Skip to main content

Matcha Ice Cream




Hallo ha, temanya masih green tea nih. Setelah kemarin membuat green tea latte, sekarang saatnya bikin matcha ice cream. Resepnya ngarang sendiri, udah browsing sana sini, rata-rata pakai kuning telur. Tapi aku kurang tertarik menambahkan telur di dalamnya, jadi aku skip aja.
 
Bahan:
250 ml whipping cream
250 ml evaporated milk (bisa diganti pakai UHT, tapi rasanya akan berbeda)
6 sdm gula (atau sesuai selera)
2 sdm matcha powder (hasil eksperimenku adalah setiap 250 ml cairan butuh 1 sdm matcha powder agar rasa dan aromanya pas, menurut seleraku)
 
Cara:
1. Campur semua bahan jadi satu, blender hingga tercampur dan berbusa di atasnya.
2. Bekukan selama 3-4 jam.
3. Matcha ice cream siap dinikmati.
 
Hasil es creamnya seperti tekstur es puter. Kalau mau lebih lembut, setelah beku keluarkan dan lembutkan dengan mixer. Lalu bekukan lagi. Step ini bisa dilakukan 2-3 kali.
 
Happy cooking, happy eating :)

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...