Skip to main content

Tak Pernah Lupa

Saya sering disodori satu pertanyaan "apakah kamu sudah melupakannya?". Entah pertanyaan itu tentang seseorang atau suatu kejadian, kebanyakan sih tentang orang. Lebih tepatnya mereka dari masa lalu, saya enggan menyebut mantan. Dan saya selalu dengan mantap menjawab "saya tak pernah bisa lupa. Tapi saya sudah tidak mau mengingatnya lagi". Kenapa jawaban saya demikian? Karena saya sangat menyakini konsep bahwa adalah hal yang tak mungkin bagi saya, bagi kita, untuk dengan mudahnya melupakan seseorang atau suatu kejadian dalam hidup kita. Kecuali kita amnesia atau cuci otak. Yang ada hanyalah kita sudah tidak mengingat - ingatnya lagi. Dengan berbagai alasan. Mulai dari tak mau terus - terusan sakit hati, tidak mau terpaku pada masa lalu atau meneruskan hidup dengan membuka lembaran baru. Karena tak pernah diingat itulah akhirnya kenangan itu mengendap di dasar ingatan.

FYI, konsep ini sendiri sebenarnya adalah "turunan" dari konsep "forgiven but not to forget". Di mana, dalam konsep ini disebutkan bahwa orang sangat dimungkinkan untuk memaafkan kesalahan yang dibuat orang lain padanya, tapi adalah hal yang sangat tidak mudah bagi orang tersebut untuk melupakan. Alasannya, karena luka sudah terlajur digoreskan. Meskipun lukanya sudah sembuh, namun bekasnya tak mudah, atau tidak serta merta, hilang begitu saja.

Belajar dari hal itu, seharusnya kita lebih berhati - hati dalam bertutur kata dan bertindak. Karena kalau sekalinya sudah "menyakiti" lukanya akan "membekas".


Love
NaaNaa

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...