Skip to main content

Cinta Dan Kematian

Badan ini cuma dipinjamkan
Setiap tarikan nafas adalah satu tarikan mendekati kematian
Dan aku tak akan pernah tahu kapan kematian itu datang
Hari ini atau esok pagi
Setahun atau sejam lagi

Aku tak pernah tahu apa masih punya banyak waktu untuk mencintaimu
Membuatmu tertawa
Merasakan kehangatan dalam pelukanku
Atau sekedar menemanimu makan atau jalan - jalan

Aku tak pernah tahu akan kesempatan itu
Karena aku tak pernah tahu sampai kapan aku hidup
Kapan kematian datang menjemput

Tapi yang pasti...
Aku ingin mencintaimu dengan getaran yang stabil
Dengan akar yang tertanam kuat
Dengan pengorbanan yang tulus dan berkesan
Dengan perlakuan yang selalu membuatmu nyaman
Dengan senyuman yang akan selalu kamu rindukan
Sebaik mungkin
Selagi ada kesempatan

Agar..
Bila nanti aku mati
Kamu akan mengenangku sebagai kekasih hati
Jauh di lubuk sanubari
Yang tak akan hilang begitu saja saat hari berganti
Atau datang seribu pengganti


8 Oktober 2009
Untuk semua yang melarungkan cinta di laut hatiku
Terima kasih banyak telah mencintaiku
Terima kasih atas pilihanmu melalui aku
Banyak cinta dari hatiku


Love NaaNaa

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...