Skip to main content

Langsung Tembak

Sering banget baca curhatan ibu-ibu tentang penurunan produksi ASI-nya. Dari sekian banyak curhat yang aku temui, setelah "diintrogasi" oleh member lain, admin atau KL untuk mengetahui sebab musababnya, jawaban mayoritas yang muncul adalaaahhhhh.... pakai dot. Jeng, jeng, jeng.

Jadi, sekarang kalau ada ibu-ibu yang curhat kalau produksi ASI-nya turun, langsung aku tembak dengan pertanyaan "pola pumpingnya gimana? Pola minum ASIP-nya gimana? Pakai media apa?". Dan jawaban di ataslah yang paling sering muncul. Sedihnya lagi, most of them sebenarnya sudah tahu efek buruk dot. Tapi tetap memakainya dengan berbagai alasan.

FYI, pemberian ASIP melalui dot, memang tidak direkomendasikan karena banyak alasan. Antara lain beresiko menyebabkan bingung puting, mengganggu untuk pertumbuhan rahang dan gigi, hambatan kemampuan bicara, dll. Nah, untuk lebih jelasnya bisa dibaca di sini. Untuk itu disarankan menggunakan media lain seperti dalam artikel ini.

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...