Skip to main content

Firasat

tiga hari ini hatiku sedang kacau, gara2 lagi dapet masalah yang membuatku menangis bombay. Aku nggak mau cerita masalahnya apa, tapi yang jelas, aku terpukul dengan kejadian itu.
Yang rada menggembirakan dan mengagetkan adalah, temen2 baikku tiba2 nelpon aku, nanyain kabarku. Ada yang bilang perasaannya nggak enak, ada yang bilang habis mipi buruk tentang aku, trus ada juga yang bilang tiba2 kangen aku... Uhhh, aku emang ngangenin, hihihi... Narsisi bow
Dan yang paling "parah", someone from my past juga ikut2an nelpon setelah kemarinnya meng-SMSku.
Dia: "Heh, nduk yo opo kabarmu?"
Aku: "so far so good, kok tiba2 tlp aku, tumben?"
Dia: "nggak tahu ni tiba2 firasatku nggak enak aja, makanya aku telepon kamu. kamu baik2 aja tho?",
Aku: "gayamu.. sok paranormal,"
Dia: "iyo rek, chemistry masih jalan, u need me to be there, kamu kangen aku tho?" (ktawa)
Aku: "sialan, ora yo.. sapa juga yang kangen ma manusia ra nggenah kayak kamu, moh, najis, hahaha"
Dia: "ancene... aku kan emang ra nggenah sejak dulu, tapi bejat2 ngene yo pernah naksir ae lho... hehehehe"
Aku: "itu kan dulu, saiki wis ora jeh"
Dia: "iyo2, saiki wis ora, tapi pokoke kan pernah, hahahaha... peace..."

Aku pun ikut2an ktawa, tapi beberapa detik kemudian, aku diem, inget klo sebenarnya pas sebelum ditelpon dia aku lagi nangis, akupun terdiam, dan pelan2 mengalirkan air mata (lagi). Alhasil, dia pun bingung.. mencoba menenangkanku dengan berbagai cara..Dan di ujung pembicaraan dia mengeluarkan kalimat yang bikin aku terharu. Dia ternyata benar-benar care ma aku (sebagai sahabat).
"na, kamu sebenarnya ada apa sih? aku kenal kamu banget, kamu nggak biasanya kayak gini..Siapa yang bikin kamu kayak gini?"
Dia diem, aku juga diem (masih sambil tergugu)
"Na... Kalau sampe ada yang macem2 ma kamu, urusannya ma aku. Tenang aja ya... Nggak boleh ada yang bikin Nanaku nangis"

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Cerita Dari Jogja (Part 2)

Bandara Adi Sucipto: tampak depan Kali ini aku akan bercerita tentang bandara yang ada di Jogja, yaitu Adi Sucipto International Airport. Meskipun bertaraf internasional, bandara ini termasuk kecil secara luasan bangunan dan landasan. Beda jauh dengan bandara Juanda di Surabaya atau Soekarno Hatta di Jakarta. Ruangan kedatangan domestiknya nggak terlalu gede, bisa dikatakan kecil malah, "cuma" dilengkapi tiga baggage claim.  boarding room antrian masuk pesawat Untuk boarding room, berbeda dengan bandara lainnya yang bebentuk persegi panjang, di bandara ini bentuknya setengah lingkaran. Karena jumlahnya cuma satu, maka penumpang dari berbagai maskapai akan bercampur baur di sini. Boarding room ini dilengkapi 4 gate untuk naik pesawat. Cuma kemarin pas aku check in , di boarding pas s ku tertera gate 0. Berhubung ini baru pertama kali terjadi, daripada tersesat di bandara, aku bertanya ke salah satu petugas yang ada. Dari beliau, aku mendapatkan informa...

Menggapai Bintang

Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Keluar dari semua dominasi Meraih semua mimpi yang kau miliki Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Dan aku tak akan menahanmu lagi Meski dengan berat hati Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Menyibak langit kelam yang selama ini memayungi Demi menemukan bintang yang paling terang untuk kau jadikan teman hidupmu nanti Hari di mana kemungkinan untuk pergi datang lagi...