Skip to main content

Jengah...

Aku nggak ngerti harus gimana lagi aku menghadapimu. Sejujurnya aku nggak pernah pengen menghindarimu sedemikian rupa, apalagi membencimu. Tapi kamu terlalu menjengkelkan untuk diladeni. SMS dengan pertanyaanmu yang selalu sama, "Hai Na, pa kabar?", benar - benar membuatku bosan. Seperti tak ada kalimat lain saja. Aku sudah berkali - kali bilang klo aku bosan dengan pertanyaanmu itu, tapi toh kamu tetap keukeuh dengan SMS super sialanmu itu. Yawda, akhirnya sekarang aku putusin buat nggak nggubris semua SMS atau teleponmu, nggak peduli kamu mo hubungi aku berapa juta kali. I really don't care. Jujur ya... aku ilfil banget ma kamu pas aku kirim SMS lebaran kemaren kamu malah dengan pedenya nggak kirim ucapan balik, malah kirim SMS yang bunyinya kaya gini "Hai Na, udah di madiun belum??". Damn!!! orang ini kok nggak nyambung banget gini ya... Oh no... ke laut aja ya...

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...