Skip to main content

Perempuan Itu

Aku mengenal perempuan itu
Tetangga baru yang sering kutemui saat dia menyapu

Aku mengenal perempuan itu
Dia suka menyanyi dan suaranya memang merdu

Aku mengenal perempuan itu
Dia selalu tersipu saat aku merayu

Aku mengenal perempuan itu
Dia memanjakanku dengan segala yang dia mampu

Aku mengenal perempuan itu
Dia memberikan sepenuh hatinya padaku

Aku mengenal perempuan itu
Dia sering cemburu karena persepsi yang keliru

Aku mengenal perempuan itu
Dia mulai menuntut ini itu
Termasuk menjauhi sahabat - sahabatku

Aku mengenal peermpuan itu
Bila kemauannya tidak dituruti
Dia bisa seharian tergugu

Aku mengenal perempuan itu
Dia yang kurasakan semakin mengekangku
Tapi protes macam apapun
Tak pernah membuatnya mengerti
Tentang pikiran dan perasaanku

Aku mengenal perempuan itu
Hari ini dia mengancam bunuh diri
Hanya karena aku lupa menampakkan diri

Aku mengenal perempuan itu
Dia terkulai tak sadarkan diri di pinggir kali
Tapi aku tak lagi peduli
Cintaku telah mati


Sabtu, 22 Agustus 2009
Love
NaaNaa

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...