Skip to main content

Good bye my friends (it's not the end)

Hari ini hari terakhirku magang. Sedih, saat harus meninggalkan gedung ini. Gedung yang telah memberiku banyak pengalaman yang tak ternilai selama magang di Marketing and Sales Support, Sub Divisi Marketing Communication dan Market analis, tepatnya di bagian Humas. Banyak hal yang telah aku lewatkan, susah dan senang, semuanya menjadi entitas yang tak dapat dipisahkan. Menjadi satu kesatuan yang bernama kenangan. Alhamdulillah, apa yang aku dapatkan melebihi apa yang aku harapkan sebelumnya. Yang mungkin tak akan pernah aku dapatkan jika aku memilih untuk magang di Madiun, kota kelahiranku yang sudah sangat mendarah daging dalam hidupku, tapi "hanya" punya perkantoran setingkat cabang.

Di sini, aku benar-benar belajar tentang dunia kehumasan, bagaimana menjadi seorang PR yang baik, menghandle acara dengan baik dan yang paling utama menjalin dan menjaga hubungan baik dengan para stakeholder. makanya, nggak boleh jutek dan harus selalu ramah. Dan semua itu ternyata bukanlah hal yang mudah. Terlebih ketika harus pulang malam, waktu istirahat dan libur pun harus rela "dikorbankan" demi tercapainya tjuan perusahaan.

Dan hari ini, semua ini akan berakhir. Terima kasih terdalamku untuk semua pihak yang telah membantuku dan baik padaku selama ini. Especially buat mbak Pipit, Mbak Fitri, Mbak Ina, Mbak Uzza, Mbak Umi, Mbak Ririn, Mas Valent, Mas Hari, Pak Kirno, Mbak Ayun, Mbak Vieka, Pak Jamal, Pak Fahmi, Pak Lutfi, Pak Wahyu, pak Yudi, Mas Yudi, Mas Kiki, Mas Mika, pak Asep, Mbak Neni, Mbak Lina, Mbak Eva, Mbak Mira, MBak Nelda, Bu Kordia, Mbak Alya, Mbak Wati, Pak Kasnadi, pak Yakib, pak pardi.. para driver, para CS dan call center, para security, juga buat mbak ratna dan pantry crew... Juga semua yang nggak bisa aku sebutin satu-satu.. Thx u so mucc for all. So sorry for all mistakes i've done.. Nice to meet a great people like yuo... Itt won't be forgettable..

Comments

Anonymous said…
yah... ada awal, ada akhir.
ada pertemuan, ada perpisahan.
Semua sudah ada waktunya..
don't be sad...

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Cerita Dari Jogja (Part 2)

Bandara Adi Sucipto: tampak depan Kali ini aku akan bercerita tentang bandara yang ada di Jogja, yaitu Adi Sucipto International Airport. Meskipun bertaraf internasional, bandara ini termasuk kecil secara luasan bangunan dan landasan. Beda jauh dengan bandara Juanda di Surabaya atau Soekarno Hatta di Jakarta. Ruangan kedatangan domestiknya nggak terlalu gede, bisa dikatakan kecil malah, "cuma" dilengkapi tiga baggage claim.  boarding room antrian masuk pesawat Untuk boarding room, berbeda dengan bandara lainnya yang bebentuk persegi panjang, di bandara ini bentuknya setengah lingkaran. Karena jumlahnya cuma satu, maka penumpang dari berbagai maskapai akan bercampur baur di sini. Boarding room ini dilengkapi 4 gate untuk naik pesawat. Cuma kemarin pas aku check in , di boarding pas s ku tertera gate 0. Berhubung ini baru pertama kali terjadi, daripada tersesat di bandara, aku bertanya ke salah satu petugas yang ada. Dari beliau, aku mendapatkan informa...

Menggapai Bintang

Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Keluar dari semua dominasi Meraih semua mimpi yang kau miliki Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Dan aku tak akan menahanmu lagi Meski dengan berat hati Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Menyibak langit kelam yang selama ini memayungi Demi menemukan bintang yang paling terang untuk kau jadikan teman hidupmu nanti Hari di mana kemungkinan untuk pergi datang lagi...