Monday, October 08, 2018

Menyiapkan ASIP Sebelum Kembali Bekerja



ASI adalah asupan segar dan merupakan cairan hidup kaya akan nutrisi. ASI mengandung antioksidan, antibakteri, probiotik prebiotik dan kekebalan tubuh. Meskipun beberapa kandungan berpotensi berubah karena mengalami proses penyimpanan, pemberian ASI Perah (ASIP) tetaplah lebih baik daripada formula, terutama pada ibu bekerja atau ibu yang berpisah dengan bayinya untuk sementara waktu. Untuk itulah kemudian si ibu perlu memerah untuk menjaga asupan si kecil.

Sebagai ibu bekerja, aku perlu menyiapkan ASIP sebelum kembali ke kantor supaya asupan Rhea tetap terjaga. Berbeda dengan zaman Bintang, ketika zaman Rhea aku lebih santai dalam menyiapkan stok ASIP untuk persiapan kembali bekerja. Kalau zaman Bintang aku punya sekitar 150 botol, kini tak sampai separuhnya. Awalnya aku mau menyiapkan untuk 4-5 hari kerja saja, buat jaga-jaga kalau hasil perah menurun karena sakit, ada lembur atau ada dinas keluar kota. Namun ternyata aku harus menyiapkan lebih karena ada agenda training di luar kota yang harus aku ambil ketika aku kembali bekerja. Jadi stock yang disiapkan memang sudah disesuaikan dengan urgensinya, tidak lagi semaunya seperti dahulu kala.

Kapan harus mulai memerah ASI?
Sebelum mengetahui kisaran stock ASIP yang dibutuhkan, petakan dulu ritme kerja di kantor, termasuk kemungkinan lembur dan dinas luar kota. Ketika hectic hampir bisa dipastikan jadwal memerah agak terganggu, sedangkan ketika dinas luar kota kita belum tentu bisa mengirimkan ASIP ke rumah, jadi stock yang ada di rumah harus bisa mencukupi kebutuhan selama ditinggal. Kalau tidak, jadi stres ASI malah mampet.

Menyetok banyak ASIP tidak perlu dilakukan. Siapkan secukupnya saja, sesuai yang kita butuhkan. Kenapa demikian? Rekomendasi terbaru dari American Breastfeeding Medicine (ABM) menyebutkan bahwa kandungan ASIP dinilai aman jika disimpan kurang lebih 3 bulan. Studi membuktikan bahwa kadar lemak, protein, dan kalori ASIP mulai menurun pada ASIP yang disimpan 90 hari atau lebih, yang berpotensi mengubah rasa dan bau ASIP. Dalam atikel yang sama disebutkan bahwa kadar Vitamin E biasanya cuukup stabil pada ASIP beku, namun vitamin C, yang merupakan elemen antibodi biasanya berkurang setelah 1-5 bulan penyimpanan. Protokol lebih lengkap bisa dibaca di sini. Untuk kebutuhan sehari-hari tetap utamakan pemberian ASIP segar ya sebelum memberikan ASIP beku, supaya bayi mendapatkan nutrisi secara optimal. 

Memerah bisa dimulai satu bulan sebelum kembali bekerja. Buat jadwal memerah, rutinkan. Kalau di awal memerah hasilnya sedikit tak perlu galau yaa karena payudara pun perlu pembiasaan. Untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal, memerah harus dilakukan secara rutin. Aku mulai memerah satu bulan sebelum kembali bekerja, memerah 2-3 kali sehari. Meski ada target, namun tetap mengutamakan menyusui langsung karena aku ada PR terkait Rhea yang punya lip tie. Ceritanya akan aku posting terpisah.

Apakah dengan stock secukupnya akan mencukupi kebutuhan bayi? Iya, asalkan kedisiplinan memerah dijaga dan tidak ada penggunaan dot. Ingat bahwa 1) produksi ASI selalu menyesuaikan dengan kebutuhan, 2) Penggunaan dot tidak pernah disarankan di dunia laktasi karena punya banyak efek samping, di antaranya menyebabkan bingung puting, bayi menolak menyusu, hisapan kacau dan kemudian produksi ASI menurun. Jadi, no need to worry. Memerahlah seperti biasa, nikmati prosesnya. It's not easy but it's really worth it

Menyimpan dan mengatur ASIP
ASIP bisa disimpan di botol kaca, botol plastik atau kantong plastik. Untuk media penyimpanan dari bahan plastik pastikan food grade dan BPA free ya. Aku pribadi lebih suka menyimpan ASIP dalam botol kaca ketimbang dalam kantung plastik, alasannya:

  1. Botol kaca lebih hemat karena bisa dipakai berkali-kali. Cuci, steril, pakai, begitu seterusnya. Sayang bumi juga lho karena tidak meninggalkan sampah plastik berlebihan.
  2. Botol kaca lebih kuat. Plastik punya resiko bocor karena rawan menempel di bunga es yang terdapat pada dinding atau rak feezer. ASIP dalam botol lebih lama mencair ketimbang yang di plastik, lebih aman ketika listrik padam. Tempo hari ada pemadaman listrik di daerah rumah selama sekitar 6 jam, alhamdulillah aman jaya.

