Skip to main content

Menulis Naskah Pamitan


Sudah lama terlintas di otakku untuk menulis naskah pamitan yang akan aku baca ketika aku lamaran dan akad nikah kelak. Tapi hingga kini rangkaian kata itu tak kunjung berpadu sempurna, entah kenapa. Mungkin karena aku sudah lebih dulu trenyuh dan melelehkan airmata ketika membayangkan suasana saat aku membacanya. Jadilah aku berhenti menulis dan terbawa suasana, makanya sampai sekarang nggak jadi jadi juga.

Hari ini aku berniat untuk berpikir dan meneruskan tulisanku. Dan untuk itu aku harus bisa menekan emosiku, meski aku yakin pada saat aku benar - benar membacanya di muka umum nanti aku tak yakin bisa melakukannya. 

Tentang naskah pamitan
Aku punya keinginan ketika pamitan nanti bukan hanya sebagai prosesi, tapi juga memberikan makna dan kenangan yang lebih mendalam terhadap prosesi itu sendiri. Saat siraman misalnya, nggak hanya sungkem trus  ngloyor buat siraman. Berawal dari hobiku menulis sebenarnya, makanya aku ingin menulis sesuatu untuk mereka. Alasan kedua biar beda sama prosesi pengantin lainnya, meski aku menemukan beberapa orang juga melakukannya.

Gimana naskahku nantinya, akan aku publish sesudah acara... Sabar ya... :)

Comments

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Cerita Dari Jogja (Part 2)

Bandara Adi Sucipto: tampak depan Kali ini aku akan bercerita tentang bandara yang ada di Jogja, yaitu Adi Sucipto International Airport. Meskipun bertaraf internasional, bandara ini termasuk kecil secara luasan bangunan dan landasan. Beda jauh dengan bandara Juanda di Surabaya atau Soekarno Hatta di Jakarta. Ruangan kedatangan domestiknya nggak terlalu gede, bisa dikatakan kecil malah, "cuma" dilengkapi tiga baggage claim.  boarding room antrian masuk pesawat Untuk boarding room, berbeda dengan bandara lainnya yang bebentuk persegi panjang, di bandara ini bentuknya setengah lingkaran. Karena jumlahnya cuma satu, maka penumpang dari berbagai maskapai akan bercampur baur di sini. Boarding room ini dilengkapi 4 gate untuk naik pesawat. Cuma kemarin pas aku check in , di boarding pas s ku tertera gate 0. Berhubung ini baru pertama kali terjadi, daripada tersesat di bandara, aku bertanya ke salah satu petugas yang ada. Dari beliau, aku mendapatkan informa...

Menggapai Bintang

Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Keluar dari semua dominasi Meraih semua mimpi yang kau miliki Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Dan aku tak akan menahanmu lagi Meski dengan berat hati Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Menyibak langit kelam yang selama ini memayungi Demi menemukan bintang yang paling terang untuk kau jadikan teman hidupmu nanti Hari di mana kemungkinan untuk pergi datang lagi...