Skip to main content

My 23rd Weeks Pregnancy :)

Semalam kontrol ke dokter lagi. Rutinitas bulanan yang selalu menarik dan ditunggu - tunggu. Meskipun harus melewati antrian yang tak sebentar. Minggu aku udah menelepon untuk reservasi, niatnya biar dapat antrian depan eh nggak tahunya malah dapat antrian nomor sebelas. Tapi nasibku lagi baik, pas registrasi ulang resepsionisnya bilang baru dapat nomor empat. Aku melirik nomor antrian mbak sampingku, dia nomor tujuh. Masih jauh batinku. Tahunya setelah nomor empat, langsung mbak sampingku dan setelahnya adalah aku. Senangnya.

Biar gampang, aku bikin pointers aja ya :)
  • Usia kandunganku 23 minggu.
  • Hasil timbanganku menggermbirakan, dalam sebulan ini beratku naik tiga kilo. Sesuailah ya sama nafsu dan frekuensi makanku yang menggila belakangan ini. :)
  • Hasil tensi normal, 117/81.
  • Masih boleh naik pesawat sampai usia 32 minggu.
  • Nanya - nanya soal USG 4D, usia rentang 22 - 26 minggu adalah usia kandungan ideal untuk melakukan USG ini. Aku sendiri masih menimbang - nimbang mau melakukan tes ini atau tidak, karena beberapa alasan seperti biaya yang nggak murah (di RS tempatku kontrol mematok tarif Rp 600.000,-), jadwal USG yang agak menyulitkan (siang hari, Senin - Jumat jam 12.00-13.00).
  • Belum dibolehin senam hamil, katanya better setelah usia kehamilan 28 minggu. Tapi aku disarankan banyak olahraga peregangan otot biar nggak gampang capek, gerakan yang dianjurkan adalah posisi sujud yang juga bermanfaat buat memutar posisi kepala bayi supaya cepat di bawah. Jalan pagi yang selama ini kulakukan sangat dianjurkan.
  • Tali plasenta ada di atas, ini adalah posisi aman untuk melahirkan normal.
  • Pertumbuhan bayi normal dan bagus. Anggota badan menunjukkan perkembangan normal. Detak jantung normal. Panjangnya sekarang 18,45 cm. Beratnya 566,64 gr +/- 101,99 gr.
  • Perkiraan jenis kelaminnya adalah cowok.
Sehat dan bahagia selalu ya Dear Baby :*

Comments

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Cerita Dari Jogja (Part 2)

Bandara Adi Sucipto: tampak depan Kali ini aku akan bercerita tentang bandara yang ada di Jogja, yaitu Adi Sucipto International Airport. Meskipun bertaraf internasional, bandara ini termasuk kecil secara luasan bangunan dan landasan. Beda jauh dengan bandara Juanda di Surabaya atau Soekarno Hatta di Jakarta. Ruangan kedatangan domestiknya nggak terlalu gede, bisa dikatakan kecil malah, "cuma" dilengkapi tiga baggage claim.  boarding room antrian masuk pesawat Untuk boarding room, berbeda dengan bandara lainnya yang bebentuk persegi panjang, di bandara ini bentuknya setengah lingkaran. Karena jumlahnya cuma satu, maka penumpang dari berbagai maskapai akan bercampur baur di sini. Boarding room ini dilengkapi 4 gate untuk naik pesawat. Cuma kemarin pas aku check in , di boarding pas s ku tertera gate 0. Berhubung ini baru pertama kali terjadi, daripada tersesat di bandara, aku bertanya ke salah satu petugas yang ada. Dari beliau, aku mendapatkan informa...

Menggapai Bintang

Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Keluar dari semua dominasi Meraih semua mimpi yang kau miliki Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Dan aku tak akan menahanmu lagi Meski dengan berat hati Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Menyibak langit kelam yang selama ini memayungi Demi menemukan bintang yang paling terang untuk kau jadikan teman hidupmu nanti Hari di mana kemungkinan untuk pergi datang lagi...