Meskipun begitu, botol kaca ada kekurangannya yaitu memakan tempat dan lebih berat. Aku kalau dinas luar kota memilih pakai plastik ASIP karena lebih ringan dan ringkas.

Berkaitan dengan stock ASIP yang seperlunya, kita bisa menggunakan freezer yang ada di rumah. Nggak harus sewa freezer khusus atau beli baru. Untuk bahan makanan mentah seperti daging, seafood sebaiknya dimasukkan ke dalam container kedap udara supaya tidak mencemari ASIP. Aku pakai freezer khusus karena memang ada di rumah, dan freezer kulkas yang ada penuh dengan stock lauk supaya lebih gampang menyiapkan makanan ketika aku kembali bekerja.

Memberikan ASIP
Latih bayi minum ASIP secara teratur sebelum kembali bekerja, paling tidak sehari sekali seminggu sebelum ditinggal kembali bekerja. Ingat, bayi butuh latihan sebelum mahir minum ASIP lewat media. Cobakan berbagai media supaya bayi dan pengasuh menemukan media yang nyaman untuk mereka.

Sajikan ASIP dalam jumlah kecil terlebih dahulu, supaya kalau ada sisa minum tidak terbuang percuma. ASIP sisa minum harus habis dalam kurun waktu satu jam, selebihnya harus dibuang. Untuk tahu kebutuhan ASIP dalam satu hari, lakukan uji coba meninggalkan bayi sebelum kembali bekerja.

Salam ASI.

Saturday, July 28, 2018

Mengurus Akte Kelahiran di Kecamatan

Saat masih di rumah sakit pasca melahirkan Rhea, suami dapat broadcast dari grup pengurus RW kalau akan ada pelayananan pembuatan akta kelahiran dan kematian keliling oleh Dispenduk Capil Sidoarjo di kantor kecamatan kami. Wah, pas banget, rezeki nih. Jadi nggak perlu jauh-jauh ke Sidoarjo. Setelah pulang dari RS kami mulai melengkapi syarat - syarat yang diperlukan. So, inilah cerita kami berurusan dengan birokrasi Kabupaten Sidoarjo.


AKTA KELAHIRAN WNI
Mengisi formulir permohonan dan melampirkan: 
a. Anak telah masuk KK (mempunyai NIK)
b. Foto copy KTP Orang Tua dan 2 orang saksi
c. Foto copy Kartu Keluarga (KK) 
d. Asli Surat Kelahiran Dokter/Bidan/ Penolong Kelahiran 
e. Asli Surat Keterangan Kelahiran dari Desa/Kelurahan
f. Foto copy Surat Nikah/Akta Perkawinan Orang Tua yang dilegalisir Instansi Berwenang 
g. Foto copy Ijazah bagi yang telah lulus SD/SMP/SMA

First thing to do adalah mengurus surat pengantar dari RT dan RW untuk mendapatkan Surat Keterangan Lahir (SKL) dari Desa. Ketika mengurus SKL, kami akan diberi formulir pengajuan akta dan formulir penambahan anggota keluarga dalam KK. Semuanya harus dilengkapi dengan tanda tangan kepala desa atau lurah. Pengurusan di kantor desa tidak dikenai biaya. Perlu waktu sejam untuk selesai termasuk waktu yang diperlukan untuk mengantri. 

Kami kemudian pergi ke kantor kecamatan untuk mengurus NIK Rhea. Ini perlu waktu lebih lama, sekitar 2,5 jam karena antrian di kecamatan waktu itu ramai. Mungkin karena mau ada pelayanan akta di kecamatan ya, jadi pada bareng ngurusnya. FYI, pelayanan akta diadakan hari Rabu, aku dan suami mengurus kelengkapannya hari Senin.



Pada saat hari H, suami berangkat duluan ke kecamatan untuk ngantri, berangkat sekitar jam 7. Aku nyusul karena masih harus nyusuin Rhea dan nyiapin Bintang sekolah. Kata suami, pas dia datang sudah ada antrian yang dibuat oleh warga yang datang, sayangnya ketika petugas kecamatan datang antrian buyar karena kata-kata "berkasnya silahkan dikumpulkan di sini", akhirnya rebutan, dorong-dorongan. huhuhu. Ya sudah, terima nasib berkasnya ada di tumpukan tengah, yang penting sudah dikumpulkan.

Acara yang diedaran dari kecamatan disebutkan mulai jam 8 pada kenyataannya baru dimulai jam 9. Kesan pertama tidak tepat waktu, alasannya adalah petugas dari Dispendukcapil perlu waktu untuk pindahan dari kantornya ke kantor kecamatan dan menyiapkan diri. Well, kenapa nggak disampaikan mulai jam 9 saja kalau begitu?

