Skip to main content

Nge-Rawon!!

gambar dari internet

Rawon adalah salah satu makanan favoritku. Warna hitam pekat dan bumbu yang kuat menjadi daya tarik utama. Kemarin tiba - tiba ngidam sama makanan ini. Sambil mengingat - ingat kapan terakhir kali makan. Seingatku sudah sebulanan, terakhir sepertinya waktu nikahan kemarin. Awalnya mau beli saja di tempat jual rawon langganan, yaitu Rawon Sedap Malam atau yang lebih dikenal dengan Rawon Kalkulator yang terletak di Taman Bungkul. Tapi, pasti kalau jam buka puasa jadi rame, maklum pas buka kan orang - orang makannya serempak. Begitu adzan berkumandang langsung bergegas buka. Akhirnya aku mengurungkan niat untuk kesana dan memutuskan untuk mencoba memasak Rawon sendiri.

Ini adalah percobaan pertamaku memasak Rawon, sebelumnya belum pernah. Berhubung masih amatiran, kuputuskan untuk memakai bumbu instant saja biar aman secara rasa. Meskipun begitu, sejak menjadi ibu rumah tangga, aku berusaha semaksimal mungkin untuk membatasi penggunaan makanan atau bahan makanan instant. Namun masih ada beberapa yang belum bisa dihilangkan seperti kecap dan saus. Habisnya nggak bisa membuat sendiri. 

Okay, sekarang mari kita bahas cara pembuatan Rawon. Chek it out :D

Bahan - Bahan:
300 gram daging sapi, potong dadu
1 liter air
1 sachet Bamboe Bumbu Rawon Mini
2 batang daun bawang, potong satu inchi

Pelengkap:
Kecambah
Bawang Goreng
Sambel bajak
Kerupuk

Cara Membuat:
Rebus air hingga mendidih.
Masukkan potongan daging sapi, rebus hingga lunak (sekitar 20 menit)
Masukkan bumbu rawon dan potongan daun bawang.
Setelah daun bawang berubah warna (matang), matikan api.
Sajikan selagi hangat bersama pelengkapnya.

Mudah bukan? Selamat mencoba ya. Oiya, sekedar review dariku, hasilnya secara rasa memang nggak ada masalah. Cuma secara penampilan menurutku kurang pekat. Ada baiknya untuk menambahkan kluwek dan daun serai untuk menguatkan rasa. Satu lagi, kalau Anda suka, bisa menambahkan telor asin, jerohan goreng atau tempe sebagai pelengkap.

Comments

mantap resep said…
mudah banget ya gan cara membuatnya, makasih resepnya gan...

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Menggapai Bintang

Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Keluar dari semua dominasi Meraih semua mimpi yang kau miliki Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Dan aku tak akan menahanmu lagi Meski dengan berat hati Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Menyibak langit kelam yang selama ini memayungi Demi menemukan bintang yang paling terang untuk kau jadikan teman hidupmu nanti Hari di mana kemungkinan untuk pergi datang lagi...

Aku dan Freezer = Pembuktian :)

Suka yang aneh - aneh. Doyan belanja. Boros. Keras kepala. Pemimpi. Itulah komentar orang - orang sekitar pas tahu aku berencana beli freezer baru karena freezer yang lama udah nggak muat buat ASIP. Sempat stress juga karena omongan tersebut. Tapi mereka kan nggak pernah berada di posisiku. Mereka nggak pernah pompa ASI kayak aku. Sempet kendur juga ketika disodori pertanyaan "emang bakal penuh?", "kalau udah nggak dipakai mau diapakan?". Hmm... Akhirnya aku tetap pada keputusanku, beli freezer baru. I don't care with all they said any longer. Modal utamaku cuma bismillah. Dan ketika freezer itu datang, apa yang terjadi? Aku menangis haru saat tahu freezer itu akhirnya penuh, bahkan nggak muat untuk ASIP yang ada setelah botol - botol yang berceceran (baca: dititipkan di mana - mana) dikumpulkan dan dipindahkan ke situ. Alhamdulillah wa syukurillah, aku berhasil membuktikan bahwa freezer ini emang worth to buy . Aku membuktikan kalau aku bisa ...