Skip to main content

Chicken Biryani


Assalamualaikum.

Lama ya aku nggak posting cooking project, padahal sebenarnya masih suka nyobain resep. Kali ini aku memasak Chicken Biryani. Nasi Biryani berasal dari Asia Selatan (India, Pakistan, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka). Terbuat dari nasi yang dimasak dengan rempah - rempah dengan campuran sayuran, daging ayam atau sapi. Beras yang digunakan dalam masakan ini biasanya adalah beras Basmati, beras ini bulirnya lebih panjang ketimbang bulir beras yang beredar di tanah air pada umumnya. Namun karena tidak ada beras Basmati di rumah, kemarin waktu beli bumbu lupa beli berasnya sekalian, aku pakai beras biasa.

Cara memasak yang asli adalah beras direbus di panci terpisah. Setelah beras setengah matang, beras dicampur dengan kaldu berbumbu, ditutup rapat di dalam panci lalu dimasak hingga matang. Namun aku memasaknya dengan rice cooker biar praktis. Aku memakai bumbu jadi merek Shan dari Pakistan, bumbu ini direkomendasikan oleh Mbak Astri. Percobaan pertama, bikin setengah resep saja. Bahan tambahan yang diperlukan adalah beras, setengah kilo ayam, satu buah bawang bombay, dua siung bawang putih, asam, timun, cabai hijau dan jahe.


Soal rasa alhamdulillah cocok sama lidahku, otentik. Tapi entah kenapa warnanya jadi kecokelatan, padahal bumbunya berwarna kuning keoranyean. Apa mungkin karena tidak pakai beras Basmati ya? Kapan - kapan kayaknya harus coba pakai beras Basmati deh. Oiya, setelah matang, ayamnya aku goreng karena aku nggak suka ayam yang masih putih, berasa belum matang.


Happy cooking, happy eating!!

Comments

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Cerita Dari Jogja (Part 2)

Bandara Adi Sucipto: tampak depan Kali ini aku akan bercerita tentang bandara yang ada di Jogja, yaitu Adi Sucipto International Airport. Meskipun bertaraf internasional, bandara ini termasuk kecil secara luasan bangunan dan landasan. Beda jauh dengan bandara Juanda di Surabaya atau Soekarno Hatta di Jakarta. Ruangan kedatangan domestiknya nggak terlalu gede, bisa dikatakan kecil malah, "cuma" dilengkapi tiga baggage claim.  boarding room antrian masuk pesawat Untuk boarding room, berbeda dengan bandara lainnya yang bebentuk persegi panjang, di bandara ini bentuknya setengah lingkaran. Karena jumlahnya cuma satu, maka penumpang dari berbagai maskapai akan bercampur baur di sini. Boarding room ini dilengkapi 4 gate untuk naik pesawat. Cuma kemarin pas aku check in , di boarding pas s ku tertera gate 0. Berhubung ini baru pertama kali terjadi, daripada tersesat di bandara, aku bertanya ke salah satu petugas yang ada. Dari beliau, aku mendapatkan informa...

Aku dan Freezer = Pembuktian :)

Suka yang aneh - aneh. Doyan belanja. Boros. Keras kepala. Pemimpi. Itulah komentar orang - orang sekitar pas tahu aku berencana beli freezer baru karena freezer yang lama udah nggak muat buat ASIP. Sempat stress juga karena omongan tersebut. Tapi mereka kan nggak pernah berada di posisiku. Mereka nggak pernah pompa ASI kayak aku. Sempet kendur juga ketika disodori pertanyaan "emang bakal penuh?", "kalau udah nggak dipakai mau diapakan?". Hmm... Akhirnya aku tetap pada keputusanku, beli freezer baru. I don't care with all they said any longer. Modal utamaku cuma bismillah. Dan ketika freezer itu datang, apa yang terjadi? Aku menangis haru saat tahu freezer itu akhirnya penuh, bahkan nggak muat untuk ASIP yang ada setelah botol - botol yang berceceran (baca: dititipkan di mana - mana) dikumpulkan dan dipindahkan ke situ. Alhamdulillah wa syukurillah, aku berhasil membuktikan bahwa freezer ini emang worth to buy . Aku membuktikan kalau aku bisa ...