Salah seorang petugas menyampaikan bahwa hanya akan ada 50 akta kematian dan akta kelahiran yang bisa jadi hari itu dengan sistem first comes, first served. Selebihnya akta akan jadi minggu depan dan bisa diambil di kecamatan. Bagi yang berkasnya lengkap akan diberikan tanda terima untuk mengambil akta, sedangkan bagi yang tidak lengkap akan dikembalikan. Apabila bisa melengkapi sebelum jam 12 akan diproses, namun jika melewati jam 12 harus diproses ke Dispendukcapil.

Satu jam berlalu dari verifikasi berkas sudah banyak berkas pengajuan yang dikembalikan karena tidak lengkap. Baru ada sekitar 10 berkas pengajuan yang lolos dan diberikan tanda terima pengambilan nanti jam 14.00. Aku sempet deg-degan karena belum dipanggil, khawatir dengan stok ASIP untuk Rhea yang hanya satu botol. Tapi alhamdulillah sekitar jam 10.30 aku dipanggil dan dinyatakan lolos. Aku kemudian pulang dulu untuk nyusuin Rhea dan istirahat. 

Jam 13.30 aku berangkat lagi ke kecamatan. Tapi ternyata penyerahan akta jadi molor. Awalnya dijanjikan jam 14.00 sesuai yang tertera di kartu tanda terima, namun ternyata baru diterimakan jam 15.00. Alhamdulillah, satu PR administrasi kependudukan Rhea selesai. Kalau sudah punya akta, selanjutnya ngurus asuransi kesehatan dan BPJS, tapi ini diurus oleh kantor suami sebagai fasilitas untuk karyawan dan keluarganya.

Pelayanan keliling seperti ini sangat membantu karena lebih dekat. Namun yang perlu diperhatikan adalah sistem antrian dan jam pelayanan, harus lebih baik lagi supaya tidak chaos. Untuk pemohon, harus lebih teliti dalam menyiapkan berkas yang disyaratkan supaya cepat beres dan akta bisa segera di tangan. Sedih lho ngelihat segitu banyak berkas ditolak karena tidak lengkap. Kalau yang tua okelah soal keterbatasan fisik dan akses informasi, tapi kalau yang masih muda bisa banget kan proaktif nanya ke kelurahan/kantor desa atau googling.

Wednesday, July 25, 2018

ASIP Pertama Rhea



Hari ini pertama kali memerah ASI karena aku harus ke kecamatan untuk urus akte kelahiran Rhea. Hasil perahnya kok cuma segitu? Iyaa, hasil perahku memang belum optimal karena memang belum rutin memerah. Awalnya baru berencana memerah untuk menabung ASIP sebulan sebelum kembali bekerja, tapi ternyata ada keperluan mendadak.

Rhea minum ASIP pakai apa? Pakai sendok. Meski belum mahir karena baru pertama kali minum ASIP pakai media, alhamdulillah habis tanpa banyak drama. Kuncinya jangan berikan ASIP ketika bayi sudah lapar. Stok segitu cukup untuk 3 jam meninggalkan Rhea, tapi begitu aku sampai rumah Rhea masih minta menyusu. Tak lama kemudian dia tidur.

Terima kasih sudah kooperatif ya Rhea. Perjalanan menyusui kita masih panjang. Insyaallah we can make it through, hand in hand .

Saturday, July 21, 2018

Hallo dari Rhea



Assalamualaikum.

Halo semua, perkenalkan namaku Rhea. Alhamdulillah telah lahir secara normal, lancar dan nyaman pada Sabtu 14 Juli 2018 jam 02.40 WIB. Semoga aku menjadi perempuan sholehah yang senatiasa dilindungi Allah, kuat dan membawa berkah untuk sekitar, sesuai nama yg diberikan ayah dan bundaku.

Friday, July 06, 2018

Plastic Free July

Plastic Free July Plastic Free July is a global initiative that aims to raise awareness of the amount of single-use disposable plastic in our lives and challenges people to do something about it. We can start a small step to refuse or at least reduce all single use plastic. We can start from the top 4 of them: plastic bags, water bottles, takeaway coffee cups and straws.



Plastic bag
I used to always bring my own shopping bag whenever I go to the market. For the fruits and vegies I buy, I put in my shopping bag directly. But, I still can't avoid some items that wrapped in plastic as it's packed in it like tofu and corn as you can see at the picture. But, at least I could reduce the use of plastic bag.


Plastic Bottle
I still buy some beverages in plastic bottle, I should stop or reduce it gradually. For the mineral water, I always bring my own bottle from home.

Cup and Straws
Since I'm not a coffee lover, I almost never take away any coffee from coffee shop. For the straws, I've been avoid using it as much as possible for a long time.

