so


Sidoarjo, September 3, 2016

Friday, September 02, 2016

Review Hotel Allium Batam

Minggu kemarin aku ada tugas ke Batam. Ini adalah pertama kalinya aku ke Batam. Alhamdulillah diberi kesempatan untuk melihat belahan bumi lain. Selama di Batam aku menginap di Hotel Allium Batam, yang terletak di daerah Nagoya. Lokasinya sangat strategis karena dekat dengan pusat kota. Di sekitar hotel banyak ruko yang menjual aneka makanan dan oleh-oleh. Jadi kalau Anda suka belanja, hasrat Anda akan tersalurkan dengan baik. Apalagi banyak barang seperti tas dan parfum yang harganya lebih murah ketimbang di Surabaya. Hotel juga dekat dengan bandara dan pelabuhan. Jadi kalau mau menyeberang ke Singapore tidak jauh. 

Hotelnya tidak terlalu besar. Kamar yang kutinggali adalah deluxe twin, karena sharing dengan teman kantor. Pelayanan untuk check in mudah dan cepat. Meski perabotannya tergorolong lama, tapi kamarnya bersih dan terawat. 


Kamar mandinya dilengkapi dengan bath up dan hair dryer. Amenitiesnya lengkap mulai dari sabun mandi, shampo, sikat gigi, pasta gigi, shower cap, cotton bud.


Kamar yang aku tempati berada di lantai lima di mana pemandangan dari kamar hanyalah pemandangan kota yang padat, yang mengingatkanku pada daerah Little India di Malaysia atau Singapore.

 
Untuk makanan termasuk enak. Tapi untuk sekelas hotel bintang empat, variasinya kurang banyak. Di restoran, hanya sedikit petugas yang bertugas di saat jam makan. Alhasil antrian di egg stall menjadi panjang. Mau pesan mie ayam, nggak jadi karena petugasnya nggak ada. Sebenarnya dirangkap oleh petugas di egg stall, tapi berhubung yang ngatri olahan telur banyak, jadinya nggak dikerjain blas. Huhuhu. Karena petugas yang sedikit ini pulalah, ketika gelas habis, aku harus mencari-cari petugas yang bisa dimintai tolong. Petugas yang pertama mengiyakan tapi lebih asyik membereskan meja makan. Baru pada petugas ketiga aku dibantu. 




Untuk wifi, koneksinya juara. Kencang dan stabil di semua area hotel. Baik di lobby, kamar, ruang meeting, musholla maupun restoran. Bagi yang ingin berenang, ada juga fasilitas kolam renang. Tapi aku tidak sempat ke area kolam renang.

Monday, August 15, 2016

Asinan Bogor


Sudah lama aku pengen Asinan Bogor, tapi bingung di mana belinya. Jadi aku memutuskan untuk membuat sendiri. Sebelumnya sudah pernah membuat, tapi percobaan tersebut kurang memuaskan karena kurang cocok dengan kuahnya. Resep kali ini menyontek dari resep Asinan Bogor Mbak Isna.

ASINAN BOGOR
Bahan:
1 buah bengkuang, potong memanjang
1 buah ketimun, potong memanjang
1 buah nanas, potong
50 gram kacang tanah goreng

Bahan Kuah:
800 ml air matang
5 buah cabai merah besar
250 gram gula pasir
1 sdt garam
4 sdm cuka

Cara membuat :

  1. Rebus cabai dalam air mendidih, angkat. Haluskan.
  2. Campur cabai, gula pasir dan garam. Tambahkan air matang, masak sampai mendidih. Angkat, saring. Dinginkan.
  3. Setelah dingin tambahkan cuka, aduk rata.
  4. Campur bengkuang dan ketimun dalam kuah asinan, diamkan dalam kulkas selama 60 menit/lebih agar bumbu meresap.
  5. Sajikan asinan dengan tambahan kacang tanah goreng.
Alhamdulillah kali ini cocok sama kuahnya. Hanya dengan modal lima belas ribu rupiah bisa makan asinan sampai puas. Asinan ini cocok sekali dimakan saat cuaca panas seperti ini, segar.


Happy cooking, happy eating!

Sunday, July 31, 2016

Happy 5th Anniversary


Our marriage may have been a bumpy ride with many speed breakers, but that is what has made us circumvent those obstacles and fly high in the sky.

Happy anniversary my dear husband.

Thank you for loving me, taking me as I am and staying here with me through the good times and the bad ones. Thank you for being the one I share my life and my dream with. Thank you for everything. May Allah always gives us His blessing an guidance. I love you beyond words.


