Skip to main content

Perburuan Sepatu


Aku termasuk orang yang rewel untuk urusan sandal dan sepatu. Bukan apa - apa, bentuk kakiku agak melebar di depan sehingga agak menyulitkanku dalam memilih model sandal atau sepatu. Dan untuk mencari yang pas di kaki itu nggak gampang. That's why aku punya kecenderungan kalau lagi nemu yang pas suka impulsive buying. Alasannya: jarang - jarang soalnya, hehehe.

Nah, gara - gara alasan di atas, aku mengalami kesulitan ketika "diwajibkan" membeli tiga sandal/sepatu yang berbeda buat pernikahanku nantinya. Rinciannya adalah: satu sandal cokelat keemasan buat akad nikah, satu sandal hitam dan sepatu cokelat buat seserahan. Aku baru dapat sepatu buat seserahan. Semalam beli di Delta. Sebenarnya sepatu itu sudah aku incar, cuma belum sempat kebeli karena duitnya dipakai untuk urusan yang lebih urgent. Untuk sandal akad, aku juga sudah punya pilihan, tapi belum kebeli karena alasan yang sama, hehehe. Minggu ini rencananya aku mau ke TP untuk membelinya. Semoga masih ada, amin.

Kalau sandal cokelatnya kebeli, aku masih punya satu PR lagi untuk menemukan sandal hitam. I wish I could find the right one soon. Amin... :)

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...