Skip to main content

My 25th Birthday


Today is my 25th birthday. Thanks a lot Dear Lord for giving me this great chance to live in this world. It's colorful anyway, and I'm so grateful for that.

This is the first time for my boyfriend be the first person who gave me the birthday greeting, finally.. hihihi.. But he didn't give me the birthday gift yet because of his business. What a reason anyway? What kind of boyfriend he is? Hahaha. But it's okey, we are all busy to prepare our wedding now. And it's such a great guilty pleasure for me when I spent a lot of his money to buy so many things for seserahan (all the things that the groom give to his bride on the wedding day, on Javanese tradition).

I'm so happy today when I receive so many birthday greeting and wishes from my friends and colleagues. Thanks a lot dear all, you're all so kind to me. I wish the very best for you too.

So, here I am, a twenty five (young) woman now. As people said that twenty five is a silver age, I do wish my life would be as shiny as silver. I could be a better worker, daughter, sister, best friend, friend, and girl friend  (but soon a wife, ahahaha). Essentially, I do wish to become a better person in everything. As this the last birthday for me being single, I do wish I could enjoy this status. And last but not least, I wish all the things related to my wedding could run smooth. Amin..

Love
Ratna Wahyu

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...