Skip to main content

Trancam Sayur



Javanese Salad in Spicy Shreded Coconut alias Trancam. 😅😅 Salah satu olahan sayuran favorit sejak kecil, namun belum pernah kutemukan di Surabaya. Jadi, kalau pengen harus bikin sendiri. Sayurannya segar dan krenyes-krenyes waktu dimakan.

TRANCAM SAYUR
Bahan:
4 bungkus tempe, panggang (aku pakai tempe bungkus daun)
1 buah Jagung, panggang/bakar (aku panggang di happy call)
1 ikat kacang panjang, potong kecil
1 buah timun, kupas dan cincang kasar
1 genggam tauge pendek
1/2 genggam kemangi, cincang kasar
Petai China secukupnya

Bumbu:
1/2 buah kelapa muda parut
2 lembar daun jeruk
9 buah cabai rawit (atau sesuai selera)
2 buah cabai merah
satu ruas kencur
1 sdt garam
1 sdt gula



Cara membuat:
  1. Uleg cabai dan kencur. Masukkan gula dan garam. Tambahkan daun jeruk dan kelapa.
  2. Kukus parutan kelapa selama 5 menit. Bisa juga tanpa dikukus, kalau mau lebih tahan lama sebaiknya dikukus.
  3. Dalam satu mangkok besar, masukkan semua bahan lalu tambahkan bumbu parutan kelapa. Campur hingga rata.
  4. Trancam siap dihidangkan. Jika suka, bisa ditambahkan sedikit air.

Mudah bukan? dan tentu saja sehat karena banyak sayur dan tanpa digoreng. Selamat mencoba ya!

Happy cooking, happy eating 

Comments

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Cerita Dari Jogja (Part 2)

Bandara Adi Sucipto: tampak depan Kali ini aku akan bercerita tentang bandara yang ada di Jogja, yaitu Adi Sucipto International Airport. Meskipun bertaraf internasional, bandara ini termasuk kecil secara luasan bangunan dan landasan. Beda jauh dengan bandara Juanda di Surabaya atau Soekarno Hatta di Jakarta. Ruangan kedatangan domestiknya nggak terlalu gede, bisa dikatakan kecil malah, "cuma" dilengkapi tiga baggage claim.  boarding room antrian masuk pesawat Untuk boarding room, berbeda dengan bandara lainnya yang bebentuk persegi panjang, di bandara ini bentuknya setengah lingkaran. Karena jumlahnya cuma satu, maka penumpang dari berbagai maskapai akan bercampur baur di sini. Boarding room ini dilengkapi 4 gate untuk naik pesawat. Cuma kemarin pas aku check in , di boarding pas s ku tertera gate 0. Berhubung ini baru pertama kali terjadi, daripada tersesat di bandara, aku bertanya ke salah satu petugas yang ada. Dari beliau, aku mendapatkan informa...

Menggapai Bintang

Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Keluar dari semua dominasi Meraih semua mimpi yang kau miliki Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Dan aku tak akan menahanmu lagi Meski dengan berat hati Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Menyibak langit kelam yang selama ini memayungi Demi menemukan bintang yang paling terang untuk kau jadikan teman hidupmu nanti Hari di mana kemungkinan untuk pergi datang lagi...