Skip to main content

[Review] The Hollow



Hercule Poirot merasa kesal dan jemu. Kematian sama sekali bukan hal yang menyenangkan. Tapi di sini, di The Hollow (Rumah Gema), mereka malah menggodanya dengan menyajikan suatu adegan pembunuhan berencana. Di tepi kolam renang, sosok tubuh John Christow digeletakkan secara artistik, lengannya terlentang. Bahkan ada cairan merah menetes - netes dalam air yang biru. Di sampingnya ditemukan sebuah revolver yang diduga digunakan untuk menembak John. Namun ternyata, penyelidikan menyatakan bukan. Pistol itu hanya untuk mengelabuhi penyidik karena John dibunuh dengan pistol lain yang kemudian disembunyikan. 

Ada tiga perempuan dalam sejarah percintaan John, semuanya memuja John. Pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh perasaan yang mendalam. Siapakah yang membunuh John? Yang jelas, kematian John menimbulkan kesedihan yang mendalam pada The Hollow yang berarti Rumah Gema. Seperti namanya, rumah itu menggemakan kesedihan akan sebuah kematian.

Seru sekali menyaksikan Poirot mengungkap pembunuhan berencana ini. Skenario dan pelakunya disetting memukau, tak mudah ditebak hingga akhir cerita. Recommended!

Comments

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Cerita Dari Jogja (Part 2)

Bandara Adi Sucipto: tampak depan Kali ini aku akan bercerita tentang bandara yang ada di Jogja, yaitu Adi Sucipto International Airport. Meskipun bertaraf internasional, bandara ini termasuk kecil secara luasan bangunan dan landasan. Beda jauh dengan bandara Juanda di Surabaya atau Soekarno Hatta di Jakarta. Ruangan kedatangan domestiknya nggak terlalu gede, bisa dikatakan kecil malah, "cuma" dilengkapi tiga baggage claim.  boarding room antrian masuk pesawat Untuk boarding room, berbeda dengan bandara lainnya yang bebentuk persegi panjang, di bandara ini bentuknya setengah lingkaran. Karena jumlahnya cuma satu, maka penumpang dari berbagai maskapai akan bercampur baur di sini. Boarding room ini dilengkapi 4 gate untuk naik pesawat. Cuma kemarin pas aku check in , di boarding pas s ku tertera gate 0. Berhubung ini baru pertama kali terjadi, daripada tersesat di bandara, aku bertanya ke salah satu petugas yang ada. Dari beliau, aku mendapatkan informa...

Menggapai Bintang

Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Keluar dari semua dominasi Meraih semua mimpi yang kau miliki Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Dan aku tak akan menahanmu lagi Meski dengan berat hati Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Menyibak langit kelam yang selama ini memayungi Demi menemukan bintang yang paling terang untuk kau jadikan teman hidupmu nanti Hari di mana kemungkinan untuk pergi datang lagi...