Skip to main content

Jajan Hemat Pakai Voucher dari Go-Points

Tahun ini go-jek mengeluarkan fitur baru bernama go-points. Setiap kali costumer melakukan transaksi (melalui go-kar, go-jek, go-food, dsb) akan diberikan satu token untuk dimainkan supaya mendapatkan points yang mana jumlah pilihan pointnya bervariasi. Jadi berapa point yang didapatkan tergantung keberuntungan ya. Sebagai nilai tambah, point yang didapatkan bisa ditukarkan dengan voucher dan diskon.

Sejauh ini points yang aku dapatkan baru aku tukarkan dengan voucher go-food. Untuk mendapatkan voucher go food senilai Rp 50.000,- diperlukan sebanyak 750 points. Points yang sudah ditukarkan dengan voucher mempunyai masa berlaku ya teman-teman jadi perlu diperhatikan supaya tidak sampai hangus. Kalau aku, baru menukarkan ketika akan transaksi.



Aku sudah tiga kali menukarkan pointsku, sudah aku pakai beli Tengkleng, Tteokbokki dan Pempek. Lumayan banget lho, jadi jajannya lebih hemat. Setelah ini beli apa lagi ya? 

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...