Skip to main content

Pejuang Dua Puluh Ribu

"Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit"
Tentu kita semua sudah tidak asing dengan pepatah tsb. Pepatah yang seringkali dihubungkan dengan menabung, bahwa sedikit demi sedikit yang kita kumpulkan, lama kelamaan akan banyak hasilnya.

Nah, beberapa waktu yang lalu lihat teman-teman lagi ikut program "The Power of Ijo". Satu program yg dipopulerkan oleh Ippho Santosa. Caranya gampang, setiap kali menemukan uang pecahan dua puluh ribu wajib dimasukkan ke dalam celengan. Celengan yang digunakan disarankan yang berasal dari bahan yang transparan sehingga memicu semangat kita. Mengapa pecahan dua puluh ribu? Pecahan ini nilainya berada di tengah-tengah, tidak terlalu rendah, tapi juga tidak terlalu tinggi. Dengan kata lain tidak terlalu memberatkan, tapi hasilnya bisa dirasakan apabila Anda konsisten melakukannya.


Ini hasil celenganku yang aku mulai selepas lebaran kemarin. Buat apa? Jujur belum tahu, yang penting ngumpul dulu. Rencananya celengan ini baru akan aku buka jelang lebaran tahun depan supaya genap setahun dan kelihatan hasilnya. Will update you later.

Ippho Santosa sendiri menyarankan hasil dari tabungan ini tidak digunakan untuk belanja konsumtif, melainkan untuk investasi. Tujuannya adalah supaya kita menjadi manusia yang merdeka secara finansial. 

Comments

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Cerita Dari Jogja (Part 2)

Bandara Adi Sucipto: tampak depan Kali ini aku akan bercerita tentang bandara yang ada di Jogja, yaitu Adi Sucipto International Airport. Meskipun bertaraf internasional, bandara ini termasuk kecil secara luasan bangunan dan landasan. Beda jauh dengan bandara Juanda di Surabaya atau Soekarno Hatta di Jakarta. Ruangan kedatangan domestiknya nggak terlalu gede, bisa dikatakan kecil malah, "cuma" dilengkapi tiga baggage claim.  boarding room antrian masuk pesawat Untuk boarding room, berbeda dengan bandara lainnya yang bebentuk persegi panjang, di bandara ini bentuknya setengah lingkaran. Karena jumlahnya cuma satu, maka penumpang dari berbagai maskapai akan bercampur baur di sini. Boarding room ini dilengkapi 4 gate untuk naik pesawat. Cuma kemarin pas aku check in , di boarding pas s ku tertera gate 0. Berhubung ini baru pertama kali terjadi, daripada tersesat di bandara, aku bertanya ke salah satu petugas yang ada. Dari beliau, aku mendapatkan informa...

Menggapai Bintang

Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Keluar dari semua dominasi Meraih semua mimpi yang kau miliki Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Dan aku tak akan menahanmu lagi Meski dengan berat hati Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Menyibak langit kelam yang selama ini memayungi Demi menemukan bintang yang paling terang untuk kau jadikan teman hidupmu nanti Hari di mana kemungkinan untuk pergi datang lagi...