Skip to main content

Sempolan Ayam


Assalamualaikum.
Postingan pertama di bulan Oktober ini tentang Sempolan Ayam, street food yang lagi ngetrend belakangan ini. Resep aslinya dari Dapur Ami, tapi aku modifikasi dikit menyesuaikan dengan bahan yang ada di rumah.

SEMPOLAN AYAM
Bahan:
200 gram daging ayam cincang halus
200 gram tepung tapioka
2 siung bawang putih
3 siung bawang merah
1/2 sdt Garam 
1/2 sdt Merica
Air secukupnya
1 butir telur, kocok lepas (untuk pelapis menggoreng) 

Cara membuat:
  1. Haluskan bawang putih dan bawang merah. 
  2. Campur ayam cincang, tepung tapioka, bawang merah, bawang putih, garam dan merica. Tambahkan air sedikit demi sedikit hingga adonan bisa dipulung.
  3. Koreksi rasa. Jika sudah pas, lilitkan adonan ke lidi.
  4. Rebus air hingga mendidih, kecilkan api. Masukkan sempolan ayam ke dalam air mendidih. Rebus selama kurang lebih 10 menit. Angkat, biarkan dingin.
  5. Celupkan sempolan ke dalam kocokan telur.
  6. Panaskan minyak dengan api sedang.
  7. Goreng sempolan hingga kuning kecokelatan.
Sempolan ini aslinya disajikan dengan sambal kacang, tapi kemarin aku sajikan dengan saus sambal. Enak juga lho ternyata. Sempolan ini teskturnya mirip bakso ayam, empuk tapi kenyal. Kayaknya enak juga lho buat lauk, itu si Bintang makannya dibuat lauk sama sayur sop. Kapan-kapan mau bikin yang lebih banyak buat stok camilan. Di musim hujan seperti ini kan bawaannya laper mulu, hehehe.


Happy cooking, happy eating!

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...