Skip to main content

Membaca Pertanda


Aku masih belum mengerti
Pertanda apakah ini
Ada seseorang yang muncul mengusik hati
Saat aku sudah ada yang memiliki
Meski masih bergelut dengan masalah yang belum selesai hingga kini

Aku masih belum mengerti
Pertanda apakah ini
Jujur kukatakan, tidaklah mudah berada dalam situasi seperti ini
Aku harus menguatkan hati
Di saat semuanya masih serba tak pasti
Tapi indah hadirnya pun bak kabut di pagi hari
Masih serupa misteri

Aku masih belum mengerti
Pertanda apakah ini
Apakah dia dihadirkan sebagai penguji
Akan cinta yang kini aku yakini
Atau justru dihadirkan sebagai pengganti
Melumat habis semua sakit yang pernah menyayat hati

Aku masih belum mengerti
Pertanda apakah ini
Aku masih harus banyak berdoa untuk ini
Demi menyibak misteri ini
Memohon petunjuk diri
Ke mana aku harus melangkahkan kaki
Agar aku tak salah memberikan hati


9 November 2009
Rabb, dan tunjukkanlah jalan yang memang Kau pilihkan untukku.
Amin
Love
NaaNaa

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...