Skip to main content

Baby Stuff


Usia kandungan alhamdulillah sudah 30 minggu. It means 10 weeks remaining the baby will born into this world. Berbagai persiapan pun sudah mulai dilakukan, antara lain menyiapkan nama, melakukan olahraga dan senam hamil, dan tentu saja belanja baby stuff. Nah, berhubung printilan bayi itu jumlahnya banyak, maka belanjanya pun nyicil. Beberapa barang yang sudah dibeli diantaranya:
  1. Baju panjang
  2. Baju pendek
  3. Celana panjang (buka dan tutup)
  4. Celana pendek
  5. Jumpsuit
  6. Popok
  7. Alas ompol
  8. Gurita
  9. Bedong instant
  10. Selimut topi
  11. Clodi (baru satu, ini dapat dari temen)
  12. Botol kaca ASIP
  13. Cup feeder
  14. Termometer digital
  15. Nursing cover
  16. Waslap
  17. Perlak
  18. Topi bayi
  19. Slabber
Sementara yang belum kebeli adalah:
  1. Box bayi
  2. Bak mandi
  3. Breast pump
  4. Ice pack
  5. Gendongan
  6. Sepatu
  7. Toiletries
  8. Kulkas khusus buat ASIP

Comments

Popular posts from this blog

Nasi Pupuk

Nasi Pupuk adalah Nasi Campur khas Madiun. Biasa ada di resepsi perkawinan dengan konsep tradisional, bukan prasmanan. Makanya biasa juga disebut Nasi Manten. Isinya adalah sambal goreng (bisa sambel goreng kentang, krecek, ati, daging, atau printil), opor ayam (bisa juga diganti opor telur), acar mentah dan krupuk udang. Berhubung sudah lama tidak ke mantenan tradisional, jadi aku sudah lama banget tidak menikmatinya. So, membuat sendirilah pilihannya. Soalnya tidak ada mantenan dalam waktu dekat juga. Hehehe. Alhamdulillah bisa makan dengan puas :) Happy cooking, happy eating.

Penjual Nasi

Aku kagum pada seorang ibu penjual nasi Selalu semangat mengais rejeki Meski umurnya sudah tidak muda lagi Setiap hari dia selalu bangun pagi - pagi Demi hidangan secepatnya tersaji Karena kalau kesiangan sedikit, pembeli sudah pergi Catatan dari pengamatan di sebuah pasar

Cerita Tentang Pesawat Terbang

To invent an airplane is nothing.  To build one is something.  But to fly is everything.  (Otto Lilienthal) Naik pesawat terbang buat sebagian orang adalah makanan sehari-hari. Surabaya - Jakarta bisa PP dalam sehari, lalu esoknya terbang ke kota lainnya lagi. Tapi, bagi sebagian orang naik pesawat terbang adalah kemewahan, atau malah masih sekedar harapan. Aku ingat betul, ketika aku masih kecil, sumuran anak taman kanak-kanak, aku punya cita-cita naik pesawat. Setiap kali ada pesawat terbang melintas, aku mendongakkan kepala dan melambaikan tangan.  Seusai ritual itu, aku akan bertanya "Bu, kapan aku bisa naik pesawat". "Nanti kalau kamu sudah besar, belajar yang rajin ya", jawab Ibu. Pada saat itu aku cuma mengangguk, tidak menanyakan lebih lanjut apa hubungan antara naik pesawat dengan rajin belajar. Yang pasti, mimpi itu tetap terpatri. Ketika usiaku semakin bertambah, aku menjadi lebih paham bahwa sebenarnya naik pesawat tidak masuk...