So, let's do something to reduce the waste. Love the world, for a better living, for you and for me.

Monday, June 25, 2018

Screening Empat Dimensi




Screening 4D ini sebenarnya sudah lama aku lakukan, di saat usia kehamilanku 26-27 minggu, tapi baru sekarang sempat diposting, hehe. Screening tidak dilakukan oleh obgyn langganan, melainkan oleh konsultan fetomaternal, dr. Aldika Akbar, Sp.OG (K) supaya pemeriksaannya lebih komprehensif karena dilakukan oleh yang berkompeten di bidangnya. Pemeriksaan ini dilakukan hampir satu jam lamanya, meliputi anatomi tubuh (kepala, kaki, tangan, perut, jantung, dsb), posisi janin, posisi plasenta, kecukupan air ketuban, aliran darah dan gerak janin. Alhamdulillah hasilnya baik, hanya saat itu kepala bayi masih di atas. Kalau dari pemeriksaan rutin yang terakhir, kepala janin sudah di bawah.

Oiya, waktu discreening susah sekali mendapatkan gambar wajah janin karena dia lagi aktif bergerak dan tangan menutupi wajahnya. Tapi, itu tidaklah terlalu penting. Yang lebih penting adalah mengetahui kondisi janin. :)

Stay healthy and happy inside my belly dear. Can't wait to see you soon!

Sunday, June 17, 2018

Ramadhan dan Mudik Saat Hamil


Assalamualaikum.
Halo teman-teman bagaimana ibadah Ramadhannya? Semoga lancar dan diterima oleh Allah SWT yaa. Tak lupa, aku ucapkan Selamat Idul Fitri 1439 H, Taqaballahu Minna wa Minkum. Semoga kita semua dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan. Aamiin.

Ramadhan Saat Hamil
Tahun ini Ramadhanku berbeda dari sebelumnya karena tengah hamil. Awalnya berharap bisa full puasa karena nggak akan menstruasi, tapi ternyata cuma bisa ikut puasa empat hari pertama saja. Ketika haus badan jadi lemas, kepala pusing dan mimisan. Memang, hamil kedua ini lebih ringkih rasanya, lebih banyak keluhan dibandingkan hamil pertama. Tapi alhamdulillah diberikan kekuatan untuk melewatinya hingga detik ini.

Ibadah lainnya pun kemudian menyesuaikan kondisi. Aku lebih sering tarawih di rumah karena sering mimisan dan frekuensi BAK sudah meningkat. Jadi, sholatnya nggak bisa terusan sampai selesai, harus berhenti dulu buat menunaikan hajat lalu lanjut lagi. Untuk mengajipun, kadang sambil rebahan kalau kondisi lagi drop.

Untuk makanan buka dan sahur lebih sering beli. Terima kasih banyak untuk suami yang sangat pengertian dengan kondisi ini. Dia sering sahur tanpa ditemani, nggak rewel dengan apa yang aku siapkan. Terima kasih untuk Bintang yang kooperatif saat Bunda drop.

Mudik Saat Hamil
Mudik tahun ini kami memilih menggunakan kereta, pertimbangannya waktu tempuh kereta sudah (hampir) pasti. Di kereta bisa berdiri dan jalan-jalan supaya aku bisa stretching. Kami melewatkan euforia tol baru yang launching tahun ini. Meskipun begitu, sampai rumah ternyata rasanya capek sekali. Tubuh pun melakukan tugas otomatisnya. mengisitirahatkan diri. Oiya, sebenarnya PT. Kereta Api mulai mensyaratkan bahwa batas aman bepergian dengan kereta untuk ibu hamil adalah 28 minggu. Lebih dari itu, harus memberikan surat keterangan sehat dari dokter. Namun entah karena crowded atau bagaimana, aku tidak melihat adanya pemeriksaan untuk itu. Sebelumnya, saat kontrol terakhir aku sudah meminta surat keterangan dari dokter. Di perjalananku sebelumnya di bulan Maret, ada meja pemeriksaan namun aku tidak diperiksa. I guess they didn't notice that I'm pregnant, perut gak terlalu besar dan pakai dress.

Kalau biasanya aku kuat jalan keliling ke tetangga dan saudara dalam satu waktu, kini hanya kuat berjalan beberapa hingga beberapa rumah dan harus balik untuk istirahat karena mimisan datang menyapa. Kalau dipaksa akan pusing dan lemas tidak terkira. Aku kemudian lebih memilih tinggal di rumah menemani Mbah menerima tamu, alhamdulillah bisa bertemu banyak orang, jadi tinggal berkunjung ke yang dituakan.

Urusan kulineran selama mudik alhamdulillah sudah banyak yang keturutan, lancar dan tanpa mengalami antrian panjang karena aku memulainya sebelum lebaran. Nasi Pecel bungkus daun jati, dawet suronatan, bluder cokro, nasi jotos, soto daging pasar kawak, ayam panggang Gandu sudah dicentang. Kulineran tidak hanya tentang membeli makanan, tapi juga membeli kenangan.

