Skip to main content

Manfaat Ramah

Hari ini kan aku ke kampus C, mo ngambil surat izin penelitian di rektorat. Nah, pas di pelataran parkiran MM aku ketemu dua orang "asing" yang dari, maaf, ciri-ciri fisiknya berasal dari kawasan Indonesia bagian Timur. Mereka adalah seorang ibu paruh baya, kira-kira seumuran ibuku ama seorang cowok yang kira-kira seumuran aku. Kayaknya mereka anak-ibu deh. Mereka tampaknya nggak mengenal lingkungan Surabaya, terutama kampus Unair. Terbukti mereka masih celingak-celinguk, hihihi... trus mereka naya ke aku caranya naek bus Flash gimana. Sekedar info, bus flash adalah bus kampus yang menghubungkan antara kampus-kampus di Unair which are kampus B, kampus A dan kampus C pp. Bus ini gratis lho... Jadi sangat membantu buat para mahasiswanya. Ok, kembali ke ceita awal. Aku pun dengan senag hati riang gembira, tapi tidak penuh tawa, menunjuk pada seonggok besi berbentuk bersegi yang ada dihadapanku. Aku pun tak lupa memmberitahukan pada mereka klo aku juga mo naek Flash ke kampus C. Sebenarnya nggak ditanya sih, tapi aku pengen ngasih tahu aja, biar lebih meyakinkan mereka klo aku nggak bohong ato ngerjain pendatang kayak mereka.

Berhubung waktu keberangkatannya masih lima belas menit lagi, aku ke ATM dulu. Eh tau nggak, dugaanku ternyata benar, dua orang itu masih di luar bus. Pas aku masuk, mereka baru ikutan masuk. Trus aku ngibrol-ngobrol ama mereka, mereka nanya-nanya tentang kampus Unair, terutama kampus C yang akan mereka tuju.

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...