Skip to main content

Desperately Need Any Kind of Relaxation


I'm desperately need any kind of relaxation. Ngurusin wedding stuffs ternyata sukses bikin capek jiwa raga, meski sebaliknya juga merasakan kebahagian yang tak terkira. Nggak kerasa hari H semakin dekat, stres pun mulai meningkat. Secara umum, all stuffs are almost done, kurang undangan dan kebaya yang belum jadi. Soal kebaya sih aku percaya sama penjahit langgananku, dia tepat waktu dan hasilnya bisa diandalkan. Nah soal undangan ini nih yang bikin aku nggak tenang. Janjinya sabtu, tapi ternyata nggak bisa dengan alasan mendahulukan yang nambah untuk yang acara juni ini. Trus janji Rabu ini buat nyelesain 300 dulu karena aku mau nyebar di kondangan sodara weekend ini, tapi ternyata meleset juga, janjinya besok. Sedangkan sisanya katanya minggu depan. Aduh, sumpah deh aku udah hampir kehabisan kesabaran ngadepinnya. Hasilnya sih bagus (aku lihat punya temenku yang pesan di sana), tapi kalau mbleset terus gini ya kan ya mengecewakan, penilainnya bisa berkurang. Sebel banget rasanya kalau kerjaan kita terhambat karena harus bergantung sama kinerja orang lain yang lelet banget kayak gini. Aku pasrah wis, yang bisa aku lakukan cuma banyak - banyak berdoa semoga semuanya lancar, yang belum selesai dipermudah urusannya. Amin...

Kalau ngelihat kondisi terutama raga, aku sepertinya memang harus menjadwalkan relaksasi. Terlebih, aku lagi dapet. Jadi nggak bisa khusyuk berdoanya. Aku suka sedih kalau lagi galau kayak gini pas lagi dapet, kayaknya kurang afdol buat berdoa. Semoga minggu ini bisa facial dan/atau body massage. Aku juga berencana beli lilin aromaterapi buat relaksasi di kamar sebelum tidur.

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...