Skip to main content

Kreasi Jilbab

Jilbab adalah kewajiban sekaligus kebutuhan buatku. Semenjak aku memutuskan untuk berjilbab lebih dari 9 tahun lalu :) Nah, biar penampilan gak monoton, aku harus pintar - pintar mengkreasikan gaya berjilbabku. Di samping memakai jilbab - jilbab yang modelnya banyak banget dan terus berkembang sekarang, and I'm so glad with that. Tapi, kalau aku pribadi, nggak terlalu suka sama jilbab instan, kesannya nggak formal gitu. aku prefer pakai jilbab instan buat di rumah atau keluar di sekitar rumah saja. Selebihnya ya pakai scraf.

Kadang - kadang aku suka bingung gimana mengkreasikannya, terutama buat acara - acara yang formal seperti pesta. Terlebih kemampuanku dalam mengkreasikan jilbab juga masih minim. Memang sih, beberapa kali pakai gaya yang berbeda, tapi itu kreasi orang lain (salon, penata rias, dsb). Makanya aku sekarang mulai rajin mengumpulkan aksesoris buat mempercantik penampilanku dalam berjilbab misalnya bros, korsase, bandana, dsb. Beberapa waktu yang lalu aku beli bandana yang udah dilengkapi dengan bunga hias. Sebenarnya aku beli buat padanan kebaya merahku. Hehehe.

Nah, kemarin, pas jalan - jalan ke Delta (Plaza Surabaya), di Gramedia lagi ada diskon buku, mulai lima ribuan. Aku mampir ke sana, dan aku seneng banget pas nemu buku tentang kreasi jilbab karya Ratih Sang. Isinya bagus, ada sekitar 20 kreasi jilbab dan itu nggak terlalu rumit, alias gampang untuk diaplikasikan sendiri tanpa bantuan orang lain. Yang paling menyenangkan, harganya cuma sepuluh ribu rupiah. Ntar kalau ada waktu luang, akan kucoba. Semoga hasilnya bagus.


Love
NaaNaa

Comments

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Cerita Dari Jogja (Part 2)

Bandara Adi Sucipto: tampak depan Kali ini aku akan bercerita tentang bandara yang ada di Jogja, yaitu Adi Sucipto International Airport. Meskipun bertaraf internasional, bandara ini termasuk kecil secara luasan bangunan dan landasan. Beda jauh dengan bandara Juanda di Surabaya atau Soekarno Hatta di Jakarta. Ruangan kedatangan domestiknya nggak terlalu gede, bisa dikatakan kecil malah, "cuma" dilengkapi tiga baggage claim.  boarding room antrian masuk pesawat Untuk boarding room, berbeda dengan bandara lainnya yang bebentuk persegi panjang, di bandara ini bentuknya setengah lingkaran. Karena jumlahnya cuma satu, maka penumpang dari berbagai maskapai akan bercampur baur di sini. Boarding room ini dilengkapi 4 gate untuk naik pesawat. Cuma kemarin pas aku check in , di boarding pas s ku tertera gate 0. Berhubung ini baru pertama kali terjadi, daripada tersesat di bandara, aku bertanya ke salah satu petugas yang ada. Dari beliau, aku mendapatkan informa...

Menggapai Bintang

Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Keluar dari semua dominasi Meraih semua mimpi yang kau miliki Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Dan aku tak akan menahanmu lagi Meski dengan berat hati Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Menyibak langit kelam yang selama ini memayungi Demi menemukan bintang yang paling terang untuk kau jadikan teman hidupmu nanti Hari di mana kemungkinan untuk pergi datang lagi...