Jakarta, 22nd of July 2016

Thursday, July 28, 2016

Tiga Malam di Jakarta

Minggu lalu aku training di Jakarta. Seingatku, ini pengalaman pertamaku dinas di Jakarta yang mengharuskan bermalam. Ya, kali ini aku menghabiskan tiga malam di Ibukota. Dari awal aku sengaja mencari hotel yang dekat dengan tempat acara, maklum transportasi di Ibukota kurang nyaman buatku. Jadi, jalan kaki lebih menjadi pilihan. Meski ternyata trotoar di Jakarta bukanlah trotoar yang aman dan nyaman buat pejalan kaki. Bagaimana tidak, banyak lubang di sana-sini, permukaan tidak rata, trotoar dipakai jualan oleh pedagang kaki lima bahkan pengendara sepeda motor seenaknya ikut lewat trotoar. Kalau sudah begini, nyawa jadi terancam rasanya. Hiks hiks.


Review Fave Hotel Wachid Hasyim
Aku menginap di Fave Hotel Wachid Hasyim, yang berada dalam jaringan Aston. Letaknya 350m dari Sarinah Building, tempat aku training. Hotelnya tidak terlalu besar, seperti budget hotel pada umumnya. Tapi bersih dan nyaman. Proses check in berjalan cepat, tamu diharuskan memberikan deposit sebesar dua ratus ribu rupiah, bisa cash atau dengan kartu.

Aku dapat kamar di lantai dua, depan lift jadi suka dengar suara bersisik orang keluar masuk lift. Kamar di sini dalam balutan nuansa pink, berasa girly. Hehehe. Amenities yang disiapkan hotel ada pasta gigi, sikat gigi, sabun mandi dan sabun cuci tangan. Sadly, aku nggak menemukan tissue sama sekali di kamar. Untuk wifi dari kamar putus nyambung, kalau di lobby atau restoran baru lancar.


Sarapan yang disiapkan termasuk sederhana. Set menu (nasi, sayur, dan lauk), bubur ayam, roti, sereal, buah, teh kopi, olahan telur (omelette, scramble atau sunny side up) dan susu. Hari pertama set menunya nasi uduk, hari kedua nasi dan sop, hari ketiga nasi kuning. Aku tidak tertarik sama set menu, dan lebih memilih bubur ayam ditambah olahan telur.



Kesigapan petugas hotel di restoran perlu ditingkatkan, karena ketika salah satu makanan atau peralatan makan habis, perlu waktu yang lama untuk menyiapkannya lagi. Waktu itu aku nungguin lama ketika hendak minum karena gelasnya habis. Lain waktu, aku datang ke resto jam 7, bubur ayamnya belum siap. Menunya yang disajikan lho nggak banyak, tapi kok sampai telat begitu. Padahal kan jam makan pagi dimulai sejak jam enam, artinya sudah satu jam berlalu tapi makanan belum semuanya siap.


Wisata Kuliner di Jakarta
Cuaca di Jakarta tidak bisa ditebak, sama seperti di Surabaya. Jadi niat untuk kulineran tidak begitu menggelora. Namun kemarin sempat mencoba Nasi Uduk dan Soto Betawi.

Nasi Uduk beli di Kedai Nasi Uduk Zainal Fanani, letaknya tak jauh dari hotel yaitu di Jalan Kebong Kacang. Kebon Kacang dikenal sebagi pusat nasi uduk di Jakarta. Aku ke sana ditemani oleh Kusdiana, teman di IOP dulu yang sekarang kerja di Jakarta. Kedai ini selalu ramai di jam makan. Karena aku datang sudah jam delapan malam, maka sudah tidak terlalu ramai.


Nasi uduknya dalam porsi kecil, jadi sebaiknya jangan sungkan nambah kalau tidak mau kelaparan. Hadir dengan dibungkus daun pisang dan dilengkapi taburan bawang goreng, rasa gurihnya pas. Untuk lauk aku memilih udang goreng. Sambal yang tersedia ada sambal bajak dan sambal kacang. Sayangnya, sambalnya kurang pedas untuk lidaku. Pilihan lauk yang tersedia adalah ayam goreng, empal, udang, tahu, tempe dan jerohan sapi. Bisa juga pesan lalapan, kerupuk, emping dan asinan untuk meramaikan suasana. Makan berdua plus minuman habis sekitar seratus ribuan.


Kuliner kedua yang aku coba adalah Soto Betawi Bang Japri yang terletak di food court Sarinah Building. 


Alhamdulillah pilihanku tidak salah. Dagingnya empuk, bumbunya berasa tapi tidak membuat eneg. Semangkuk soto tanpa nasi, hadir ditemani emping belinjo dan potongan tomat. Makanan hangat  dan pedas memang cocok dimakan saat gerimis.


Sebenarnya pengen ke Jalan Sabang yang dikenal sebagai sentral kuliner di seputaran Thamrin. Tapi apa daya cuaca tidak mendukung. Jadi aku memilih cari makan di jalan searah dari Sarinah ke hotel saja. Pernah juga beli makan di McD karena hujan mulai deras. Tapi tak mengapa, hikmahnya aku bisa me time di hotel dengan membaca buku, hobi lama yang jarang aku lakukan akhir-akhir ini karena alasan kesibukkan. Alhamdulillah buku Hujan karya Tere Liye tertamatkan.