Friday, June 08, 2018

Maternity Photoshoot







A magical time that I await to have in my lifetime, to carry a soul within me, being pregnant is such an inspirational time for me. It brings the joy of being able to nurture an angel coupled with the pain that does not let me sleep for weeks or months. A magnificent time which brings a new life to the world, pregnancy makes me grow to be a kind and loving mother.

The wonderful feeling of being pregnant, the unworldly changes that occurs inside my body and the pain, the confusions and absolute bewitching time that I have to go through cannot be defined in words.

During pregnancy is that time, which can in no way be comparable to other instances in life for anyone. There are some absolutely heart-wrenching times and some joyful moments during pregnancy which can all be recalled as a marvelous experience when looking backwards to it. .

Thanks a lot to Ruddy Purnama for capturing this wonderful journey.

Sunday, May 27, 2018

Sop Manten


Assalamualaikum. 

Hari ini ngidam banget sama Sop Manten ini. Disebut Sop Manten karena hadirnya di resepsi mantenan yang menggunakan sistem piring terbang. Terakhir menghadiri nikahan dengan sistem ini sudah lama banget. Nah, karena di Surabaya belum nemu yang jual, maka mau nggak mau harus bikin sendiri. 

Bikinnya sih gak begitu susah kok. Aneka sayur direbus sebentar supaya tetap crunchy, lalu kuahnya dimasak terpisah. Kuahnya aku bikin dari kaldu ayam, pakai bumbu putih dari @dapurauliapwt tinggal tambahin gula, garam dan merica.

Sepiring sop ini nutrisinya sudah empat empat bintang ya. Isinya sih bisa disesuaikan dengan selera. Aku tadi pakai wortel, makaroni, kentang goreng, ayam, jamur, kembang kol dan kapri. Well, puas banget deh makannya. Sepiring masih kurang 😊😊

Selamat berbuka puasa ya teman-teman, semoga diberikan kesehatan dan kelancaran dalam beribadah di bulan suci ini.

Happy cooking, happy eating!!



Saturday, May 19, 2018

[Review] Guest House Rumah Wahidin, Probolinggo




Bulan kemarin aku ada acara keluarga di Probolinggo dan Lumajang. Kuputuskan menginap di Probolinggo karena acara di Probolinggo sampai malam, selain itu juga karena lebih banyak alternatif penginapan. Sengaja cari yang murah karena cuma dipakai sebentar, tidur doank. Hehehe. Aku menginap di Guest House Syariah Rumah Wahidin, terletak di Jalan Wahidin Probolinggo. Ratenya 250.000/malam, include sarapan untuk dua orang.

Bangunan guest house terdiri dari dua lantai, jadi tentu saja tak ada lift, hanya ada tangga. Aku mendapatkan kamar di lantai dua. Kamarnya bersih, dilengkapi AC, TV, Kamar Mandi dalam, gantungan baju, meja kursi dan dua botol air mineral.





Di bawah, ada taman, gazebo, kolam dan ayunan. Lumayan banget waktu bawa anak kecil, Bintang bisa main di situ. Lalu ada musholla di samping resepsionis. Menu sarapannya bukan buffet ya, tapi ala carte, ada pilihan menunya antara lain Mie Goreng, Soto Ayam, Roti Bakar dan nasi Goreng. Untuk minumannya ada teh dan kopi. Waktu itu aku memilih Mie Goreng dan Teh.


Overall, memuaskan menginap di sini. Fasilitas yang aku dapat sepadan dengan uang yang aku keluarkan. 

Friday, May 11, 2018

Menikmati Bali (Bagian 2)

Hari ketiga di Bali, aku bergabung dengan rombongan. Aktivitas hari ini lebih ringan dan bersahabat untuk ibu hamil macam aku. Aku kuat jalan jauh, tapi aku udah nggak bisa jalan cepet. Aku harus beberapa kali berhenti untuk istirahat dan minum. But I was so well, I enjoy this trip.

Water Blow Nusa Dua



Terletak di kawasan elitenya Bali, aku sebenarnya berpikir nggak worth it buat ke sini. Jalan lumayan di tengah terik matahari yang bikin keringetan, hanya untuk melihat semburan air laut ke batu karang yang buatku biasa saja. Aku pernah mbelani jalan dan naik ke bukit untuk lihat Seruling Laut di Pantai Klayar Pacitan, dan itu memang worth it. Karena merupakan kawasan elite, banyak hotel bintang lima di sini, dan tentu saja semuanya punya pantai pribadi. Akses yang bagus, bersih dan dijamin lebih privat. Nah, ini menarik kalau punya uang, karena harganya tentu saja nggak murah hahah.

