Skip to main content

Bintang's First Day of School


Hari ini adalah hari bersejarah, karena hari ini adalah hari pertama Bintang masuk sekolah. Setelah disounding beberapa hari sebelumnya, pagi ini dia bangun jam 05.30. Meski masih harus dibangunkan, tapi dia tidak rewel. Setelah minta peluk sebentar, langsung mandi lalu sarapan. Begitu sarapan kelar dan aku ganti bajunya, dia udah heboh minta berangkat. Jam 06.45 udah berangkat, padahal masuknya jam 07.15. Alhasil pas nyampai, sekolahan masih sepi. Yang datang baru satu dua orang. Jempol deh untuk semangatnya.

Meskipun masih malu - malu ketika salaman dengan ustadzahnya, Bintang nggak canggung sama sekali dengan lingkungan barunya. Dia langsung menghampiri mainan. Awalnya mau main jungkat - jungkit, tapi karena tidak ada partnernya akhirnya dia main ayunan.

Bintang memang susah pakai peci, tapi tadi berhasil membujuknya untuk pakai peci, karena seragamnya juga dilengkapi peci. Nggak tahu tapi, bertahan apa enggaknya. Hehehe. Dua minggu ke depan masih dalam masa orientasi, jadi masih belum pakai seragam. Untuk jam sekolahnya, masuk seminggu tiga kali, selama tiga jam. 


Menjelang jam masuk, anak - anak dipanggil masuk ke kelas. Sepatu diletakkan di rak sepatu depan kelas, tas diletakkan di rak khusus. Ustadzah membagikan name tag dan membantu memasangkannya. Bintang pun bermain dengan beberapa temannya. Saat bunda berpamitan, Bintang tidak sedih, tidak merengek dan tidak menangis. Dia dengan pede bilang dadah buk :) Alhamdulillah. Semoga hari - harimu di sekolah menyenangkan ya Mas, dapat ilmu yang bermanfaat. Hormati gurumu dan sayangi temanmu ya. Bunda bangga padamu :*

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...