Skip to main content

Meramaikan Lomba Kreasi Jilbab

Setiap Jumat ketiga di kantor ada arisan Dharma Wanita. Isinya nggak cuma arisan tapi juga ada simpan pinjam. Secara berkala diadakan demo masak, kecantikan, seminar kesehatan dan lomba. Kadang ada juga yang membuka lapaknya di sana. Nah, kali ini diadakan lomba kreasi jilbab. Di IOP ada banyak yang berjilbab, tapi yang boleh ikutan cuma yang anggota DW saja. Jadilah aku yang ikut setelah ditodong temen-temen pengurus DW lainnya. Yeah, aku jadi pengurus DW di sini, berasa udah tua kalau gini. :p

Aku jilbaban udah lama, tapi gak begitu terampil dalam berkreasi. Punya buku dan video panduan tapi jarang dipraktekkan kecuali untuk pergi kondangan. Meski hijab style makin beragam aku hampir selalu memilih gaya yang simple. Males ribet dan khawatir kalau ditariki Bintang. Secara Bintang kalau lihat ada yang semliwir pasti heboh mainin dan narikin. Tapi demi meramaikan acara sendiri, aku pun phone a friend buat mendatangkan bantuan. Tersebutlah Vidi, yang ketiban sampur. Dia model gitu, suka dandan yang macam - macam jadi khazanah pekreasi jilbabannya pasti jauhhhh lebih banyak dibandingkan aku.

Ikut lomba ini benar - benar nothing to loose, secara yang lain pada heboh. Eh lha kok tanpa disangka dapat juara, nomor satu pula. Surprised deh aku. Dapat hadiah satu set cangkir, tahu aja aku newly-wed yang masih minim perabotan rumah tangga. Hahaha.

proses kreasi jilbab

para peserta berbaris di depan juri

foto bersama

it's my style :D

bersama sang jilbab stylist

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...