Skip to main content

Cheesy Cassava Cupcake

yummm

Weekend adalah saat yang tepat untuk mengadakan cooking project. Kali ini aku mencoba baking lagi. Awalnya aku lirik - lirik bahan apa yang ada di rumah. Nemu singkong sama ubi, tapi bosen ah kalau cuma direbus, digoreng atau dibikin kolak. Setelah browsing sebentar, aku memutuskan untuk membuat resep yang simple ini. Thanks to sajiansedap.com yang menghadirkan banyak resep sebagai panduan buat yang lagi belajar sepertiku. 

Bahan: 
500 gram singkong, kukus dan haluskan
2 butir telor kocok lepas
150 ml susu cair
2 sdm margarin, lelehkan
50 gram keju cheddar, parut

Taburan:
30 gram keju cheddar, parut panjang

Cara membuat:
1. Aduk singkong, telor, susu, margarin leleh dan keju cheddar hingga rata.
2. Tuang adonan ke dalam cup.
3. Taburkan keju parut di atasnya.
4. Oven selama 35 menit.

Setelah matang eh ada saudara yang datang, kebetulan nih bisa dijadikan suguhan. Hehehe. 



Published with Blogger-droid v2.0.10

Comments

Unknown said…
boleh cicipin gak tante.. enak tu kayaknya..hehehehe..

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...