Skip to main content

Mangut Ikan Pari


Semangat memasak masih menyala. Cooking project kali ini jatuh pada Mangut Ikan Pari. Ceritanya menjadi pengen karena minggu yang lalu Astria membawa masakan ini ke kantor. Lalu googling resep, akhirnya nyontek punya sajiansedap.com yang aku modifikasi sedikit.

MANGUT IKAN PARI
Bahan:
400 gram ikan pari asap, potong - potong
2 buah cabai merah, potong - potong
15 buah cabai rawit
3 lembar daun jeruk
2 lembar daun salam
500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
1 sdm gula merah
1 1/4 sdt garam
2 cm lengkuas
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu halus:
10 butir bawang merah
4 siung bawang putih
1/2 sdt ketumbar
1 cm kencur
4 butir kemiri, disangrai

Cara Membuat:
1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, cabai merah, cabai rawit, daun jeruk, daun salam dan lengkuas hingga harum.
2. Masukkan ikan, santan, gula dan garam. masak sampai mendidih dan kuahnya berkurang.
3. Angkat dan sajikan


Alhamdulillah rasanya enak, pas dilidah. Enak banget dimakan dengan nasi hangat, bisa bikin nambah. Cabai rawitnya memberikan rasa pedas yang membangkitkan selera makan. Yang makan cuma aku, mbah dan Bintang. Suami nggak makan karena dia nggak doyan Ikan Pari. 

Happy cooking, happy eating!

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...