Pantai Pandawa






Bali panasnya luar biasa, lebih panas dari Surabaya. Pantai ini sebenarnya bagus, garis pantainya panjang, pasirnya putih dan masih terhitung bersih. Tapiiii toko-toko yang ada di sekitarnya tidak tertata dengan baik. Berkesan sumpek dan tidak nyaman. Kalau mau main ombak atau main pasir mending ke sini pagi atau sore sekalian. Saat yang lain naik perahu dan berkano.

Pura Luhur Uluwatu



Ketika menginjakkan kaki di sini ingatanku melayang pada tahun 2012 di mana aku numpang pumping di salah satu kios yang ada di sini. Seingatku dulu kios di pojokan adalah warung kopi dan es degan, tapi kin sudah berganti jadi kios sovenir. Saat yang lain naik ke pura, aku stay di bawah. Duduk di bawah pohon sambil mengamati kawanan kera yang dibiarkan bebas. Harus hati-hati ya sama si kera, dia suka mendekati pengunjung terutama yang bawa makanan, kacamata, topi, payung. Waktu itu ada gantungan kunci model boneka milik pengunjung yang diambil. 

Ayam Betutu Gilimanuk 



Trip kali ini ditutup dengan early dinner di Ayam Betutu Gilimanuk yang tersohor itu. Menu yang dipesankan oleh pihak travel agent adalah setengah ekor ayam betutu, lengkap dengan nasi, plecing jukut gonda, sambal matah dan kacang tanah goreng. Habis jalan tentu lapar, makannya pun lahap deh. Ayamnya empuk karena dimasak lama, bumbunya terasa dan pedasnya nendang. Aku suka plecing jukut gondanya, masih crunchy. Jukut gonda ini teksturnya mirip kangkung. Pelayanannya cepat dan ramah.

Bye Bali, see you when I see you!

Friday, April 27, 2018

[Review] Resign



Ini adalah pertama kalinya aku baca buku karangan Almira Bestari. Buku ini bercerita tentang kehidupan karyawan sebuah kantor konsultan di Jakarta. Dengan segala dinamika di lingkungan kantor tsb, Alranita, Carlo, Karenina dan Andre melakukan kompetisi. Bukan untuk menjadi pegawai terbaik, jabatan tertinggi atau bonus terbesar, namun untuk resign. Dengan bahasa yang sederhana novel ini mudah untuk diikuti. Namun buatku konfliknya terlalu datar, agak membosankan. Sempat nggak mau menyelesaikan tapi akhirnya tuntas juga karena dibaca untuk mengisi waktu ketika menunggu antrian dokter waktu itu. 

Thursday, April 26, 2018

[Review] Twivortiare 2


Buku ini sudah terbit beberapa tahun lalu, tapi baru sempat baca. Bercerita tentang kehidupn pernikahan kedua antara alexandra Rhea dengan Beno Wicaksono. Pernikahan pertama mereka gagal, mereka bercerai lalu menikah lagi. Seperti pada novel sebelumnya, Twivortiare, novel ini disajikan dalam bentuk kicauan twitter oleh akun @alexandrarheaw. Beda kan dari novel lainnya. Kicauan ini nyata, si Ika Natassa, penulisnya beneran membuat akun twitter tsb dan rutin berkicau di sana. Hingga kicauan tsb menjadi satu novel. Kalau untuk alur cerita, novel ini lebih flat, tidak ada konflik berarti.

Pelajaran tentang menikah, menyesuaikan diri dan menjaga api cinta demi kelanggengan rumah tangga menjadi bahasan utama dalam novel ringan ini.

