Skip to main content

Tentang Kenyataan Impian

Hidup memang penuh mimpi
Kata Nidji, mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia

Bagiku, mimpi adalah separuh nyawaku
Karena mimpi aku bisa semangat menjalani hidup ini
Sampai detik ini

Banyak mimpi yang kurajut
Banyak harapan yang kurangkai
Dan banyak waktu yang kuhabiskan untuk mewujudkannya
Sebanyak usaha yang telah kulakukan untuk merealisasikannya

Banyak mimpi yang sudah terwujud
Tapi yang belum juga masih banyak lagi
Kuliah lagi, beli ini, beli itu
Dan tentu saja rencana besar itu

To be honest, I can't stand waiting
I've done my best
But God still doesn't want it happen to me
At least for this time

Aku harus bersabar
Meski aku semakin tak sabar
Kupikir, kalau bisa sekarang kenapa ditunda
Pikiran seperti itulah yang tertancam kuat di otakku

Sampai aku ngobrol dengan mbak Sari
Tentang persiapan dan usaha mewujudkan mimpi
Tentang hikmah kesabaran
Dan tentang kenyataan yang bertolak belakang dari rencana kita

Inti dari petuahnya adalah "Dulu, kita selalu semangat mengejar mimpi - mimpi kita.. Tapi pas mimpi itu udah terwujud, belum tentu hati kita senang menerima. Kadang kita justru berantakan karenanya.. U may loose ur other half, u may loose ur real life"

Aku diam..
Tak mampu berkata - kata
Tertohok dengan kata - katanya
Dan hati kecilku mulai mempertanyakannya
Apakah aku siap jika mimpi itu terwujud sekarang
Apakah aku akan benar - benar gembira karena
Apakah semuanya akan seindah yang saat ini kubayangkan

Mungkin aku harus belajar untuk lebih bersabar
Sambil terus menyiapkan diri sebaik mungkin
Agar semuanya lebih siap
Agar aku lebih kuat
Agar semuanya lebih indah
Saat hal itu benar - benar terjadi
Semoga


PS: thx a lot to mbak Sari :)

Comments

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Cerita Dari Jogja (Part 2)

Bandara Adi Sucipto: tampak depan Kali ini aku akan bercerita tentang bandara yang ada di Jogja, yaitu Adi Sucipto International Airport. Meskipun bertaraf internasional, bandara ini termasuk kecil secara luasan bangunan dan landasan. Beda jauh dengan bandara Juanda di Surabaya atau Soekarno Hatta di Jakarta. Ruangan kedatangan domestiknya nggak terlalu gede, bisa dikatakan kecil malah, "cuma" dilengkapi tiga baggage claim.  boarding room antrian masuk pesawat Untuk boarding room, berbeda dengan bandara lainnya yang bebentuk persegi panjang, di bandara ini bentuknya setengah lingkaran. Karena jumlahnya cuma satu, maka penumpang dari berbagai maskapai akan bercampur baur di sini. Boarding room ini dilengkapi 4 gate untuk naik pesawat. Cuma kemarin pas aku check in , di boarding pas s ku tertera gate 0. Berhubung ini baru pertama kali terjadi, daripada tersesat di bandara, aku bertanya ke salah satu petugas yang ada. Dari beliau, aku mendapatkan informa...

Aku dan Freezer = Pembuktian :)

Suka yang aneh - aneh. Doyan belanja. Boros. Keras kepala. Pemimpi. Itulah komentar orang - orang sekitar pas tahu aku berencana beli freezer baru karena freezer yang lama udah nggak muat buat ASIP. Sempat stress juga karena omongan tersebut. Tapi mereka kan nggak pernah berada di posisiku. Mereka nggak pernah pompa ASI kayak aku. Sempet kendur juga ketika disodori pertanyaan "emang bakal penuh?", "kalau udah nggak dipakai mau diapakan?". Hmm... Akhirnya aku tetap pada keputusanku, beli freezer baru. I don't care with all they said any longer. Modal utamaku cuma bismillah. Dan ketika freezer itu datang, apa yang terjadi? Aku menangis haru saat tahu freezer itu akhirnya penuh, bahkan nggak muat untuk ASIP yang ada setelah botol - botol yang berceceran (baca: dititipkan di mana - mana) dikumpulkan dan dipindahkan ke situ. Alhamdulillah wa syukurillah, aku berhasil membuktikan bahwa freezer ini emang worth to buy . Aku membuktikan kalau aku bisa ...