Skip to main content

Sambal Boh Limeng Khas Aceh

Yuhuuu, I'm back. Sudah lama ya nggak posting cooking project. Kali ini posting yang gampang dulu ya, yaitu resep Sambal Boh Limeng Khas Aceh atau yang dikenal juga sebagai Sambal Ganja. Eits, tapi nggak pakai Ganja ya dalam pembuatannya. Disebut Sambal Ganja karena bisa membangkitkan selera makan dan membuat ketagihan. Boh Limeng sendiri dalam Bahasa Aceh berarti Belimbing Sayur atau Belimbing Wuluh.

Resepnya aku dapat dari grup NCC, tapi semuanya pakai takaran sesuai selera, jadi ini aku sesuaikan dengan seleraku.



SAMBAL BOH LIMENG
Bahan:
150 gram udang rebus
15 cabai rawit
3 butir bawang merah
1 batang serai, ambil putihnya, iris tipis
2 lembar daun jeruk, iris halus
3 buah belimbing wuluh
garam secukupnya

Cara membuat:
1. Haluskan cabai, serai, bawang merah, daun jeruk dan garam.
2. Masukkan belimbing dan udang, uleg hingga tercampur dengan bumbu.


Rasanya enak ternyata, seger pedes. Beneran membangkitkan selera makan deh. Dimakan sama tahu tempe dan telur dadar enak banget. Aku waktu itu pakai sayur lodeh. Sedap sekali.

Selamat mencoba ya.

Happy cooking, happy eating!

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...