Skip to main content

The Raharja Goes To Malaysia (Part 3)

Salah satu keuntungan menginap di daerah KLCC adalah dekat dengan bangunan paling terkenal di Malaysia yaitu Petronas Twin Towers. PTT berada satu kompleks dengan KLCC Park, KL Convention Center, Aquaria KLCC dan Suria KLCC. Di kanan kirinya ada banyak hotel, alternatif tempat menginap, tinggal ikut kemampuan kantong. Tempat yang tidak pernah sepi dari wisatawan, apalagi waktu itu ada perhelatan SEA Games. Jujur, tidak banyak tempat yang stuning sebenarnya di KL. Maka, selain Genting, yang masuk daftar kami adalah Aquaria, KLCC Park dan Twin Towers.

Terletak di basement KL Convention Center, Aquaria tidaklah sulit untuk ditemukan. Buka jam 10.00-18.00 dengan tiket seharga 69 RM untuk dewasa dan 59 RM untuk anak-anak. Aquaria punya lebih dari 5000 jenis ikan. Mulai dari yang kecil sampai yang besar. Ada yang di kolam, ada yang di akuarium. Yang paling menarik tentu saja akuarium berbentuk terowongan karena membuat kita dikelilingi ikan. Bintang seneng banget lihat banyak ikan, apalagi yang besar. Dia bersorak-sorak ketika ikan lewat di dekatnya. Sayang panjangnya cuma 90m saja, kurang puas rasanya. Melihat luas yang ada, jujur harga yang dibandrol rasanya terlalu mahal.



KLCC Park
Ini dia tempat favorit Bintang selama di KL, tiap pagi dan malam selalu main ke situ. Jaraknya 850m dari hotel, namun perjalanannya nyaman banget karena lewat Skywalk yg dilengkapi AC. KLCC Park adalah taman terbuka di pelataran Petronas Twin Towers. Taman seluas 20 hektar ini dirancang oleh Roberto Burle Marx, arsitek asal Brazil. Ada berbagai tanaman langka, jogging track, playground, bangku taman, kolam renang, jembatan dan danau buatan. Fountain show berlangsung setiap jam 8, 9, dan 10 malam. Semuanya gratis dan tentu saja bebas asap rokok. Menyenangkan dan nyaman sekali berlama-lama di sini. Dari sini Anda bisa melihat Petronas Twin Towers dan KL Tower yang tersohor itu.
Mandatory photo kalau lagi ke KL di sini tempatnya. Menara ini dirancang oleh oleh Cesar Pelli, arsitek dari Argentina ini memerlukan tujuh tahun masa pembangunannya. Menara yang mempunyai 88 lantai dengan tinggi 451,9m ini pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998-2004 sebelum akhirnya dilampaui oleh Taipei 101. Tak heran, menara ini menjadi kebanggan warga Malaysia. Terdapat skybridge yang menghubungkan kedua menara di lantai 41 dan 42. Untuk dapat menaiki jembatan tersebut dan menikmati pemandangan kota Kuala Lumpur dari ketinggian, pengunjung diharuskan membeli tiket terlebih dahulu.


Alhamdulillah, salah satu wish list untuk pergi bersama ke luar negeri terkabulkan. Semoga akan ada travelling abroad berikutnya ke belahan bumi yang berbeda. Aamiin

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...