Skip to main content

Milk Thai Tea Pudding


Assalamualaikum.

Halo semuanya. Udah lama nih nggak ngeblog.

Setelah sekian lama sempat vakum di dunia coba-coba resep, kali ini aku kembali dengan postingan cooking project terbaruku yaitu Milk Thai Tea Pudding. Pudding ini dibuat dalam rangka keranjingan sama Thai Tea. Resepnya hasil kreasi sendiri, coba-coba gitu. Kapan hari kan udah bikin Matcha Pudding, enak. Jadi memberanikan diri buat bikin pudding ini. Bahan dan cara membuatnya simpel banget kok.


MILK THAI TEA PUDDING
Bahan:
3 sdt Thai Tea bubuk (aku pakai Number One Brand)
750 ml air mendidih
10 sdm gula pasir
susu kental manis secukupnya
1 sachet agar - agar putih plain

Cara:
1. Seduh Thai Tea dengan air mendidih. Biarkan sekitar 10-15 menit sampai warnanya keluar. Saring.
2. Tambahkan gula pasir, aduk rata.
3. Tambahkan susu kental manis sesuai selera, aduk rata.
4. Masukkan agar-agar, aduk rata. Masak hingga mendidih.
5. Hilangkan uap panas pada agar-agar, tuang ke cetakkan hingga mengeras.
6. Masukkan ke kulkas supaya lebih set.

Voila, Milk Thai Tea Pudding siap dinikmati. Rasanya hwenak. Seisi rumah suka. Besok - besok pasti bakal bikin lagi.

Happy cooking, happy eating!

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...