Skip to main content

Me Time


Minggu ini adalah minggu yang pendek untuk bekerja. Hari kerjanya cuma tiga karena jumat ada cuti bersama. Dan dua (hari kerja) diantaranya adalah hari yang sangat menyita waktu dan kemarin adalah puncaknya. Setelah selesai acara, beres - beres dan melakukan pekerjaan rutin lainnya, aku memutuskan untuk pulang tenggo (teng langsung go).

Nggak tahu kenapa kemarin aku merasa sangat capek, badan dan pikiran. Makanya pulang lebih awal jadi pilihan. Sampai di kos aku sholat dan rebahan. Awalnya pengen tidur, tapi ternyata mata ini susah sekali dipejamkan. Aku pun memilih untuk membaca buku yang baru saja aku beli karena diskonan. Adalah buku Jangan Beri Aku Narkoba karangan Alberthine Endah yang kemudian jadi teman. Aku sangat menikmatinya, meskipun aku harus tetap berpikir di tengah kecapekan yang melanda untuk bisa memahami alur cerita yang dirangkaikan. Membaca bagiku adalah satu kegiatan yang sangat menyenangkan. Dan aku tak pernah bosan. Aku menyukai semua jenis buku kecuali komik karena buat saya membaca komik itu membingungkan. 

Di tengah - tengah membaca, ketika aku sudah melahap separuhnya, aku berhenti sejenak. Aku merasa bahagia dan beruntung bisa merasakan Me Time seperti ini. Terlebih aku sudah lama nggak menikmati saat - saat pribadi seperti ini. Membaca di tempat yang nyaman dan ditemani cemilan favorit, which is emping belinjo, adalah hal so refreshing and relaxing. Kenikmatan seperti ini cukup membuat aku bersyukur that life's (really) good.

Comments

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Cerita Dari Jogja (Part 2)

Bandara Adi Sucipto: tampak depan Kali ini aku akan bercerita tentang bandara yang ada di Jogja, yaitu Adi Sucipto International Airport. Meskipun bertaraf internasional, bandara ini termasuk kecil secara luasan bangunan dan landasan. Beda jauh dengan bandara Juanda di Surabaya atau Soekarno Hatta di Jakarta. Ruangan kedatangan domestiknya nggak terlalu gede, bisa dikatakan kecil malah, "cuma" dilengkapi tiga baggage claim.  boarding room antrian masuk pesawat Untuk boarding room, berbeda dengan bandara lainnya yang bebentuk persegi panjang, di bandara ini bentuknya setengah lingkaran. Karena jumlahnya cuma satu, maka penumpang dari berbagai maskapai akan bercampur baur di sini. Boarding room ini dilengkapi 4 gate untuk naik pesawat. Cuma kemarin pas aku check in , di boarding pas s ku tertera gate 0. Berhubung ini baru pertama kali terjadi, daripada tersesat di bandara, aku bertanya ke salah satu petugas yang ada. Dari beliau, aku mendapatkan informa...

Menggapai Bintang

Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Keluar dari semua dominasi Meraih semua mimpi yang kau miliki Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Dan aku tak akan menahanmu lagi Meski dengan berat hati Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Menyibak langit kelam yang selama ini memayungi Demi menemukan bintang yang paling terang untuk kau jadikan teman hidupmu nanti Hari di mana kemungkinan untuk pergi datang lagi...