Skip to main content

R...




R…
Mengapa kau hadir lagi dalam mimpiku
Hanya kebetulan yang sepintas lalu
Atau akan menyampaikan maksud tertentu
Aku tak begitu tahu

R…
Aku sungguh tak mengerti
Kenapa cerita yang hadir di mimpi
Serupa dengan kehidupan nyata yang terjadi kini

R…
Hadirmu dalam mimpi seakan menguatkan apa yang terjadi
Atau setidaknya yang kupikirkan kini
Bahwa kamu ingin mengindari diri ini

R…
Jujur aku tak mengerti
Kenapa ucapanmu tak sesuai dengan apa yang kau janjikan
Tingkah lakumu bertentangan dengan apa yang kau ucapkan
Kau bilang kita berteman baik sampai nanti
Tapi kamu malah berbalik dan menjauh pergi

R…
Satu – satunya yang bisa kulakukan adalah mencoba memahami
Apa yang kamu rasakan kini
Tentang sakit hati
Tentang harapan yang tidak terpenuhi

R…
Aku tak menyesal berkenalan denganmu
Walaupun aku kecewa dengan sikapmu
Tapi ada banyak pelajaran yang bisa kuambil saat aku melewatkan waktu denganmu

R…
Maafkan aku
Bagaimanapun aku punya andil dalam kerumitan ini
Sampai kamu akhirnya memutuskan pergi
Dengan semua perasaan dan pikiran yang tak pernah terungkap dengan pasti

R…
Aku tak bisa menyalahkan
Kalau kamu tidak lagi berteman
Itu pilihan
Aku tak berhak mengajukan gugatan
Tapi setidaknya keputusanmu memberiku jawaban
Siapa yang tulus menjadi teman sejati
Siapa yang berteman dengan tendensi


Jakarta, 20 november 2010
20:54
Mengenang mimpi semalam

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...