Skip to main content

Sudoku Oh Sudoku

Sudoku. Itulah nama permainan yang belakangan kugandrungi. Tiap ada waktu luang aku mengerjakan permainan itu. Awalnya aku tak tertarik, selain karena pada percobaan pertama aku tak berhasil mengerjakannya, sejak dulu aku memang tidak terlalu menyukai angka. Tapi setelah menemui “kesuksesan” aku merasakan permainan in menarik untuk dicoba. Akhirnya aku ketagihan juga.

Menjelang liburan akhir tahun, aku membeli bukunya. Bukan satu, tapi dua. Aku semakin tertantang olehnya. Di rumah aku bisa mengisi waktu dengan mengerjakannya. Begitu aku pikir awalnya. Tapi ternyata tak seindah yang kuduga. Di rumah, keasyikanku mengerjakannya ternyata membawa “petaka”. Orang-orang rumah memprotesnya. Mereka bosan melihat kelakuanku yang monoton itu katanya. Padahal, semua pekerjaan rumah sudah selesai kukerjakan sebelumnya. Makanya aku memilih untuk berkutat dengannya. Bukan karena tak mempunyai kegiatan lainnya. Tapi karena tak ada yang lebih mengasikkan jika dibandingkan dengannya.

Aku akhirnya mengalah. Bukan karena kalah. Tapi aku tak mau menerima amarah. Karena sebenarnya aku dan permainanku tak ada yang salah. Hanya persepsi yang belum searah. Toh, aku tetap bisa kembali mengerjakannya ketika mereka tak ada di rumah.


28 Desember 2008

Comments

Popular posts from this blog

Bintang GTM

Seminggu ini menjadi salah satu minggu yang membuatku sedih. Bagaimana tidak, Bintang yang selama ini pemakan segala mendadak GTM. Usut punya usut, dia lagi sariawan. Ini sariawan yang kedua. Setelah yang pertama sembuh, sekarang kok ya nongol lagi. Mana kejadian ini muncul ketika Bintang recovery dari batpil, di mana saat itu makannya tidak seperti biasanya. Ya iyalah, orang sakit mana gampang makannya. Sedih lihat Bintang jadi agak tirus gitu pipinya. Makannya dikit geraknya banyak, nggak bisa diam. Ngocehnya juga banyak. Sedih juga ngebayangin berapa BBnya sekarang. *sembunyikan timbangan. Selama sariawan Bintang jadi sedikit makannya. Di sariawan pertama dia masih mau makan meski harus bubur. Masih gampang juga nyuapinnya. Di sariawan yang kedua susahnya minta ampun, dia lebih sering GTM. Aneka masakan sudah aku coba, aku sengaja memasakkan aneka menu favoritnya. Tapi cuma disentuh seimprit, itupun kalau dia mood. Kesabaran semakin menipis karena khawatir kekurangan asupan...

Cerita Dari Jogja (Part 2)

Bandara Adi Sucipto: tampak depan Kali ini aku akan bercerita tentang bandara yang ada di Jogja, yaitu Adi Sucipto International Airport. Meskipun bertaraf internasional, bandara ini termasuk kecil secara luasan bangunan dan landasan. Beda jauh dengan bandara Juanda di Surabaya atau Soekarno Hatta di Jakarta. Ruangan kedatangan domestiknya nggak terlalu gede, bisa dikatakan kecil malah, "cuma" dilengkapi tiga baggage claim.  boarding room antrian masuk pesawat Untuk boarding room, berbeda dengan bandara lainnya yang bebentuk persegi panjang, di bandara ini bentuknya setengah lingkaran. Karena jumlahnya cuma satu, maka penumpang dari berbagai maskapai akan bercampur baur di sini. Boarding room ini dilengkapi 4 gate untuk naik pesawat. Cuma kemarin pas aku check in , di boarding pas s ku tertera gate 0. Berhubung ini baru pertama kali terjadi, daripada tersesat di bandara, aku bertanya ke salah satu petugas yang ada. Dari beliau, aku mendapatkan informa...

Menggapai Bintang

Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Keluar dari semua dominasi Meraih semua mimpi yang kau miliki Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Dan aku tak akan menahanmu lagi Meski dengan berat hati Mungkin inilah saat yang tepat untukmu pergi Menyibak langit kelam yang selama ini memayungi Demi menemukan bintang yang paling terang untuk kau jadikan teman hidupmu nanti Hari di mana kemungkinan untuk pergi datang lagi...