Skip to main content

Supernova: Gelombang


Buku ini aku beli karena ketika mau baca Intelegensi Embun Pagi aku baru sadar kalau ternyata aku melewatkan seri Supernova yang satu ini, hihihi. Buku ini dibeli atas sponsor Telkomsel Poin, what a lovely!

Tokoh utama dalam novel ini adalah Thomas Alfa Edison, lelaki keturunan Batak yang lebih dikenal sebagai Ichon di kampungnya karena lebih mudah dilafalkan. Demi cita-cita merubah nasib keluarga, Ichon muda menjadi imigran ke Amerika Serikat. Perjuangan untuk bertahan hidup dan meraih kesuksesan di negara adidaya tidaklah mudah. Penuh lika-liku. 

Berbeda dengan seri sebelumnya, Partikel, seri ini tidak menyuguhkan "dunia baru" yang njlimet. Masalah kesulitan tidur yang dialami oleh Alfa, begitu dia dikenal di AS, beserta istilah yang digunakan tidak terlalu susah dipahami. Alfa mencoba mengungkap penyebab kesulitan tidur yang dialami mulai dari menjalani pemeriksaan ke klinik hingga ke Tibet.

Unfortunately, this book is not my fave one. I don't think this book is good enough, compare to other books of Supernova series.

  • Akhirnya, ia tahu siksa yang lebih besar daripada cintanya yang terkatun-katung, yakni kepastian hidup matinya orang yang mengatung-atungkan cintanya itu.
  • Barang seberharga apa pun tidak akan berguna kalau pemiliknya tidak mengerti cara menggunakannya.
  • Kau tahu pekerjaan paling menyiksa dalam hidup ini? Menunggu.
  • Don't give up. If it doesn't work, it's not the end of the world.
  • Alam itu hidup dan jauh lebih cerdas daripada yang kita bisa bayangkan.
  • Berhenti melawan, hadapi yang kamu takuti.
  • The truth is never easy to learn.

Comments

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Cerita Dari Jogja (Part 2)

Bandara Adi Sucipto: tampak depan Kali ini aku akan bercerita tentang bandara yang ada di Jogja, yaitu Adi Sucipto International Airport. Meskipun bertaraf internasional, bandara ini termasuk kecil secara luasan bangunan dan landasan. Beda jauh dengan bandara Juanda di Surabaya atau Soekarno Hatta di Jakarta. Ruangan kedatangan domestiknya nggak terlalu gede, bisa dikatakan kecil malah, "cuma" dilengkapi tiga baggage claim.  boarding room antrian masuk pesawat Untuk boarding room, berbeda dengan bandara lainnya yang bebentuk persegi panjang, di bandara ini bentuknya setengah lingkaran. Karena jumlahnya cuma satu, maka penumpang dari berbagai maskapai akan bercampur baur di sini. Boarding room ini dilengkapi 4 gate untuk naik pesawat. Cuma kemarin pas aku check in , di boarding pas s ku tertera gate 0. Berhubung ini baru pertama kali terjadi, daripada tersesat di bandara, aku bertanya ke salah satu petugas yang ada. Dari beliau, aku mendapatkan informa...

Menggapai Bintang

Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Keluar dari semua dominasi Meraih semua mimpi yang kau miliki Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Dan aku tak akan menahanmu lagi Meski dengan berat hati Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Menyibak langit kelam yang selama ini memayungi Demi menemukan bintang yang paling terang untuk kau jadikan teman hidupmu nanti Hari di mana kemungkinan untuk pergi datang lagi...