  • You know you’re in love with the right person when falling in love with him turns you into the best version of yourself.
  • Some dreams just make you don't want to wake up.
  • You can only cry when you really want something and it means the world to you.
  • Kadang suatu keputusan itu baru bisa jelas digolongkan bodoh atau bijaksana setelah ketahuan akibatnya, kan? 
  • Kadang kita dikasih pilihan yang sulit hanya untuk nunjukin ke kita mana sebenarnya yang buat kita lebih penting dan lebih berharga. It's like the university way of making us aware of things that matter the most.
  • Hands that sew are holier than hands that pray (kalau kita memang punya kemampuan, bantuan langsung dengan tangan sendiri, jangan sekedar mendoakan) -- dr. Devi Shetty
  • Ini nasihat buat para perempuan di timeline gue: do not be an option to someone, you should be his only choice. 
  • if a man wants to be with you, he'll make every effort to be with you, no excuse. men are simple, you know. 
  • Don't waste your time on somebody you don't like or doesn't like you. that's how simple the dating game is. 
  • Good marriage is not destiny. You are never destined to be happy. You have to work and search for it and take care of it.
  • I'm sure every couple have their own sweet stories. Our are both bitter and sweet.
  • A great relationship is not just when you can laugh together, but also laugh at each other. Affectionately.
  • ”People say the greatest enemy of love is jealousy. It’s not. The greatest enemy of love is boredom.”
  • Do you realize that when you miss a person, it’s not just him that you miss? It’s the feeling you had when you were with them.
  • Cinta itu bukan masalah statistik. Melainkan masalah kesempatan, keberanian, dan pilihan. Kesempatan bertemu, keberanian jatuh dan disakiti, dan memilih.
  • Waktu menikah, kita harus yakin pasangan itu adalah yang terbaik buat kita. Karena udah yakin yang terbaik, maka di dalam sini nih (nunjuk kepala) dan sini (nunjuk dada) nggak akan buang-buang energi mikirin yang lain.
  • The heart is a tricky thing. But that’s why God creates your head.
  • Yang jelas, pengorbanan apa pun yang lo lakukan demi cinta, itu harus atas dasar kerelaan dan keikhlasan lo sendiri.
  • A little jealousy in relationship is healthy, don’t you think? It’s always nice to know that somebody is afraid to lose you.
  • What you give out will eventually return to you.
  • Apparently when you’re really good at something, people would always want more.
  • It’s funny how being pregnant makes you feel powerful and fragile at the same time.
  • Powerful because I’m growing a human being inside of me. It’s magical! Fragile because I want my baby to be as happy and comfortable as it can be in here, that I’m afraid if what I’m doing is hurting it. And I’m trying to listen to what my body is telling me all the time because I believe it’s what Lil Kiddo is trying to tell me too.
  • But oh well, ada beberapa orang yang dihadirkan ke dalam hidup kita tujuannya memang murni untuk melatih kesabaran.
  • But I guess life is a nonstop learning curve anyway. Dulu belajar untuk lulus sekolah, sekarang belajar jadi istri dan ibu yang baik. As you grow older, there will be more roles that you have to play in life.
  • The best part about getting a gift is not the gift itself, but the fact that somebody remembers you in their thoughts
  • ”Sometimes life is like riding a bike. You just gotta keep moving to keep yourself from falling down.”
  • Motherhood changes you. In the best way possible.
  • The best part about being pregnant is to never feel alone again. No matter what happens, my lil junior and I have each other.
  • Sometimes the wrong choice brings us to the right place.
  • I think the purest kind of love is the kind that expects nothing in return. It doesn’t even expect to be loved back
  • I’m too happy to notice any negativity around me.
  • When you feel that your life is boring, that every day is the same, and with the same people, maybe you should be thankful. To some people, it means stability. And a lot of people don’t have that.
  • Once you have a kid of your own, he or she becomes the center of your universe and you just can’t help it.
  • I don’t give a shit to whatever they’re saying anymore. Arga is such a bundle of joy that nothing else matters.
  • You know how when you’re so in love with someone, your spouse, he becomes the reasons of your every sadness and happiness?

Wednesday, April 25, 2018

Menikmati Bali (Bagian 1)

Aku kembali ke Bali, setelah enam tahun berlalu. Waktu itu bersama IOP, kali ini bersama LPBI. Dikarenakan kondisiku sedang hamil, aku melewatkan sesi outing ke Nusa Penida. Yang aku lakukan adalah membaca buku, berbekal The Architecture of Love karya Ika Natassa hadiah ulang tahun dari suami. Membaca tanpa gangguan sudah merupakan liburan buatku, simple kan? Setelah mandi dan sarapan, kegiatanku adalah bersantai di hotel sambil menunggu jam sebelas untuk janjian dengan seorang teman.

Harris Hotel and Residence, Sunset Road
Aku sampai hotel jam 11 malam waktu Bali, sudah capek dan ngantuk, jadi nggak terlalu fokus sama hotel. Lobi hotel ini berkonsep semi terbuka karena tak berpintu, semacam teras yang bisa langsung mengakses halaman. Letaknya yang masuk ke dalam gang membuat suasana jadi tenang.





Aku mendapatkan kamar twin di lantai dua, kembali bersama Saras sebagai room mate. Bangunan di sekitar hotel didominasi warna putih dengan sentuhan oranye khas Harris. Begitu masuk kamar langsung happy mendapati guling di atas tempat tidur. Haha.






Kamar seluas 24 m2 ini dilengkapi day bed di dekat jendela, almari, pemanas air, kulkas, meja kerja dan televisi. Di atas tempat tidur ada lukisan bernuansa Bali. Pemandangan dari kamar adalah food street area yang buka ketika sore tiba.

Untuk kamar mandi dilengkapi shower dan hair dryer masih dengan interior berwarna oranye. Aku nggak suka wangi toiletriesnya, so aku pakai punyaku sendiri. Aku suka air panasnya nggak terlalu panas, pas dengan seleraku. Tapi sayang showernya ada bagian yang kurang rapat, jadi ketika digunakan ada semburan air yang tidak seharusnya. Oiya, sandal hotelnya lucu, sandal jepit berwarna oranye, tidak seperti sandal di hotel lain yang bentuknya selop.





