Skip to main content

Egg Tart

View mtf_fiTmB_230.jpg in slide show


Aku lagi penasaran bagaimana membuat Pie Susu karena kapan hari dikasih oleh-oleh itu sama seorang teman. Browsing - browsing kok gak nemu resep yang meyakinkan. Jadi kuputuskan untuk nyontek resep Heimama Egg Tart di blognya Mbak Hesti. Rasanya memang lebih aman kalau nyontek resep yang sudah dipraktekkan orang, hehehe.

Bahan Pie
300 gram terigu
2 sdm tepung custard (aku nggak pake karena nggak ada ;p)
2 sdm susu bubuk
1 butir telur
1 sdm gula halus
200 gram butter (aku pake margarin)

Bahan filling:
120 gram gula pasir
350 ml air
100 ml susu evaporated
4 butir telur, kocok lepas
1/2 sdt vanili bubuk

Cara membuat:
1. Campur margarin, terigu, susu bubuk dan gula. Aduk rata dengan garpu (tidak boleh diuleni ya). Bungkus dalam cling wrap atau container, simpan di dalam lemari es selama 15 menit.
2. Siapkan bahan filling: Panaskan air dan gula sampai gula larut, dinginkan. Kocok lepas telur, susu evaporated dan vanila. Tambahkan larutan gula. Saring tiga kali.
3. Siapkan bahan kulit, ratakan ke cetakan. Tuangi filling hingga 90%.
4. Panggang selama 20 menit dengan suhu 180 derajat.

Soal hasil jelas bagusan punya mbak Hesti donk, secara aku masih amatiran. Entah salahnya di mana kok fillingnya jadi kempes gitu, apa karena kelamaan manggang ya? Soalnya setelah 20 menit aku intip kok masih putih, jadi aku panggang lagi selama 10 menit. Pas waktu ngintip aku taburin choco chips di atasnya, menghabiskan stok yang tinggal dikit. Ehhh, lha kok meleleh, padahal ini yang bake stable lho. Huhu. Next time harus bikin lagi supaya lebih oke.


Happy cooking, happy eating

Comments

PGStore said…
Yumm..ini aku newbie dan baruu bgt baca blog-nya mba Ratna, berawal dari liat2 karena tertarik sm resep Garlic Bread dan akhirnya ketarik terus sampe ke post2 selanjutnya, serius ini resepnya simple dan easy to applied, plus tampilan hasil masakannya menarik mata dan (pastinya) perut saya ;) keep sharing dan posting resep2 dan cerita2 serunya ya mbak :)

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Cerita Dari Jogja (Part 2)

Bandara Adi Sucipto: tampak depan Kali ini aku akan bercerita tentang bandara yang ada di Jogja, yaitu Adi Sucipto International Airport. Meskipun bertaraf internasional, bandara ini termasuk kecil secara luasan bangunan dan landasan. Beda jauh dengan bandara Juanda di Surabaya atau Soekarno Hatta di Jakarta. Ruangan kedatangan domestiknya nggak terlalu gede, bisa dikatakan kecil malah, "cuma" dilengkapi tiga baggage claim.  boarding room antrian masuk pesawat Untuk boarding room, berbeda dengan bandara lainnya yang bebentuk persegi panjang, di bandara ini bentuknya setengah lingkaran. Karena jumlahnya cuma satu, maka penumpang dari berbagai maskapai akan bercampur baur di sini. Boarding room ini dilengkapi 4 gate untuk naik pesawat. Cuma kemarin pas aku check in , di boarding pas s ku tertera gate 0. Berhubung ini baru pertama kali terjadi, daripada tersesat di bandara, aku bertanya ke salah satu petugas yang ada. Dari beliau, aku mendapatkan informa...

Menggapai Bintang

Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Keluar dari semua dominasi Meraih semua mimpi yang kau miliki Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Dan aku tak akan menahanmu lagi Meski dengan berat hati Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Menyibak langit kelam yang selama ini memayungi Demi menemukan bintang yang paling terang untuk kau jadikan teman hidupmu nanti Hari di mana kemungkinan untuk pergi datang lagi...