Oiya, kemarin juga sempat ketemuan dengan Mbak Ria, teman seperjuangan sekosan waktu kuliah dulu. So happy. Yang paling menyenangkan dari perjalanan dinas adalah bisa ketemuan sama teman yang, mungkin, sudah lama tidak bertemu.

Hujan


  1. Kejadian besar itu selalu bisa membuat orang cepat dewasa. mereka tidak bisa menghindar, tidak bisa melawan.
  2. Kesibukan adalah cara terbaik melupakan banyak hal, membuat waktu melesat tanpa terasa.
  3. Hidup ini juga memang tentang menunggu. Menunggu kita untuk menyadari: kapan kita akan berhenti menunggu.
  4. Orang kuat itu bukan karena dia memang kuat, melainkan karena dia bisa lapang melepaskan.
  5. Lebih baik mendengar kebenaran meski itu amat menyakitkan daripada mendengar kebohongan meski itu amat menyenangkan.
  6. Toh semuanya akan kalah oleh waktu. Sebenarnya hanya orang-orang kuatlah yg bisa melepaskan sesuatu, orang-orang yg berhasil menaklukkan diri sendiri. Meski terasa sakit, menangis, marah-marah, tapi pada akhirnya bisa tulus melepaskan, maka dia telah berhasil menaklukkan diri sendiri.
  7. Tetapi sesungguhnya, bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yg bisa mnerima, maka dia akan bisa melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan.
  8. Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya.
  9. Bukan seberapa lama umat manusia bisa bertahan hidup sebagai ukuran kebahagiaan, tapi seberapa besar kemampuan mereka untuk memeluk erat-erat semua hal menyakitkan yang mereka alami.

Monday, June 20, 2016

Sebuah Jam Tangan


Sebuah jam tangan
Yang menjadi pengingat bahwa di antara kita ada begitu banyak kenangan
Semoga persahabatan kita tak lekang digerus zaman

Ini bukanlah soal perpisahan
Tapi hanya soal perpindahan
Kita masih akan bersua di lain kesempatan

Dear IOP-ers
Thanks a lot for this adorable farewell gift
I love it so much

Friday, June 17, 2016

Inna Garuda, Hotel Legendaris di Pusat Kota Jogja

Bulan kemarin aku berdinas ke Jogjakarta untuk belajar soal inkubasi bisnis di Universitas Gadjah Mada. Apa itu inkubasi bisnis, nanti akan aku ceritakan secara terpisah. Waktu itu aku menginap di Hotel Inna Garuda, hotel legendaris yang terletak di pusat kota Jogja. Lokasinya sangat strategis yaitu di Jalan Malioboro. Jadi, kalau mau jalan - jalan baik untuk belanja atau kulineran gampang banget.

Aku sampai di hotel sudah jam sebelas malam, proses check in-nya mudah dan cepat. Petugas hotel ramah dan helpful. I love it.

Secara bangunan, fisiknya sudah tua. Meski ada sentuhan modern di beberapa bagian. Di lobby ada pertunjukkan gamelan di waktu-waktu tertentu (waktu itu aku menyaksikannya di sore hari). Alunan gamelan dan tembang Jawa yang berpadu sungguh menyengangkan hati, sentuhan tradisional yang membuat kanget akan Jogja.


Kamar yang aku tempati adalah kamar superior twin bed. Kamarnya bersih meski furniturenya klasik. Unfortunately, aku mendapati bed cover-ku robek di bagian ujungnya. :(



Untuk kamar mandi dilengkapi dengan bath up dan hair dryer. Jadi setelah capek belajar dan jalan, berendam adalah pilihan yang tepat untuk relaksasi. 



Sarapan yang disajikan menunya bervariasi, antara western dan tradisional. Hari pertama, karena aku masih kenyang efek makan Mie Jogja jelang tengah malam, aku hanya makan sosis, tempe goreng, omelet dan kentang goreng. Plus jamu dan jus sirsat sebagai penutupnya. Hanya donk ya, hehehe.


Sedangkan hari kedua, aku memilih Gudeg, Tempe Goreng, Jamu dan Jus Jeruk. Gudegnya enak. Tapi sayang tempenya kurang cocok di lidahku. Untuk jamu ada dua pilihan, beras kencur dan kunyit asam. Semua enak, aku suka.


  

Oiya, hotel ini dilengkapi kolam renang di lantai 3. Namun aku tak sempat ke sana. Satu lagi, hotel menyediakan fasilitas free airport shuttle untuk beberapa pilihan waktu. Akses internetnya stabil dan cepat.

Overall score: 7,5/10