Hotel ini kids friendly lho, ada outdoor playground dengan halaman berumput dan Dino Club di mana putra-putri Anda bisa bermain. Di samping resto ada kolam renang, untuk dewasa dan anak-anak. Beberapa kamar punya akses langsung ke kolam renang.





 


Untuk sarapan variasinya lumayan. Selain menu buffet, ada egg corner, healthy corner, salad, nasi campur, minuman herbal, sereal, bubur, mie ayam, american breakfast (sosis, potato wedges dan baked beans), aneka dessert dan herbal corner. Suasana resto selalu ramai ketika aku sarapan, namun staf resto cukup sigap membantu kebutuhan Anda. Makanannya biasa aja, nggak ada yang levelnya enak apalagi enak banget. Makanya aku ambilnya dikit-dikit, jadi kalau nggak enak masih bisa ngabisin, heheh.








Wifi di sini kenceng kok. Menurutku harga 500rb worth it dengan fasilitas yang ada. Yang aku suka dari Bali adalah banyak hotel yang harganya affordable dengan fasilitas yang lengkap.

Alamat:
Jalan Pura Mertasasari, Sunset Road, Kuta, Badung

Gusto Gelato
Gusto Gelato menjadi satu-satunya tempat kuliner yang ingin aku coba selama di Bali. Di sini aku janjian untuk ketemuan dengan Mintik, teman admin FB Group AIMI dari Bali. Jaraknya sekitar 4 KM dari hotel, aku memutuskan naik Go-Car dengan tarif dua belas ribu rupiah dibandingkan naik Go-Jek karena cuaca di Bali sedang panas banget. Sampai sana sekitar jam 11, dan masih belum ramai. Ada staf yang berjaga di depan pintu, menyambutku dengan ramah.








Sebelum menikmati gelato pilihan Anda, Anda harus terlebih dahulu ke kasir memilih ukuran gelato yang diinginkan. Aku pilih ukuran medium. Niat awalnya biar bisa ngicip aneka rasa, tapi endingnya pesan dua porsi matcha dan seporsi apple crumble. Matchanya enakk, sensasi pahitnya kerasa dan manisnya pas. Lalu apple crumble ini unik, ada kres-kres apelnya jadi berasa kayak makan pie versi es. Pilihan rasa di sini banyak banget, mulai dari rasa buah-buahan, hingga rasa yang jarang Anda temui, at least aku. Misalnya spicy chocolate, lemongrass, temulawak, basil, bika ambon, dsb.





Makin siang, pengunjung makin ramai. Anda bisa pilih duduk di indoor area atau di outdoor, kapasitas tempat duduknya lumayan banyak kok. Aku sih milih indoor karena panas banget dan mengindari asap rokok. Selain menjual gelato dan sorbet, mereka juga menjual camilan, kopi dan milkshake. Oh iya, waktu itu aku juga pesan Tarte au sucre sebagai cemilan pendamping. Modelnya sih dome, tapi tipis bertabur gula. Tapi aku menikmatinya dengan cara meminggirkan taburan gulanya dan kemudian mengolesi es krim di atasnya, mirip makan wafel gitu deh.






Alamat:
Jl. Mertanadi No 46B, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung

Price list:
Small (2 rasa): 25 K
Medium (3 rasa): 48 K
Large (4 rasa): 75 K
X-Large (5 rasa): 140 K
Cone (2 rasa): 28 K


Senja di Jimbaran

Setelah dari Gusto Gelato aku kembali ke hotel. Maunya tidur siang tapi nggak bisa, jadi melanjutkan baca. Sekitar jam setengah lima aku bertolak ke daerah Jimbaran, bergabung dengan office mates untuk makan malam di New Furama Resto. Ternyata aku datang duluan dan makanan masih disiapkan. Aku kembali melanjutkan membaca sambil duduk di ayunan, diiringi deburan suara deburan ombak. What a perfect me time. Setengah jam kemudian rombongan datang, waktunya main air laut sebentar karena ada yang bisa dititipi tas. Hehe.





Makanan di tepi laut identik dengan menu seafood, demikian juga dengan menu kami. Setiap orang mendapatkan satu piring lauk yang berisi aneka seafood yaitu kerang, ikan, udang, cumi. Menu kami ditemani oleh sambal tomat, sambal matah dan plecing kangkung yang disajikan terpisah. Dan tentu saja tidak ketinggalan es kelapa muda yang disajikan utuh. Malam itu aku makan lahap karena lapar siang cuma makan es krim dan ngemil. Hehehe.




Sepulang dari Jimbaran, kami mampir belanja ke Krisna. Suasana sangat ramai waktu itu. Aku hanya beli pie susu, kacang dan kopi. Mau belanja souvenir sudah mengurungkan diri karena melihat antrian di kasir yang mengular. Setelah dari Krisna, kami kembali ke hotel. Yang lain sih lanjut ngopi, sementara aku memutuskan untuk bebersih dan tidur. Capek.

(bersambung)