Skip to main content

The Battle



Ketika apa yang aku rasa dan aku tahu mulai bertentangan dalam nuraniku.
Di sinilah aku, dipersimpangan. Aku berdiri lama hanya untuk memutuskan ke mana aku harus menuju.
Bukan keputusan yang mudah untuk bertahan.
Namun juga bukan hal yang mudah untuk meninggalkan.
Aku masih punya banyak pertimbangan, tak sedikit yang bertentangan.

Mungkin benar ini saatnya aku memberikan spasi.
Aku perlu "kabur" sejenak dari rutinitas sehari - hari.
Untuk memikirkan ulang semua yang terjadi, dan harapanku ke depannya nanti.
Untuk mendapatkan inspirasi, suntikan semangat dan energi.

Jadi ingat, postinganku yang ini:

Adakalanya kita harus istirahat
Bukan untuk berhenti
Tetapi untuk menyusun strategi
Atau sekedar mengisi energi
Adakalanya kita harus beranjak
Bukan untuk benar - benar pergi
Tetapi untuk menetralkan nurani
Agar pada saat kita kembali nanti
Kita bisa lebih kuat dari ini

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...