Skip to main content

Semalam di Aston Madiun

Yuhuu, kembali lagi dengan review hotel dulu ya. Minggu lalu aku tugas ke Madiun dan sekitarnya. Aku menginap di Aston MadiunHotel and Convention Center. Sengaja nggak pulang karena Bapak Ibu lagi ada acara, dan juga sudah teler tentunya. Aston terletak di Jalan Mayjend Sungkono No 41, lokasinya strategis, dekat dengan pusat kota. Kemana-mana dekat, yaiyalah Madiun kotanya kecil. Sejam keliling juga kelar.



Aku memesan kamar deluxe, tapi karena lagi kosong aku dapat ugrade ke kamar premier. Yippiee... Kamar premier ini luasnya 40 m2 dengan tempat tidur queen, jadilah aku seranjang berdua dengan Ninoi. Meski dilengkapi dengan sofa dan bangku panjang, spacenya masih cukup luas, bisa tuh main pingpong di situ. Hahaha.




Kamar mandinya dilengkapi dengan bath up, meski nggak sempet berendam saking capek dan ngantuknya. Aku suka deh showernya nggak menyatu sama bath up, jadi bisa guyuran dengan leluasa. 


Amenities di kamar mandinya lengkap dan dikemas cantik. Tersedia juga hairdryer. 




Anda bisa menikmati city view dari kamar, maklum gunung jauh dari kota. 


Untuk sarapan aku acungi jempol deh. Lengkap dan enak, perpaduan menu internasional dan menu lokal. 


I was so excited to find Nasi Jotos there. Langsung ambil tanpa pikir panjang. Nasi Jotos itu semacam nasi campur. Berisikan nasi, mie, kering tempe, telor dadar dan sambal. Bungkusnya pun otentik kertas minyak dilapisi daun pisang. Dimakan sama kerupuk puli. Ulalala, nikmat tiada tara. Bring back my teenage memory banget dah. 



Menu tradisional lainnya ada Nasi Pecel dan Lontong sayur. Ada juga aneka kue dan jajanan tradisional. Lalu ada meja panjang yang berisikan cemilan tradisional seperti rangginan, keripik, kacang dan madumongso. Feel like at grandma's home deh. Urusan makanan Aston nih memuaskan lah, di Jayapura kemarin juga meski menu makanannya nggak selengkap yang di Madiun.


Wifi di sini bagus, pelayanannya cepat dan bagus. I love staying at Aston.

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2010

Seperti tahun - tahun sebelumnya, ketika penghujung tahun dan menjelang pergantian ke tahun yang baru, saya biasanya memberikan waktu untuk merenung. Merefleksi segala yang telah terjadi di tahun itu. Memahami dan mempelajari, mengapa bisa terjadi seperti itu, dan tentu saja belajar dari kejadian tersebut, mengambil hikmah darinya. Setelah itu, saya menyusun daftar resolusi, ambisi dan harapan untuk satu tahun ke depan. And h ere's my must to do list for the upcoming year 2010: Hold tighter to my faith. Meningkatkan iman dan takwa. Jadi lebih religius. Menjauhi larangan dan melaksanakan segala perintah-Nya. Sholat lebih khusyu', ngajinya harus lebih rajin, infaqnya nggak boleh berhenti. Nggak hanya ngerjain yang wajib, tapi yang sunah juga. Jadi lebih dewasa dan bijaksana. Kata pepatah "menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa itu pilihan". Dan saya memilih yang kedua, I'm still trying to.. Positive thinking. Biar nggak cepet stres. Konon, positive thinkin...

Pria Enggak Mau Wanita Pedekate Lebih Dulu

KOMPAS.com - Apa yang sebenarnya diharapkan pria dari sosok wanita, sehingga ia tak mungkin berpaling kepada wanita lain? Aih... kesannya sungguh sulit. Namun menurut Lisa Daily, kolumnis relationship dan penulis buku Stop Getting Dumped , hal ini bukannya tak mungkin. Dalam bukunya, Daily menjamin kita bisa menemukan pria impian, dan menikahinya dalam waktu tiga tahun atau kurang. Ia sendiri mengikuti nasihatnya sendiri, dan menikah dengan pria impiannya, yang melamarnya di puncak Menara Eiffel setelah berpacaran 6 bulan. Daily telah mewawancara ratusan pria single untuk mengetahui apa sih yang membuat wanita berpotensi menjadi istri mereka. Coba lihat beberapa penemuannya: 1. Anda memiliki banyak aktivitas . Dengan demikian, Anda bisa menyibukkan diri tanpa harus bergantung pada keberadaan si dia. Anda bebas bepergian dengan teman-teman atau keluarga. "Anda tak perlu mengharapkan kekasih untuk selalu ada di sisi Anda," ujar Daily. Dengan kata lain, Anda tak perlu menunggu ...

Antara Aku, ASI dan Surabaya

Kata orang, tinggal di kota besar perlu banyak biaya. Barang yang murah hampir tiada. Kerasnya hidup kian terasa. Dan itu memang benar adanya. Meski begitu, ada sisi menyenangkan dari tinggal di Surabaya. Banyak pilihan yang tersedia. Yang paling kerasa adalah dokter dan rumah sakit banyak adanya. Aku jadi bisa milih mana yang paling pas dengan kebutuhan dan kantong tentu saja. Di Surabaya. Salah satu mimpiku terwujud. Bisa IMD, rooming in dan ketemu konselor laktasi. Hingga bisa lancar menyusui. Bisa nyetok ASIP bahkan mendonorkannya kepada mereka yang membutuhkan. Sekarang  Bintang sudah lulus ASI ekslusif. Senang bisa melewati seperempat perjalanan menyusui. Memang sih biaya dokter dan RS lebih mahal di Surabaya. Tapi jauh lebih menyenangkan dan memudahkan ketimbang hidup di kota kecil yang dokternya masih jarang atau malah nggak ada. Aku bersyukur tinggal di Surabaya. Ah ya, Surabaya memang punya banyak cerita b...