Skip to main content

Ketika Sewindu


Seminggu lagi ulang tahun pernikahan kita yang sewindu
Tapi belum ada obrolan untuk merayakannya seperti tahun - tahu terdahulu
Aku belum punya ide, jadi aku menunggu kamu
Sayangnya kamu sibuk melulu

Tiba - tiba aku bertanya pada diriku
Apakah perayaan itu sebenarnya perlu
Kalau hubungan kita akhir - akhir ini membeku
Kita sudah jarang ngobrol seru
Apalagi bermesraan menikam waktu
Ah, sudah langka sekali itu

Mungkin karena rumah ini masih sepi
Cuma ada kamu dan aku di rumah sebesar ini
Di rumah ini belum ada tangis atau tawa bayi
Karena anugerah yang sudah lama kita nanti
Tak kunjung hadir di sini

Mungkinkah kita terjebak pada rutinitas yang sama
Dengan pernikahan sebagai pembungkusnya
Kita berada di rumah yang sama
Tidur di ranjang yang sama
Makan di meja makan yang sama
Mandi di kamar mandi yang sama
Tapi tak ada lagi sesuatu yang terasa menyala di dada

Kemanakah perginya cinta yang dulu kita puja?
Apakah dia sudah pergi dari hati?
Atau sebenarnya dia masih ada tapi sudah mati?


Tiba - tiba berpuisi di pagi hari
Inspirasi sehabis menyusui :)

Comments

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Cerita Dari Jogja (Part 2)

Bandara Adi Sucipto: tampak depan Kali ini aku akan bercerita tentang bandara yang ada di Jogja, yaitu Adi Sucipto International Airport. Meskipun bertaraf internasional, bandara ini termasuk kecil secara luasan bangunan dan landasan. Beda jauh dengan bandara Juanda di Surabaya atau Soekarno Hatta di Jakarta. Ruangan kedatangan domestiknya nggak terlalu gede, bisa dikatakan kecil malah, "cuma" dilengkapi tiga baggage claim.  boarding room antrian masuk pesawat Untuk boarding room, berbeda dengan bandara lainnya yang bebentuk persegi panjang, di bandara ini bentuknya setengah lingkaran. Karena jumlahnya cuma satu, maka penumpang dari berbagai maskapai akan bercampur baur di sini. Boarding room ini dilengkapi 4 gate untuk naik pesawat. Cuma kemarin pas aku check in , di boarding pas s ku tertera gate 0. Berhubung ini baru pertama kali terjadi, daripada tersesat di bandara, aku bertanya ke salah satu petugas yang ada. Dari beliau, aku mendapatkan informa...

Menggapai Bintang

Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Keluar dari semua dominasi Meraih semua mimpi yang kau miliki Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Dan aku tak akan menahanmu lagi Meski dengan berat hati Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Menyibak langit kelam yang selama ini memayungi Demi menemukan bintang yang paling terang untuk kau jadikan teman hidupmu nanti Hari di mana kemungkinan untuk pergi datang lagi...